<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654</id><updated>2011-11-07T20:32:34.084-08:00</updated><title type='text'>My Notepad</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6650357200012971989</id><published>2011-11-07T20:31:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T20:32:34.122-08:00</updated><title type='text'>Batu Besar</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BzogvJeJzh4/Triw4piYLaI/AAAAAAAAB5Q/kUgWBpRmAV4/s1600/images-754123.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-BzogvJeJzh4/Triw4piYLaI/AAAAAAAAB5Q/kUgWBpRmAV4/s320/images-754123.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672478217942347170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &amp;quot;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Lalu ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, &amp;quot;Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?&amp;quot;&lt;br&gt; Semua mahasiswa serentak berkata, &amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dosen bertanya kembali, &amp;quot;Sungguhkah demikian?&amp;quot;&lt;br&gt; Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, &amp;quot;Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab,&lt;br&gt; &amp;quot;Mungkin tidak.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Bagus sekali,&amp;quot; sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, &amp;quot;Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Belum!&amp;quot; sahut seluruh kelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sekali lagi ia berkata, &amp;quot;Bagus. Bagus sekali.&amp;quot; Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke&lt;br&gt; dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya,&lt;br&gt; &amp;quot;Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, &amp;quot;Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Oh, bukan,&amp;quot; sahut dosen, &amp;quot;Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan &amp;quot;batu besar&amp;quot; terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Apa yang dimaksud dengan &amp;quot;batu besar&amp;quot; dalam hidup anda?&lt;br&gt; Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ingatlah untuk selalu memasukkan &amp;quot;Batu Besar&amp;quot; pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda&lt;br&gt; mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda&lt;br&gt; sendiri: &amp;quot;Apakah &amp;quot;Batu Besar&amp;quot; dalam hidup saya?&amp;quot;&lt;br&gt; Lalu kerjakan itu pertama kali.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6650357200012971989?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6650357200012971989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6650357200012971989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6650357200012971989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6650357200012971989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2011/11/batu-besar.html' title='Batu Besar'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BzogvJeJzh4/Triw4piYLaI/AAAAAAAAB5Q/kUgWBpRmAV4/s72-c/images-754123.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2169050927332906852</id><published>2011-11-07T19:14:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T19:15:29.857-08:00</updated><title type='text'>TAUBAT NASUHA</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7ozg6Nba--M/Trie0jF_2mI/AAAAAAAAB5E/W9QEDAYGu98/s1600/taubat-729858.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-7ozg6Nba--M/Trie0jF_2mI/AAAAAAAAB5E/W9QEDAYGu98/s320/taubat-729858.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672458356283923042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;(Oleh Muhajriin Abdul Qadir, Lc/Disunting oleh Muhammad Niam)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat&lt;br&gt; marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat&lt;br&gt; kembali kepada-Nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan&lt;br&gt; dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan&lt;br&gt; Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad&lt;br&gt; telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: &amp;quot;Setiap anak&lt;br&gt; Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa&lt;br&gt; adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut).&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana&lt;br&gt; terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala&lt;br&gt; rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan&lt;br&gt; rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima&lt;br&gt; Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 &amp;quot;Dan Akulah yang&lt;br&gt; Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan&lt;br&gt; Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba&lt;br&gt; dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang&lt;br&gt; bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah:&lt;br&gt; 222, &amp;quot;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai&lt;br&gt; orang-orang yang mensucikan diri.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka&lt;br&gt; luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi&lt;br&gt; hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis&lt;br&gt; riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: &amp;quot;SesungguhnyaAllah&lt;br&gt; membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang&lt;br&gt; berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan&lt;br&gt; dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka&lt;br&gt; dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya&lt;br&gt; Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, &amp;quot;Bersegaralah&lt;br&gt; kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan&lt;br&gt; bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang&lt;br&gt; menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang&lt;br&gt; menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai&lt;br&gt; orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila&lt;br&gt; mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan&lt;br&gt; Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang&lt;br&gt; dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan&lt;br&gt; perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah &amp;quot;Taubat&lt;br&gt; Nasuha&amp;quot;, yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat&lt;br&gt; At-Tahrim: 66, &amp;quot;Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah&lt;br&gt; dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus&lt;br&gt; kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di&lt;br&gt; bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan&lt;br&gt; orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan&lt;br&gt; dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami,&lt;br&gt; sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau&lt;br&gt; Maha Kuasa atas segala sesuatu'&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan&lt;br&gt; menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk&lt;br&gt; tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan&lt;br&gt; tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan&lt;br&gt; meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat,&lt;br&gt; &amp;quot;Apakah penyesalan itu taubat?&amp;quot;, &amp;quot;Ya&amp;quot;, kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah).&lt;br&gt; Amr bin Ala pernah mengatakan: &amp;quot;Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci&lt;br&gt; perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Di bulan pengampunan, Ramadhan yang &amp;quot;Syahrul Maghfirah&amp;quot; ini adalah saat yang&lt;br&gt; tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui&lt;br&gt; taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari&lt;br&gt; kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana&lt;br&gt; dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah &amp;quot;Ramadhan, awalnya&lt;br&gt; Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka&amp;quot;&lt;br&gt; (H.R. Ibnu Huzaimah).&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2169050927332906852?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2169050927332906852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2169050927332906852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2169050927332906852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2169050927332906852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2011/11/taubat-nasuha.html' title='TAUBAT NASUHA'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7ozg6Nba--M/Trie0jF_2mI/AAAAAAAAB5E/W9QEDAYGu98/s72-c/taubat-729858.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8686697115419741759</id><published>2011-07-28T23:25:00.001-07:00</published><updated>2011-07-28T23:25:51.796-07:00</updated><title type='text'>Menjaga Kebeningan HATI</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kQ-5JcnfaAI/TjJScIMmjTI/AAAAAAAAB3U/pZ1nXTXmyTM/s1600/bening%2Bhati%2B%25281%2529-751797.jpeg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-kQ-5JcnfaAI/TjJScIMmjTI/AAAAAAAAB3U/pZ1nXTXmyTM/s320/bening%2Bhati%2B%25281%2529-751797.jpeg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634656726984068402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Taushiyah Aa Gym&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya, subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan mamfaat. Tutur katanya bernas dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Orang yang bening hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap detik yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya. Tak berlebihan jika orang yang berbening hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Subhanallah, bening hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Walhasil, orang yang telah tertata hatinya adalah orang yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan tidak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan. Hatinya yang bersih membuat terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan penuh dengan kesantunan. Siapapun yang berjumpa akan merasa kesan yang mendalam, siapapun yang bertemu akan memperoleh aneka mamfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi buah kenangan yang tak mudah dilupakan&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan, Subhanallah, lebih dari semua itu, kebeningan hatipun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah menjadi luar biasa mamfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula do�a-do�anya menjadi luar biasa mustajabnya. Mustajabnya do�a tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang dihadapinya. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak, Allahu Akbar.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pendek kata orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya, luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya. Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. Tidak rindukah kita memiliki hati yang bersih? Ingatlah saudaraku, hidup hanya satu kali dan siapa tahu tidak lama lagi kita akan mati. Marilah kita bersama-sama bergabung dalam barisan orang-orang yang terus memperbaiki diri, dan mudah-mudahan kita menjadi contoh awal bagaimana menjadikan hidup indah dan prestatif dengan bening hati, Insya Allah. Wallahua�lam.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; (AG)&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8686697115419741759?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8686697115419741759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8686697115419741759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8686697115419741759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8686697115419741759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2011/07/menjaga-kebeningan-hati.html' title='Menjaga Kebeningan HATI'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kQ-5JcnfaAI/TjJScIMmjTI/AAAAAAAAB3U/pZ1nXTXmyTM/s72-c/bening%2Bhati%2B%25281%2529-751797.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2272199236167682322</id><published>2010-02-23T19:15:00.001-08:00</published><updated>2010-02-23T19:15:22.867-08:00</updated><title type='text'>Kerja itu cuma selingan untuk menunggu datangnya SHOLAT</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/S4SZyhyDLTI/AAAAAAAABzc/KZe7DExObKM/s1600-h/images-722868.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/S4SZyhyDLTI/AAAAAAAABzc/KZe7DExObKM/s320/images-722868.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441643343111204146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang &lt;br&gt;bergerak di bidang interior,  seketika pikiran saya sampai kepada Pak &lt;br&gt;Azis. Meskipun  hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis &lt;br&gt;mampu  membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan &lt;br&gt;tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan  segera saya menuju ke &lt;br&gt;bengkel workshop Pak Azis.&lt;p&gt;Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan &lt;br&gt;bengkel Pak Azis, yang kini ternyata  sudah didampingi sebuah masjid. &lt;br&gt;Pak Azispun tampak awet muda, sama  seperti dulu, hanya pakaiannya &lt;br&gt;yang  sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. &lt;br&gt;Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang  dan lebih santai. &lt;br&gt;Beungeut wudhu-an ( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.&lt;p&gt;Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis &lt;br&gt;berkecimpung dalam berbagai dinamika  kegiatan Islam. Hidayah itu &lt;br&gt;bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu &lt;br&gt;seluruh  atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima &lt;br&gt;tahun silam. &amp;quot;Atap rumah saya tertiup angin sampai tak &lt;br&gt;tersisa  satupun. Terbuka semua.&amp;quot; cerita Pak Azis.&amp;quot;Padahal  nggak ada &lt;br&gt;hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin  besar. Angin berpusar &lt;br&gt;itupun cuma sebentar saja.&amp;quot;&lt;p&gt;Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu.. Walau  uang dan &lt;br&gt;pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak  Azis tetap merasa &lt;br&gt;gelisah, stres &amp;amp; selalu tidak  tenang. &amp;quot;Seperti orang patah hati, &lt;br&gt;Ndra. Makan tidak  enak, tidur juga susah.&amp;quot;cerita Pak Azis lagi.&lt;p&gt;Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di  rumah dan &lt;br&gt;stres.  Padahal, sebelum kejadian angin  puting-beliung yang anehnya &lt;br&gt;hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis &lt;br&gt;merasa  hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi &lt;br&gt;arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak  Azis merasa puas dan &lt;br&gt;bangga, karena punya penghasilan tinggi. Tapi  setelah peristiwa &lt;br&gt;angin puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut, beliau bertanya &lt;br&gt;dalam hati : &amp;quot;apa sih yang kurang&amp;quot; apa salahku &amp;quot; ?&lt;p&gt;Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam &amp;quot;Seperti musafir &lt;br&gt;atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari. Semua &lt;br&gt;masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini,  sudah &lt;br&gt;pernah saya inapi.&amp;quot; Setahun lebih cara tersebut  ia jalani, sampai &lt;br&gt;kemudian akhirnya saya bisa  tidur normal, bisa menikmati pekerjaan &lt;br&gt;dan keseharian  seperti sediakala.&lt;p&gt;&amp;quot;Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Lebih tenang ? Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari  tidur di masjid itu ?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Di masjid itu &amp;#39;kan tidak sekedar tidur, Ndra. Kalau  ada shalat &lt;br&gt;malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu  dan tahajjud. Karena &lt;br&gt;terbiasa, tahajjud juga jadi terasa enak.&lt;p&gt;Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib &lt;br&gt;yang lima itu jadi  kurang enaknya, kalau saya lalaikan.&lt;br&gt;Begitu, Ndra.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong  shalat-nya, Pak Azis ?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Alhamdulillah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama  itu adalah &lt;br&gt;shalat. Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja&lt;br&gt;  itu cuma sekedar selingan aja.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Selingan ?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban  shalat, Ndra.&amp;quot;&lt;p&gt;Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian  adzan ashar &lt;br&gt;mengalun jelas dari masjid&lt;br&gt;samping rumah  Pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera &lt;br&gt;pergi  mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun  sudah &lt;br&gt;pada pergi ke samping rumah, menuju masjid.   Bengkel workshop itu &lt;br&gt;menjadi lengang seketika. Sambil  memandang seluruh ruangan bengkel, &lt;br&gt;sambil berjalan  menuju masjid di samping workshop, &lt;br&gt;terus   terngiang-ngiang di benak saya : &amp;quot;Kerja itu cuma  selingan, Ndra.&lt;br&gt;Untuk menunggu waktu shalat...&amp;quot;&lt;p&gt;Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu &lt;br&gt;lintas di jalan raya, saya merenungi apa  yang tadi dikatakan oleh &lt;br&gt;Pak Azis. Sungguh trenyuh  saya, bahwa setelah perenungan itu, saya &lt;br&gt;merasa  sebagai orang yang  sering berlaku sebaliknya. Ya, &lt;br&gt;saya  lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat,  cuma &lt;br&gt;selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. &lt;br&gt;Padahal sholat yang akan bantu kita nantinya...( sungguh saya orang &lt;br&gt;yang merugi..)&lt;p&gt;Kadang-kadang waktu shalat  dilalaikansebab pekerjaan belum selesai, &lt;br&gt;atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri.&lt;br&gt;Itulah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebih &lt;br&gt;semangat dan habis-habisan berjuang  meraih dunia, daripada &lt;br&gt;pempersiapkan bekal terbaik  untuk kehidupan kekal di akhirat nanti. &lt;br&gt;padahal dunia ini akan saya tinggalkan.. juga ..........kenapa saya &lt;br&gt;begitu bodoh..&lt;p&gt;Saya lupa,  bahwa shalat adalah yang utama.&lt;br&gt;Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu..&lt;p&gt;from milist&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2272199236167682322?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2272199236167682322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2272199236167682322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2272199236167682322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2272199236167682322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2010/02/kerja-itu-cuma-selingan-untuk-menunggu.html' title='Kerja itu cuma selingan untuk menunggu datangnya SHOLAT'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/S4SZyhyDLTI/AAAAAAAABzc/KZe7DExObKM/s72-c/images-722868.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5176454013504554808</id><published>2010-02-18T18:45:00.001-08:00</published><updated>2010-02-18T18:45:25.638-08:00</updated><title type='text'>Muslimah ... Cantiknya Dirimu...</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.... &lt;br&gt;&lt;br&gt; Cantiksungguh cantik &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tahukan wahai saudariku,bahwa muslimah itu cantik..dan bukankah kita mencintai dan menginginkan kecantikan ? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Muslimah itu sungguh cantik.. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bibirnya slalu dihiasi dan dibasahi dengan kecantikan tasbih (Ali Imron : 41) dan tahmid kepada Rabb nya. Lantunan ayat-ayat Quran yang menyejukkan hati dan menenangkan pikiran senantiasa berteman dengan bibir dan lidahnya, nasehat dan tutur kata yang santun menghancurkan semua karang dan benteng rasa dendam. Lidahnya tak pernah lepas dari ucapan syukur atas nikmat nikmat dari Rabbnya (Al Baqaroh : 152). Terjaga lidahnya dari cacian, umpatan, olok-olokan, makian dan segala kata-kata kotor yang menyakitkan hati (Al Hujaraat: 11). &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ya.Muslimah memang sungguh cantiksecantik bening matanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kedua matanya yang bening selalu terjaga dari hal-hal yang haram untuk dilihatnya (An Nuur: 31). &lt;br&gt; Kebeningan dan kejernihan matanya sejernih air mata yang setiap malang keluar dari telaga airmatanya (AL Muzammil : 2), mencuci dosa-dosa yang sempat hinggap, yang mengalir deras karena rasa takut dan penyesalan yang mendalam, bersimpuh dihadapan Rabbnya, merayu dan merajuk agar mendapatkan maghfirohnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh .Muslimah itu cantik.. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Secantik hatinya yang slalu tunduk pada Rabb nya. Hati yang penuh dengan rasa kecintaan kepada Rabb nya (Ali Imron:31). &lt;br&gt; Jauh hatinya dari rasa dengki, sombong dan hasud. Keikhlasan senantiasa menghiasi qolbu yang yang pernah lupa akan kebesaran Rabb nya (An Nisaa: 125). Hati yang senantiasa siap menerima kebenaran dan keimanan. Hatinya bak cermin nan indah dan bersih, yang selalu siap menerima nur hidayah dari Rabb nya dan memantulkannnya, menyebarkannya keseluruh penjuru jagad raya. Qolbu yang senantiasa bersih dari prasangka dan fitnah kepada saudaranya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Maha Besar dan Maha Suci Allah yang telah menciptakan muslimah dengan kecantikannya. Secantik pakaian taqwa yang senantiasa dikenakannya. Sebaik-baik pakaian yang mendapatkan pujian dari Rabb nya (Al A'raaf : 26). Seindah indah pakaian yang tiada ganti yang lebih indah darinya. Pakaian yang senantiasa melindunginya, dimanapundan kapanpun dia berada. Pakaian yang membedakan dirinya dari wanita wanita lain yang tanpa pakaian, pakaian yang akan membawanya menuju pribadi nan mulia, pakaian yang akan membawanya berjumpa dengan Rabb nya tercinta. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh..cantik muslimah &lt;br&gt;&lt;br&gt; Secantik akhlaq dan budi pekertinya yang diselubungi pakaian taqwanya (As Shaad : 46)(Al Qalam: 4). Yang dengan akhlak dan budi pekertinya yang mulia itu menentramkan orang orang disekitarnya, hilang kecemasan dan kerisauan disekelilingnya, berganti rasa cemburu dan curiga menjadi rasa kasih sayang dan kepercayaan yang mulia. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh..muslimah itu cantik &lt;br&gt;&lt;br&gt; Secantik ketulusan cintanya kepada saudaranya. Ukhuwah yang demikian mendalam menghancurkan bongkahan-bongkahan kebekuan yang bersemayam di dalam hati, melunakkannya dari kekakuan dan kekerasan, menyegarkannya kembali dengan kasih sayang dan kepercayaan.(Al Maaidah:54) &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh,Muslimah itu benar-benar cantik &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kecantikan yang sesungguhnya &lt;br&gt; Kecantikan yang tiada bandingannya.. &lt;br&gt; Tasbih sebagai lipstik bibirnya &lt;br&gt; Air mata taubat sebagai pelentik bulu matanya &lt;br&gt; Malu dan Akhlak mulia sebagai perhiasannya &lt;br&gt; Taqwa sebagai pakaian terindahnya.. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguhmuslimah itu cantik &lt;br&gt;&lt;br&gt; Maka bersyukur para muslimah &lt;br&gt; Yang bangga akan kemuslimahannya &lt;br&gt; Tapi. &lt;br&gt; Kebanggaan karena ketaqwaan dan keikhlasannya &lt;br&gt;&lt;br&gt; Wahai para wanita &lt;br&gt; Sudahkan engkau menggapai kecantikan itu&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;catt. akhwat di Fb_&amp;nbsp; (Carla Marita)&lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5176454013504554808?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5176454013504554808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5176454013504554808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5176454013504554808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5176454013504554808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2010/02/muslimah-cantiknya-dirimu.html' title='Muslimah ... Cantiknya Dirimu...'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-917597398673019826</id><published>2009-12-21T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T23:44:48.712-08:00</updated><title type='text'>Birthday 3 Th</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzB48O3esgI/AAAAAAAABxk/OaWzY-_g1jQ/s1600-h/hana+azizah+qurrotu%27aini-788713.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzB48O3esgI/AAAAAAAABxk/OaWzY-_g1jQ/s320/hana+azizah+qurrotu%27aini-788713.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417963327904985602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Nama anak ini Hana&lt;br&gt;Lengkapnya Hana Azizah Qurrotu&amp;#39;aini..&lt;br&gt;Seorang anak yang Maniez...&lt;br&gt;Mempunyai 2 orang Kakak yang juga Maniez-maniez&lt;br&gt;dan tentunya Ibu yang Maniez pula..&lt;p&gt;Kok jadi banyak manieznya yach...&lt;p&gt;Hari ini tepatnya 22 Desember 2009, Hana ber-Ulang Tahun yang ke 3..&lt;br&gt;Hmmm tak terasa 3 tahun berlalu sudah...&lt;p&gt;Senyumnya....&lt;br&gt;Tawanya...&lt;br&gt;Candanya...&lt;br&gt;dan&lt;br&gt;Celotehnya...&lt;p&gt;Membuat pa selalu kangen padamu nak....&lt;p&gt;Melihat expresimu ketika diberi hadiah oleh kami..&lt;br&gt;Membuat pa begitu bahagia memilikimu...&lt;p&gt;Selamat Ulang Tahun Sayang,&lt;br&gt;Semoga kau menjadi anak yang Solehah..&lt;p&gt;Peluk cium untukmu dari Pa..&lt;br&gt;Yang selalu mencintaimu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-917597398673019826?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/917597398673019826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=917597398673019826' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/917597398673019826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/917597398673019826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/12/birthday-3-th.html' title='Birthday 3 Th'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzB48O3esgI/AAAAAAAABxk/OaWzY-_g1jQ/s72-c/hana+azizah+qurrotu%27aini-788713.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5469039308211282624</id><published>2009-12-21T23:14:00.001-08:00</published><updated>2009-12-21T23:14:12.790-08:00</updated><title type='text'>Mother's Day</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzBxxB06mQI/AAAAAAAABxc/SQq1ElY52Fg/s1600-h/032007-752790.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzBxxB06mQI/AAAAAAAABxc/SQq1ElY52Fg/s320/032007-752790.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417955438844614914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ita say :&lt;br&gt;Segala Puji bagi-Mu Ya Robb,yang telah menetapkanku menjadi seorang &lt;br&gt;Ibu..maafkan aku bila usahaku menjadi Ibu terbaik terasa kurang &lt;br&gt;bagi-Mu,.. juga bagi Anak-anakku &amp;amp; Suamiku-Imam rumahku.. tapi aku &lt;br&gt;berjanji akan berusaha lebih baik,setiap hari..setiap waktu... tolong &lt;br&gt;bantu aku dalam do&amp;#39;a-doamu.. (Untuk semua wanita &amp;amp; semua yg pernah &lt;br&gt;dilahirkan oleh seorang Ibu..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5469039308211282624?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5469039308211282624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5469039308211282624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5469039308211282624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5469039308211282624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/12/mothers-day.html' title='Mother&apos;s Day'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SzBxxB06mQI/AAAAAAAABxc/SQq1ElY52Fg/s72-c/032007-752790.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2430159298143183160</id><published>2009-11-24T06:13:00.001-08:00</published><updated>2009-11-24T06:19:17.981-08:00</updated><title type='text'>QURBAN</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwvqGJXjrbI/AAAAAAAABxU/7jQF4xMb258/s1600/qurban-724175.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwvqGJXjrbI/AAAAAAAABxU/7jQF4xMb258/s320/qurban-724175.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407673168903253426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: times new roman,new york,times,serif; font-size: 12pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;Dari Milis PKS-DEPOK&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Mungkin Anda sudah pernah baca, tetapi momentnya pas utk saat ini, Semoga memotivasi kita memberikan Qurban yang terbaik...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;Oleh: Jojo Wahyudi&lt;/p&gt;Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim &amp;amp; Nabi Ismail.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.&lt;/p&gt;" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.&lt;/p&gt;" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan.      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek&lt;/p&gt;" Yang sedang mahal kan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1259071596_0"&gt;harga minyak&lt;/span&gt; pak. Kenapa kambing ikut naik?"   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput"&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;kata si pedagang meledek.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya&lt;/p&gt;Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi.   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan " bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas meladeni.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini) Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek " mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;" &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1259071596_1"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya " tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1259071596_2"&gt;motor gede&lt;/span&gt;) dan memilikinya Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Tapi apa yang aku pikirkan?&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2430159298143183160?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2430159298143183160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2430159298143183160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2430159298143183160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2430159298143183160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/qurban.html' title='QURBAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwvqGJXjrbI/AAAAAAAABxU/7jQF4xMb258/s72-c/qurban-724175.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-663915475632073261</id><published>2009-11-19T01:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:52:18.079-08:00</updated><title type='text'>UNTUK SEBUAH KELUARGA SAKINAH</title><content type='html'>&lt;dl&gt; &lt;dd&gt;Bismillahirrahmaanirahiim&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Nasehat ini untuk semuanya ..........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Untuk mereka yang belum memiliki arah.........dan untuk mereka yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;tidak memiliki arah. nasehat ini untuk semuanya.......Semua yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;menginginkan kebaikan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Nikah itu ibadah.......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Nikah itu suci........... ingat itu......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena&amp;nbsp; kecantikan, bisa&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;karena keturunan dan bisa karena agama.&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;sebagai alasan.....karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur. Jadikanlah &amp;quot; ALLAH &amp;quot;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;sebagai landasan......Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia,&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;tapi juga akherat.......&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam istanamu&amp;quot;.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;disambut istri ketika datang dan dilayani segala&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;kebutuhan.......Jika ini kau lakukan &amp;quot;istanamu&amp;quot; tidak akan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;langgeng..&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....tidak marah ketika harus&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;tdk mendengar kedatangannya.Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........Menjahit bajunya&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;yang robek........&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam &amp;quot;istanamu&amp;quot;.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Disayang, dimanja dan dilayani suami.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika itu engkau lakukan, &amp;quot;istanamu&amp;quot; akan menjadi neraka bagimu&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika itu engkau lakukan akan celaka....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lihatlah bagaimana Allah menegur &amp;quot; Nabi &amp;quot;-mu&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanyakarena&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;menuruti kemauan sang istri.&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Tegaslah terhadap istrimu.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;penentang.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Istrimu bisa menjadi musuhmu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Didiklah istrimu...&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;terhadap tugas suami, Ibrahim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;menjaga kehormatannya......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Istrimu adalah tanggung jawabmu....&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika engkau menjadi istri...&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadaptugas suami.....&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;kehormatannya....Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;bisa mendampingi suami menjalankan misi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;memaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika engkau menjadi Bapak......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Ajaklah mereka taat kepada Allah.......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;durhaka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Mohonlah kepada Allah..........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;shalih.....Anak yang bisa membawa kebahagiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika engkau menjadi ibu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikanlah mereka mujahid.........&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Amin....semoga menjadi pencerahan &amp;amp; motivasi bagi kita semua&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;sahabat2 muslim yang dimuliakan Allah swt.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;/dl&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-663915475632073261?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/663915475632073261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=663915475632073261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/663915475632073261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/663915475632073261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/untuk-sebuah-keluarga-sakinah.html' title='UNTUK SEBUAH KELUARGA SAKINAH'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-246707610290173571</id><published>2009-11-15T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T17:26:31.120-08:00</updated><title type='text'>Jangan Takut Jadi Orang Aneh</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwCqRwT9OzI/AAAAAAAABxM/D4MqpiviMU8/s1600-h/siluet-masjid-5-791121.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwCqRwT9OzI/AAAAAAAABxM/D4MqpiviMU8/s320/siluet-masjid-5-791121.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404506774847699762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;&amp;quot;Dunia memang aneh&amp;quot;, Gumam Pak Ustadz&lt;br&gt; &amp;quot;Apanya yang aneh Pak?&amp;quot; Tanya Penulis yang fakir ini.&lt;br&gt; &amp;quot;Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami&amp;quot; Kata Pak Ustadz.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya&amp;quot; &lt;br&gt; &amp;quot;Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?&lt;br&gt; Tanya ibu muda itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal,tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin?&lt;br&gt; Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?&lt;br&gt; Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?&lt;br&gt; Orang yang pergi kemasjid akan terasa &amp;quot;aneh&amp;quot; ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron.&lt;br&gt; Orang kemasjid akan terasa &amp;quot;aneh&amp;quot; ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Orang kemasjid terasa &amp;quot;aneh&amp;quot; ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, &amp;quot;Kamu akan banyak menjumpai &amp;quot;keanehan-keanehan&amp;quot; lain disekitarmu&amp;quot; , kata Pak Ustadz.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Keanehan-keanehan&amp;quot; disekitar kita?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak &amp;quot;aneh&amp;quot; ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa &amp;quot;aneh&amp;quot;, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya,yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat.. Aneh bukan?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits,atau ayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang &amp;quot;aneh&amp;quot; selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut &amp;quot;ditumbenin&amp;quot; ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al A'raf:31)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut dikatakan &amp;quot;sok alim&amp;quot; ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut dikatakan &amp;quot;Sok Rajin&amp;quot; ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang&lt;br&gt; ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman &amp;quot;. (Annisaa:103)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut untuk shalat jum'at/shalat berjama'ah berada dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....,Karena dishaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga dijaman Nabi Salallahu'alaihi wassalam para sahabat bisa bertenggkar cuma gara-gara memperebutkan berada dishaf depan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui &amp;quot;. (Al Jumu'ah:9)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: &amp;quot;Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?&amp;quot; (Fusshilat:33)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita....&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, &amp;quot;sampaikan dariku walau satu ayat&amp;quot;( Potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas,&lt;br&gt; meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lakukan &amp;quot;keanehan-keanehan&amp;quot; yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see. Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an &amp;amp; Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lagian kenapa kita harus takut disebut &amp;quot;orang aneh&amp;quot; atau &amp;quot;manusia langka&amp;quot; jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at dan bermanhaj yang benar.,&lt;br&gt;&lt;br&gt; Thx buat tmen nge-blok, 'Muhammad Asfar' &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-246707610290173571?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/246707610290173571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=246707610290173571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/246707610290173571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/246707610290173571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/jangan-takut-jadi-orang-aneh.html' title='Jangan Takut Jadi Orang Aneh'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SwCqRwT9OzI/AAAAAAAABxM/D4MqpiviMU8/s72-c/siluet-masjid-5-791121.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3298840574975894015</id><published>2009-11-10T22:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T22:52:16.345-08:00</updated><title type='text'>Pidato Bung Tomo</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvpfIBluaSI/AAAAAAAABxE/UX8Mw5HpkzA/s1600-h/bung_tomo_6-736347.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvpfIBluaSI/AAAAAAAABxE/UX8Mw5HpkzA/s320/bung_tomo_6-736347.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402735294454589730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font size=3&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br&gt; Merdeka!!!&lt;br&gt; Saoedara-saoedara ra'jat djelata di seloeroeh Indonesia,&lt;br&gt; teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja&lt;br&gt; Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.&lt;br&gt; Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.&lt;br&gt; Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.&lt;br&gt; Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.&lt;br&gt; Saoedara-saoedara,&lt;br&gt; didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa&lt;br&gt; ra'jat Indonesia di Soerabaja&lt;br&gt; pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,&lt;br&gt; pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,&lt;br&gt; pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,&lt;br&gt; pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,&lt;br&gt; pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,&lt;br&gt; pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli &amp;amp; seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,&lt;br&gt; didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra'jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,&lt;br&gt; telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,&lt;br&gt; telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana&lt;br&gt; Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara&lt;br&gt; Dengan mendatangkan presiden &amp;amp; pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.&lt;br&gt; Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.&lt;br&gt; Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.&lt;br&gt; Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra'jat Indonesia,&lt;br&gt; ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini&lt;br&gt; Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,&lt;br&gt; ini djawaban ra'jat Soerabaja&lt;br&gt; ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian&lt;br&gt; Hai tentara Inggris!,&lt;br&gt; kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,&lt;br&gt; menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,&lt;br&gt; kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe&lt;br&gt; Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,&lt;br&gt; Tetapi inilah djawaban kita:&lt;br&gt; Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah &amp;amp; putih,&lt;br&gt; maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!&lt;br&gt; Saoedara-saoedara ra'jat Soerabaja,&lt;br&gt; siaplah keadaan genting&lt;br&gt; tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,&lt;br&gt; baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.&lt;br&gt; Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.&lt;br&gt; Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.&lt;br&gt; Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.&lt;br&gt; Dan kita jakin, saoedara-saoedara,&lt;br&gt; pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita&lt;br&gt; sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar&lt;br&gt; pertjajalah saoedara-saoedara,&lt;br&gt; Toehan akan melindungi kita sekalian&lt;br&gt;&lt;br&gt; Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar!&lt;br&gt; MERDEKA!!!&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3298840574975894015?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3298840574975894015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3298840574975894015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3298840574975894015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3298840574975894015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/pidato-bung-tomo.html' title='Pidato Bung Tomo'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvpfIBluaSI/AAAAAAAABxE/UX8Mw5HpkzA/s72-c/bung_tomo_6-736347.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3233627959356133883</id><published>2009-11-10T19:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T19:53:33.880-08:00</updated><title type='text'>Buah Kebeningan Hati</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Svo1PTTnWEI/AAAAAAAABw8/3tI20YFHTcg/s1600-h/bening-713881.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Svo1PTTnWEI/AAAAAAAABw8/3tI20YFHTcg/s320/bening-713881.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402689239981185090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;[KH. Abdullah Gymnastiar]&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata hatinya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki hati yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya, Subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan mafaat. Tutur katanya bernas dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata hati. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Orang yang bening hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap detik yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tak berlebihan jika orang yang berbening hati seperti ini akan lebihmudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Subhanallah, bening hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Walhasil, orang yang telah tertata hatinya adalah orang yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan tidak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan. Hatinya yang bersih membuat terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan penuh dengan kesantunan. Siapapun yang berjumpa akan merasa kesan yang mendalam, siapapun yang bertemu akan memperoleh aneka manfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi buah kenangan yang tak mudah dilupakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan, Subhanallah, lebih dari semua itu, kebeningan hatipun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah menjadi luar biasa manfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, dia pun menjadi lebih akrab dengan Allah, ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula do'a-do'anya menjadi luar biasa mustajabnya. Mustajabnya do'a tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang dihadapinya. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak, Allahu Akbar.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pendek kata orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya, luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya. Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. Tidak rindukah kita memiliki hati yang bersih?&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Silahkan bandingkan dengan orang yang berperilaku sebaliknya; berhati busuk, semrawut, dan kusut masai.&lt;br&gt; Wajahnya bermuram durja, kusam, dan senantiasa tampak resah dan gelisah. Kata-katanya bengis, kasar, dan ketus. Hatinya pun senantiasa dikotori buruk sangka, dendam kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tidak senang melihat orang lain bahagia, kikir, dan lain-lain penyakit hati yang terus menerus menumpuk, hingga sulit untuk dihilangkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tak berlebihan bila perilakunya pun menjadi hina dan nista, jauh dari perilaku terhormat, lebih dari itu, badannya pun menjadi mudah terserang penyakit. Penyakit buah dari kebusukan hati, buah dari ketegangan jiwa, dan buah dari letihnya pikiran diterpa aneka rona masalah kehidupan. Selain itu, akal pikirannya pun menjadi sempit dan bahkan lebih banyak berpikir tentang kezhaliman.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Oleh karenanya, bagi orang yang busuk hati sama sekali tidak ada waktu untuk bertambah ilmu. Segenap waktunya habis hanya digunakan untuk memuntahkan ketidaksukaannya kepada orang lain. Tidak mengherankan bila hubungan dengan Allah SWT pun menjadi hancur berantakan, ibadah tidak lagi menjadi nikmat dan bahkan menjadi rusak dan kering. Lebih rugi lagi, ia menjadi jauh dari rahmat Allah. Akibatnya pun jelas, do'a menjadi tidak ijabah [terkabul], dan aneka masalah pun segera datang menghampiri, naudzubillaah [kita berlindung kepada Allah].&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ternyata hanya kerugian dan kerugian saja yang didapati orang berhati busuk. Betapa malangnya. Pantaslah Allah SWT dalam hal ini telah mengingatkan kita dalam sebuah Firman-Nya : 'Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.' [Q.S. Asy-Syam [91] : 9 - 10].&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ingatlah saudaraku, hidup hanya satu kali dan siapa tahu tidak lama lagi kita akan mati. Marilah kita bersama-sama bergabung dalam barisan orang-orang yang terus memperbaiki diri, dan mudah-mudahan kita menjadi contoh awal bagaimana menjadikan hidup indah dan prestatif dengan bening hati, Insya Allah. &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3233627959356133883?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3233627959356133883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3233627959356133883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3233627959356133883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3233627959356133883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/buah-kebeningan-hati.html' title='Buah Kebeningan Hati'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Svo1PTTnWEI/AAAAAAAABw8/3tI20YFHTcg/s72-c/bening-713881.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-7136278346307917235</id><published>2009-11-08T23:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T23:16:44.009-08:00</updated><title type='text'>Iblispun Minta Pensiun</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvfB3KUY2bI/AAAAAAAABw0/t6bqtWzKLJ4/s1600-h/bsd-linux-devil-704010.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvfB3KUY2bI/AAAAAAAABw0/t6bqtWzKLJ4/s320/bsd-linux-devil-704010.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401999431461034418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Iblis Pun Minta Pensiun Dini&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemudian ustadz melanjutkan ceramah Iednya yang menarik...&lt;br&gt; &amp;quot;Saya sempat menerima email dari sahabat saya. Sekali lagi ini hanya sekedar&lt;br&gt; email dan sebenarnya TIDAK BENAR dan tidak perlu kita percayai. Tapi, terus&lt;br&gt; terang, isinya membuat saya terenyeuh, dan oleh karena itu ada baiknya kita&lt;br&gt; renungi&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Karena email ini boleh jadi adalah cermin dari akhlak masyarakat kita saat&lt;br&gt; ini&amp;quot;.&lt;br&gt; &amp;quot; Karena apabila orang itu pejabat, yang seharunya jadi tokoh panutan, dan bila&lt;br&gt; ia tidak memiliki akhlaqul karimah, maka keburukannya berpotensi menggurita dan&lt;br&gt; berpotensi berbahaya menggerogoti sendi-sendi kehidupan bermasyarakat&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Akhlaq yang fitrah, moral yang suci, yang melahirkan sifat-sifat terpuji, jauh&lt;br&gt; dari sikap hina dan tercela, menghadirkan kejujuran dan membuang jauh kedustaan,&lt;br&gt; menghadirkan amanah, menjauhkan penghianatan, menghadirkan kesejahteraan,&lt;br&gt; kesantunan dan menjauhkan kesewenang-wenangan. Dan kita digembleng saat&lt;br&gt; ramadhan. Ia harusnya menghadirkan ketenangan, bukan hanya untuk si pelaku, tapi&lt;br&gt; juga bagi orang-orang di sekeitarnya. &amp;quot;Wa innaka la'ala khuluqin 'azhiiim....&amp;quot;,&lt;br&gt; sesungguhnya misi rasul adalah mengajarkan kita akhlak yang mulia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemudian ustadz mulai mendongeng tentang email sahabatnya...&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Begini....Email dari sahabat saya itu bercerita, bahwa konon iblis meghadap&lt;br&gt; Allah, lalu menyerahkan surat berisikan pengajuan pensiun dini.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kami tentu tersenyum mendengar awal cerita dari pak Ustadz. Di sebuah sholat ied&lt;br&gt; yang sakral ada cerita lain dari biasanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ustadz lalu meneruskan....Lalu iblis mengatakan: &amp;quot;Hamba sudah tak sanggup lagi&lt;br&gt; menggoda manusia, duh Gusti Yang Mulia ...&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Allah kemudian bertanya...&lt;br&gt; &amp;quot;Hai iblis kenapa engkau lakukan ini?Apa alasanmu sadar untuk pensiun dini?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Iblis menahan nafas panjang....sebelum akhirnya menjawab...&lt;br&gt; &amp;quot;Hamba sudah tidak tahan Yang Mulia&amp;quot;...&lt;br&gt; Iblis mengatur nafasnya yang tidak karuan, seperti frustasi ingin meledakkan&lt;br&gt; kedongkolan yang akut ribuan tahun lamanya. Lalu iblis melanjutkan...&lt;br&gt; &amp;quot;..perasaan hamba sudah tidak karuan, fisik dan mental terkuras habis dengan&lt;br&gt; ulah manusia-manusia zaman sekarang, Padukaku....&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Iblis kemudian terlihat mulai menenangkan dirinya...&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Bagaimana hamba tidak habis fikir Padukaku Yang Mulia...&amp;quot; kali ini mimiknya&lt;br&gt; serius.&lt;br&gt; &amp;quot; Ada jaksa yang harusnya menegakkan hukum, eee ...malah terlibat korupsi&lt;br&gt; miliaran&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot; Ada menteri yang aji mumpung menghabiskan uang rakyat, mantan menteri&lt;br&gt; foya-foya duit korupsi...&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Pejabat yang bawa lari istri orang...&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot; Anggota Mahkamah Agung disuap kasus korupsi&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot; Kalo anggota DPR, nggak usah ditanya Paduka... sebagian mereka masih hobi&lt;br&gt; korupsi, juga hobi plesir keluar negeri pakai uang rakyat dengan dalih studi&lt;br&gt; banding. Sebagian mereka kok masih hobi selingkuh dan sebagian lain hobi memeras&lt;br&gt; pengusaha ...&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot; Ada lagi oknum tokoh, sebagian mereka juga dikenal seorang ustadz, yang&lt;br&gt; semestinya jadi panutan, lah kok malah melakukan pelanggaran....&amp;quot;&lt;br&gt; Iblis menggeretukkan geliginya, geleng-geleng kepala pertanda memendam muak luar&lt;br&gt; biasa.&lt;br&gt; &amp;quot;Hamba khawatir Padukaku Yang Mulia.... &amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot; Hamba kapok...khawatir justru hamba yang tergoda oleh manusia...&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Berlin, 1 Syawal 1430 H&lt;br&gt; (untuk sobatku: aku hanya bisa mengatakan: keep moving, uhibbuk fillah)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-7136278346307917235?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/7136278346307917235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=7136278346307917235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7136278346307917235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7136278346307917235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/iblispun-minta-pensiun.html' title='Iblispun Minta Pensiun'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvfB3KUY2bI/AAAAAAAABw0/t6bqtWzKLJ4/s72-c/bsd-linux-devil-704010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3164410753907226273</id><published>2009-11-06T02:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T02:23:31.907-08:00</updated><title type='text'>NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvP5I2_IZGI/AAAAAAAABws/cKgeF6U_sDM/s1600-h/espresso1-711908.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvP5I2_IZGI/AAAAAAAABws/cKgeF6U_sDM/s320/espresso1-711908.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400934308741932130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir&lt;br&gt; masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang&lt;br&gt; telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang&lt;br&gt; stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan&lt;br&gt; porsi besar berisi kopi dan cangir berbagai jenis dari porselin,&lt;br&gt; plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal&lt;br&gt; dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan&lt;br&gt; mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor&lt;br&gt; itu mengatakan: &amp;quot;Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan&lt;br&gt; mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah&lt;br&gt; saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya&lt;br&gt; yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi&lt;br&gt; sumber masalah dan stress yang kalian alami.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.&lt;br&gt; Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus,&lt;br&gt; bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan&lt;br&gt; sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar&lt;br&gt; mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang&lt;br&gt; lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan&lt;br&gt; pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena&lt;br&gt; berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang&lt;br&gt; Tuhan sediakan bagi kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda&lt;br&gt; merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh&lt;br&gt; keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk&lt;br&gt; tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah&lt;br&gt; hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?Hanya hati&lt;br&gt; anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan&lt;br&gt; cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan&lt;br&gt; anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3164410753907226273?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3164410753907226273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3164410753907226273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3164410753907226273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3164410753907226273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya.html' title='NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvP5I2_IZGI/AAAAAAAABws/cKgeF6U_sDM/s72-c/espresso1-711908.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4064716596150445305</id><published>2009-11-06T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T01:56:20.152-08:00</updated><title type='text'>Suatu Malam, di Sebuah Pesta</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvPyxJDgD_I/AAAAAAAABwk/0uMbtt4suYY/s1600-h/party-780153.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvPyxJDgD_I/AAAAAAAABwk/0uMbtt4suYY/s320/party-780153.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400927304205471730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Oleh: Miranda Risang Ayu&lt;br&gt;&lt;br&gt; Suatu malam, di sebuah pesta, seorang perempuan muda dikagetkan oleh pertemuannya dengan seorang sahabat yang telah lama tidak dijumpainya.&lt;br&gt; &amp;quot;Saya agak kesulitan untuk memulai perbincangan,&amp;quot; kata sahabat lama perempuan muda itu berterus terang. &amp;quot;Tetapi, bagaimana hidup? Apakah kau bahagia?&amp;quot;&lt;br&gt; Apakah ia bahagia? Malam itu adalah pesta, dan setiap orang bukan saja berhak, tetapi wajib bahagia. Lagi pula, ia bertemu dengan sahabat lamanya, dan disapa oleh sebuah pertanyaan impresif yang menggairahkan kesadarannya. Jadi, bukankah ia tinggal menjawab dengan serangkaian cerita yang membuktikan bahwa ia memang tengah bahagia?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Perempuan muda itu pun mulai menjawab bahwa ia banyak tertawa malam itu. Mungkin karena pesta itu sendiri memang dirancang dengan ide yang amat menarik dan dengan tujuan untuk menyenangkan semua yang hadir. Pesta itu diadakan di tengah kebun yang dipenuhi palma&lt;br&gt; dan kamboja, dengan rumah-rumah kayu beratap rumbia, dan dilingkungi oleh persawahan khas Bali Tengah yang bertatahkan cahaya obor di setiap sudutnya.&lt;br&gt; Ada tari-tarian tradisional yang anggun, joged Bumbung yang semarak, yang dipadukan dengan peragaan busana kontemporer dan musik akustik. Lebih penting lagi, ada bulan bercahaya menjelang purnama. Apa lagi?&lt;br&gt; Anehnya, perempuan muda itu merasa pipinya kelu oleh senyumnya sendiri. Semakin tawa ria membahana di sekelilingnya, ia merasa semakin sunyi. Dilepaskan pandangannya ke setiap meja yang dipenuhi makanan, dan ia baru tersadar bahwa porsi makanan yang diambilnya bahkan lebih sedikit dari porsi sarapannya setiap pagi.&lt;br&gt; Perempuan muda itu tidak mau menyerah. Ia lalu bercerita tentang keberhasilannya dalam bekerja. Dalam hitungan tahun di satu jari tangan, atas hasil prestasi kerjanya sendiri, ia telah menduduki posisi penting yang membuatnya sering harus melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Atas biaya kantornya, ia pun akan segera melanjutkan pendidikannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Anehnya, ada rasa jeri di hatinya ketika kini, agenda perkawanannya ternyata hampir seluruhnya diletakkan dalam kerangka bisnis; ia tidak pernah lagi bersahabat dengan seseorang yang tidak memiliki keahlian atau uang, sekalipun orang itu jujur dan enak diajak berbincang. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk membina hubungan baik dengan seseorang yang sulit, atau bahkan&lt;br&gt; kalau perlu, musuhnya sendiri, untuk keperluan memperluas jaringan dan menguatkan posisinya. Baginya, bersahabat bahkan sudah menjadi bagian dari strategi, yakni untuk mengetahui kelemahan saingannya sendiri, dan kemudian mengalahkannya dengan elegan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Perempuan muda itu kemudian mencoba memulai cerita tentang kehidupan pribadinya, namun urung. Tiba-tiba ia bingung mengais-ngais kehidupan pribadinya sendiri. Maka, ia pun ganti bertanya, &amp;quot;Bagaimana dengan kau sendiri?&amp;quot; &amp;quot;Aku?&amp;quot; dan sahabatnya itu tersenyum. &amp;quot;Aku sakit.&lt;br&gt; Kanker. Mungkin,hidupku tidak lagi lama.&amp;quot;Perempuan itu tertegun, &amp;quot;Astagfirullah. Tentu kau&lt;br&gt; sangat menderita.&amp;quot; &amp;quot;Secara fisik, ya,&amp;quot; tetapi sahabatnya itu kemudian tersenyum dengan amat indah.&amp;quot;Tetapi, aku bahagia. Aneh bukan? Setidaknya, aku kini tahu bahwa pesta, uang, kedudukan, dan semua kesenangan itu tidak pernah mengajariku lebih baik dari pada sakitku yang menyebalkan ini.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Memang kau belajar apa?&amp;quot; sergah perempuan itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku belajar bahwa hakikat hidup itu sesungguhnya sederhana, yakni untuk belajar mati dengan baik; mati yang tidak dibebani oleh harta atau penyesalan apa pun, selain kecemasan kecil untuk dapat merasakan senyum-Nya yang abadi.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4064716596150445305?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4064716596150445305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4064716596150445305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4064716596150445305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4064716596150445305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/11/suatu-malam-di-sebuah-pesta.html' title='Suatu Malam, di Sebuah Pesta'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SvPyxJDgD_I/AAAAAAAABwk/0uMbtt4suYY/s72-c/party-780153.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-306810692615414963</id><published>2009-09-29T01:50:00.001-07:00</published><updated>2009-09-29T01:50:22.049-07:00</updated><title type='text'>Mental Cari Kursi</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SsHKTmmWx-I/AAAAAAAABwc/8_HIRKZwmgM/s1600-h/Nasir-Kursi-722050.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SsHKTmmWx-I/AAAAAAAABwc/8_HIRKZwmgM/s320/Nasir-Kursi-722050.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386809067439572962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Oleh: Wiji Suprayogi&lt;br&gt;&lt;br&gt; Bu Djum­dia selalu memberi koreksi ketika ada orang tidak menuliskan huruf "D" saat menuliskan namanya­sebenarnya tidak miskin sama sekali. Dia baru saja membeli motor baru dan motor itu yang sekarang menemani hari-harinya beraktivitas di sekolah. Rumahnya lumayan besar dan tampak sangat menonjol di antara tetangganya. Semuanya itu adalah hasil kerja keras keluarga mengelola tanah yang mereka miliki. Bisa dikatakan dia dan keluaragnya adalah keluarga yang tangguh dan pekerja keras. Tetapi selalu saja dia mengeluhkan gajinya yang kecil dalam kapasitasnya sebagai guru swasta. Cerita yang selalu muncul dari mulutnya adalah bagaimana susahnya hidup dan bagaimana kurangnya gaji dia. &lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Waktu pertama kali saya berjumpa dengan Bu Djum, saya pikir betapa kekurangannya dia ini. Bayangan yang ada dalam benak saya adalah guru yang tiap hari harus bersusah payah banting tulang dan makan saja pasti kekurangan. Tetapi begitu saya tahu rumahnya dan tahu motor yang dia pakai serta aset-aset keluarganya saya jelas berfikir pasti ada yang salah di sana. TV-nya saja tidak cuman satu, besar lagi. Trus ada mobil­walau bukan merek terbaru­nongkrong di garasi rumahnya. Hp-nya produk keluaran terbaru. Saya nyengir aja ketika diberi minum coffeemix­minuman wajib bagi tamu di rumahnya­dan dia bilang "Seadanya ya Mas". Bagi tetangganya jelas sebuah kemewahan tersendiri menghidangkan minuman instan buat tamu. Tapi tidak apa-apa juga ding karena saya senang dengan coffeemix itu.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Usut punya usut Bu Djum menganggap pekerjaannya sebagai petani bukan pekerjaan. Dia menganggap pekerjaannya adalah Guru. Karena dia menganggap pekerjaannya Guru maka dia berharap sangat besar kedudukannya itu yang akan mensuport seluruh pundi-pundi keuangan keluarganya. Sebuah harapan yang nyaris tak akan terwujud mengingat statusnya sebagai guru swasta yang Yayasannya sendiri mati segan hidup pun tak mau. Pada awal-awal Bu Djum mengajar, memang gajinya lebih besar dari gaji pegawai negeri tetapi seiring perubahan jaman, perubahan nilai uang, dan makin bobroknya Yayasan maka gajinya menjadi tidak berarti sama sekali. Ada harapan yang bertolak belakang dengan realita yang dia kerjakan selama ini.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Bagi saya ironis karena Bu Djum selalu saja berfikir bahwa pekerjaan Guru atau sesuatu yang di kantor dianggap lebih bergengsi sementara petani tidak dan ternyata selama ini justru hasil pertaniannya yang membuat dapurnya ngebul dan bisa meraih kekayaan seperti saat ini. Jadi bagi Bu Djum kemanapun dia pergi dia akan bilang kalau dia itu kekurangan dan miskin karena Gajinya sebagai guru sangat kecil. Sebenarnya harapannya adalah agar gajinya sebagai guru dinaikkan dan dia bisa leha-leha tidak perlu lagi ke sawah atau ke ladang untuk bertani. Guru dia anggap sebagai kedudukan dengan status yang tinggi dan terpandang di masyarakat. Enak kan punya kursi atau kedudukan yang tidak perlu kerja keras dan dapat korupsi. Apalagi Bu Djum melihat teman-temanya Guru negeri bisa bermalas-malasan tidak mengajar dan tetep naik terus gajinya dan akhirnya tinggal bermain dalam gaya hidup tertentu sesuai dengan pilihan mereka.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Saya melihat hal ini sebagai salah satu penyakit pendidikan kita. Guru sudah sejak awal dengan sadar mengajarkan kepada murid untuk bergantung kepada kedudukan atau kursi atau status dan bukannya kerja keras atau kemampuan belajar yang baik. Di lain pihak Guru-guru itu tidak hanys mengajarkan tapi juga mempraktekan hidup bergantung kepada kedudukan dan kursi. Maka tidak heran juga ketika saya tahu anak-anak Bu Djum bilang belum bekerja alias menganggur. Mereka tidak bisa melihat bahwa pekerjaan besar menanti di ladang yang selama ini mereka garap untuk menghidupi keluarga mereka. Terakhir saya dengar anaknya yang sulung lebih rela dan bangga jadi SPG (Sales Promotion Girl) di kota dengan ijasah sarjananya dari pada mengembangkan usaha tani keluarga mereka yang sangat potensial.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Mental memperoleh kedudukan ini saya pikir menghilangkan kemampuan belajar para siswa. Mereka sejak awal dicekoki pengetahuan bahwa untuk berhasil adalah memperoleh kedudukan tertentu yang berarti kekuasaan dan juga eksploitasi sesama. Tidak heran kalau para siswa dan masyarakat pada umumnya terpesona dengan selembar ijasah karena lewat ijasah itulah jalan menuju kepada kedudukan yang di katakan lebih mapan seringkali lancar dan bebas hambatan.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Bagi saya sendiri inilah salah satu pembodohan dalam pendidikan kita. Anak pada akhirnya bukan belajar untuk ingin tahu dan berkreasi tapi belajar menjadi buruh yang mengabdi kepada kedudukan atau kursi untuk selanjutnya mengeksploitasi mereka yang di bawahnya. Anak belajar mengejar ijasah bukan kemampuan untuk hidup.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Tapi Bu Djum dengan bangga bilang "Mas di antara Guru-guru yang lain, baru saya lho yang tahu tentang life skill dan KBK, soalnya saya saja yang kemarin ikut seminar di Jogja tentang life skill dan KBK, yang lain belom to? (Bu Djum bilang begini ketika sosialisasi KBK belum menyeluruh dan dia mendapat kesempatan diajak saudaranya di Jogja mengikuti seminar tadi). Saya kira dia akan mengubah cara mengajarnya tapi saya lihat dia masih senang marah-marah tuh sama siswanya dan sering hanya meninggalkan catatan karena dia mau; "Jualan kelapa, harga sedang bagus nih Mas".&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Dan Bu Djum masih saja kemarin (tanggal 10 Juli 2005) saya jumpai mengeluh dan berharap Gajinya sebagai guru di naikkan dan menganggap bertani adalah pekerjaan kelas bawah. Dan saya pun bilang ke dia "Bu saya main ke rumah ya, minta cooffeemix-nya". Memang kedudukan harus dirayakan&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-306810692615414963?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/306810692615414963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=306810692615414963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/306810692615414963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/306810692615414963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/09/mental-cari-kursi.html' title='Mental Cari Kursi'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SsHKTmmWx-I/AAAAAAAABwc/8_HIRKZwmgM/s72-c/Nasir-Kursi-722050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2927970379403591548</id><published>2009-09-09T19:18:00.001-07:00</published><updated>2009-09-09T19:18:35.069-07:00</updated><title type='text'>Karomah di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Sqhh-yIxcJI/AAAAAAAABvs/_bq7kmmSR-o/s1600-h/Allah-715070.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Sqhh-yIxcJI/AAAAAAAABvs/_bq7kmmSR-o/s320/Allah-715070.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379657486132408466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Ini adalah sebuah cerita yang mengharukan dan sulit untuk dipercayai. Sebuah mukjizat/karomah di bulan Ramadhan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Baru saja masuk ke email RYI pusat, di kirim oleh ustad Karyadi pimpinan rumah yatim dhuafa di Nabire Papua. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Begini isi surat beliau..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Assalamuálikum saudaraku&lt;br&gt; Saya hendak menceritakan sebuah pengalaman yang luar biasa setidaknya bagi saya yang hina ini. Ramadhan ini adalah tahun ke 5 saya mengabdikan diri melayani yatim duafa di papua bil khusus kota nabire. Melayani 30 an anak cukup menuntut kesabaran dan perjuangan tersendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Beberapa hari ini cadangan makanan kami sudah habis. Sodaqoh dari para donatur pun sudah habis. Sahur tadi pagi adalah sisa makanan buka kemarin yang kami kumpulkan. Sebagian anak bahkan hanya minum air untuk sahur pagi ini. Shalat subuh berjamaah kami berdoa munajad kepada illahi dengan linangan air mata dipipi anak-anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya sungguh miris menyaksikan dan mendengar doa mereka. Ada seorang anak mualaf- yusuf berdoa cukup lama. Ini tahun pertamanya berpuasa. saya mendengar doanya..ya Allah betapa Engkau sungguh baik, namun aku merasa berat menahan lapar dan dahaga dalam puasa ini. Aku memohon turunnya limpahan rezekMU...berilah kami makanan yang layak agar kuat tubuh kami melaksanakan perintahMu yang hamba kerjakan dengan iklas di tahun pertama hamba menjadi seorang Muslim..'&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya menangis terharu..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya bingung karena sangat mengetahui keadaan sarana dan prasarana di nabire ini sangat sulit. Saudara kita yang beragama islam yang mendonasikan rezekinya ke kami sangat sedikit. Kami pun berusaha dengan berbagai cara namun yang menjadi sebuah kenyataan adalah...&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kami sudah kehabisan makanan. Sama sekali...&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tepat jam 8 kami sholat dhuha...&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sungguh ini mungkin sholat dan doa kami terkhusyu ..kami benar-benar sudah tidak bisa melihat hari ini bisa berbuka dengan apa. Namun kami pasrahkan 1000% pada Allah. Linangan air mata di pipi kami sedari subuh seakan belum hilang. Tiba-tiba dari atas gudang seorang anak berteriak sangat kencang..."pak ustad..di gudang ada 5 karung beras!!! Apa kita masak buat nanti berbuka pakai beras ini?"&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya sungguh terkejut..TIDAK MUNGKIN! Karena tiap hari gudang itu dibersihkan dan sudah 2 hari ini kosong. Dari mana ada 5 karung beras?!. Kami bergegas kegudang atas. Benar..SUBHANALLAH..benar-benar terkejut kami khususnya saya. Subhannallah...Allahu Akbar...5 karung beras tertulis "Beras Ramos"...seumur umur saya di nabire 5 tahun ini mana ada beras ramos seperti di bogor atau sebagian jakarta dimana saya dahulu lama bekerja di yayasan panti karawang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Subhannallah..saya tak berhenti bersyukur antara bingung dan kagum...sungguh saudaraku..sungguh ini terjadi...sampai sekarang saya masih gemetar...dari mana beras ini datangnya...apakah ada seorang yang menyelinap mengirim tanpa kami tahu?. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Apapun kejadian hari ini yang kami alami kami terima sebagai bukti kebenaran akan bantuan Allah kepada kami dan inilah yang membuat kami semakin merasakan nikmatnya berjuang membantu umat dan membangun agama yang Allah ajarkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Akhirul kalam..kami juga sudah menerima kiriman dana dari RYI pusat. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah tiada terkira. Salam hormat untuk saudara-saudara seperjuangan di manapun berada. Teruslah bergantung kepada Allah dan percaya..pertolongan dan mukjizatNya adalah nyata.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wassalaam..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ustad Karyadi&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sengaja kami sadur ulang tulisan beliau agar menjadi masukan dan informasi bagi kita semua akan sebuah karomah di bulan suci Ramadhan ini. Siang tadi salah satu pimpinan harian RYI ustad Hartanto menghubungi langsung Usatd Karyadi dan menceritakan pengalamannya hari ini yang luar biasa secara kangsung. Terima kasih atas perkenan membaca informasi ini. Wassalamuálikum Wr.Wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Catatan : Alamat afiliasi RYI - di NABIRE, Jl poros pelabuhan KM 9 Maharia/sanuba &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2927970379403591548?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2927970379403591548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2927970379403591548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2927970379403591548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2927970379403591548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/09/karomah-di-bulan-ramadhan.html' title='Karomah di Bulan Ramadhan'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/Sqhh-yIxcJI/AAAAAAAABvs/_bq7kmmSR-o/s72-c/Allah-715070.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-344166043780469855</id><published>2009-09-03T18:58:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T18:58:35.799-07:00</updated><title type='text'>9 KEUNTUNGAN MEMBAYAR ZAKAT</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; 1. Keuntungan pertama: Mensucikan jiwa anda dari noda-noda dosa.&lt;br&gt; 2. Keuntungan kedua: Membebaskan jiwa anda dari perbudakan kepada harta benda.&lt;br&gt; 3. Keuntungan ketiga: Melipatgandakan Harta Kekayaan.&lt;br&gt; 4. Keuntungan keempat: Menjadi benteng dari bencana.&lt;br&gt; 5. Keuntungan kelima: Penghargaan yang hakiki atas jerih payah Anda.&lt;br&gt; 6. Keuntungan keenam: Memenuhi syarat halal menikmati harta kekayaan yang melimpah.&lt;br&gt; 7. Keuntungan Ketujuh: Menebus naungan di Alam Mahsyar.&lt;br&gt; 8. Keuntungan kedelapan: Zakat adalah benteng diri Anda dari api &amp;amp; siksa neraka.&lt;br&gt; 9. Keuntungan kesembilan: Zakat adalah gerigi kunci pintu surga.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 4 POIN PENTING&lt;br&gt;&lt;br&gt; 1. Poin pertama: Ketahuilah bahwa kaum fakir miskin telah berjasa kepada anda karena telah bersedia menerima zakat anda.&lt;br&gt; 2. Poin kedua: Nishab zakat harta kekayaan.&lt;br&gt; 3. Poin ketiga: Nishab uang disatukan dengan nishab emas atau perak.&lt;br&gt; 4. Poin keempat: Ketahuilah siapa saja yang berhak menerima zakat Anda.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-344166043780469855?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/344166043780469855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=344166043780469855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/344166043780469855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/344166043780469855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/09/9-keuntungan-membayar-zakat.html' title='9 KEUNTUNGAN MEMBAYAR ZAKAT'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-9141671172290657193</id><published>2009-08-20T20:52:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T20:52:31.310-07:00</updated><title type='text'>SEPULUH LANGKAH MENYAMBUT RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Oleh : Mochamad Bugi&lt;br&gt;&lt;br&gt; 1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, "&lt;i&gt;Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan&lt;/i&gt;." Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br&gt; Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, "&lt;i&gt;Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha&lt;/i&gt;." Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab &lt;i&gt;Adzkar&lt;/i&gt;-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya." Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka." (HR. Ahmad).&lt;br&gt; Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;br&gt;&lt;br&gt; 6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui," begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa' ayat 7.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;br&gt;&lt;br&gt; 8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;br&gt;&lt;br&gt; · buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba'da sholat subuh dan zhuhur.&lt;br&gt; · membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; (Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-9141671172290657193?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/9141671172290657193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=9141671172290657193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9141671172290657193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9141671172290657193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/08/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan.html' title='SEPULUH LANGKAH MENYAMBUT RAMADHAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8590994435963746088</id><published>2009-08-18T02:11:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T02:11:19.037-07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN MENJELANG RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SopwN1mk-mI/AAAAAAAABvE/94AXRoeZMA0/s1600-h/ramadhan-779038.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SopwN1mk-mI/AAAAAAAABvE/94AXRoeZMA0/s320/ramadhan-779038.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371228888622234210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;&lt;b&gt;by Yusuf Islam (Cat Stevens)&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt;Ada 6 klasifikasi Muslim pada bulan Ramadhan : &lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; 1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang menanti kehadiran Ramadhan dengan suka cita, bekerja keras menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dan sunah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu �Alaihi Wasallam (SAW). &lt;br&gt; 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang memasuki bulan Ramadhan dan keluar darinya dengan tanpa perubahan dan tidak bertambah darinya kebajikan apa pun. &lt;br&gt; 3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan ini. Ia dengan khusyu melakukan ibadah dan beramal saleh. Namun bila Ramadhan usai, ia akan kembali kepada �habitat�-nya semula. &lt;br&gt; 4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang di bulan ini hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun tetap melakukan kemaksiatan. &lt;br&gt; 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang menjadikan siang hari Ramadhan bagai malam dengan tidur sepanjang hari dan mengisi malamnya dengan lahwu (kegiatan yang melalaikan). &lt;br&gt;&lt;br&gt; 6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang tidak mengenal Allah baik di bulan Ramadhan atau di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun meskipun ia mengaku sebagai seorang Muslim. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Dalam golongan manakah kita ?&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8590994435963746088?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8590994435963746088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8590994435963746088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8590994435963746088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8590994435963746088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/08/renungan-menjelang-ramadhan.html' title='RENUNGAN MENJELANG RAMADHAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SopwN1mk-mI/AAAAAAAABvE/94AXRoeZMA0/s72-c/ramadhan-779038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2655834107538462312</id><published>2009-08-11T22:32:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T22:32:20.667-07:00</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan Atau Cinta?</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah dan &lt;br&gt;ia melihat ada tiga orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman &lt;br&gt;depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua.&lt;p&gt;Perempuan itu berkata: &amp;quot;Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda &lt;br&gt;semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya &lt;br&gt;sesuatu untuk mengganjal perut kalian.&amp;quot;&lt;p&gt;Laki-laki berjanggut itu balik bertanya, &amp;quot;Apakah suamimu sudah pulang?&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan itu menjawab, &amp;quot;Belum, dia sedang keluar.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Oh, kalau begitu kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai &lt;br&gt;suamimu kembali,&amp;quot; kata laki-laki itu.&lt;p&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan &lt;br&gt;semua kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, &lt;br&gt;lalu ia berkata kepada istrinya, &amp;quot;Sampaikan pada mereka, aku telah &lt;br&gt;kembali dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;p&gt;&amp;quot;Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama, &amp;quot; kata laki-laki itu &lt;br&gt;hampir bersamaan.&lt;p&gt;&amp;quot;Lho, kenapa?&amp;quot; tanya perempuan itu karena merasa heran.&lt;p&gt;Salah seorang laki-laki itu berkata, &amp;quot;Nama dia Kekayaan,&amp;quot; katanya &lt;br&gt;sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, &lt;br&gt;&amp;quot;Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,&amp;quot; sambil memegang bahu &lt;br&gt;laki-laki berjanggut lainnya. &amp;quot;Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. &lt;br&gt;Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh &lt;br&gt;masuk ke rumahmu.&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan itu kembali masuk ke dalam dan memberitahu pesan laki-laki &lt;br&gt;di luar. Suaminya pun merasa heran. &amp;quot;Oh, menyenangkan sekali. Baiklah &lt;br&gt;kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin &lt;br&gt;rumah ini penuh dengan kekayaan.&amp;quot;&lt;p&gt;Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, &amp;quot;Sayangku, &lt;br&gt;kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita &lt;br&gt;perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.&amp;quot;&lt;p&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut &lt;br&gt;mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. &amp;quot;Bukankah lebih &lt;br&gt;baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini &lt;br&gt;akan nyaman dan penuh kehangatan Cinta.&amp;quot;&lt;p&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. &amp;quot;Baiklah, &lt;br&gt;ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, si Cinta menjadi &lt;br&gt;teman santap malam kita.&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan itu kembali ke luar dan bertanya kepada tiga laki-laki itu, &lt;br&gt;&amp;quot;Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda &lt;br&gt;menjadi tamu kita malam ini.&amp;quot;&lt;p&gt;Si Cinta bangkit dan berjalan menuju beranda rumah. Oh, ternyata &lt;br&gt;kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.&lt;p&gt;Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan &lt;br&gt;si Kesuksesan, &amp;quot;Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, &lt;br&gt;tapi kenapa kalian ikut juga?&amp;quot;&lt;p&gt;Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab bersamaan, &amp;quot;Kalau Anda &lt;br&gt;mengundang si Kekayaan atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan &lt;br&gt;tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka &lt;br&gt;kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada &lt;br&gt;Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab &lt;br&gt;ketahuilah, sebenarnya kami buta dan hanya si Cinta yang bisa &lt;br&gt;melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita kepada jalan kebaikan, &lt;br&gt;kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan, &lt;br&gt;saat kami menjalani hidup ini.&amp;quot;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2655834107538462312?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2655834107538462312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2655834107538462312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2655834107538462312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2655834107538462312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/08/kekayaan-kesuksesan-atau-cinta.html' title='Kekayaan, Kesuksesan Atau Cinta?'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1637484015114378227</id><published>2009-07-27T21:41:00.001-07:00</published><updated>2009-07-27T21:41:23.050-07:00</updated><title type='text'>NewsLetter Motivasi</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Hey All,&lt;br&gt;&lt;br&gt; ini adalah sebagian pembuka dari email motivasi yang bisa anda perolah secara GRATIS&lt;br&gt; =============&lt;br&gt; Sesungguhnya banyak yang harus kita lakukan dan capai dalam hidup ini, tetapi sangat sedikit yang telah dapat kita wujudkan !!! &lt;br&gt; Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah. &lt;br&gt; Hidup adalah tantangan, hadapilah. &lt;br&gt; Hidup adalah anugerah, terimalah. &lt;br&gt; Hidup adalah pertandingan, menangkanlah. &lt;br&gt; Hidup adalah tugas, selesaikanlah. &lt;br&gt; Hidup adalah cita-cita, capailah. &lt;br&gt; Hidup adalah misteri, singkapkanlah. &lt;br&gt; Hidup adalah kesempatan, ambillah. &lt;br&gt; Hidup adalah lagu, nyanyikanlah. &lt;br&gt; Hidup adalah janji, penuhilah. &lt;br&gt; Hidup adalah keindahan, bersyukurlah. &lt;br&gt; Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Uang, kebahagiaan, kesuksesan, cinta, dan seks, hanyalah bagian-bagian KECIL dari hidup. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Hidup adalah mengejar yang terbaik dalam semua prioritas yang terpenting dalam hidup, yaitu: &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bangkit dari Kegagalan, Membangun Karakter, Memiliki Integritas, Menjadi seperti apa diri kita kita seharusnya, Mencapai Semua Impian Terbaik Kita, dan Memberikan yang terbaik bagi sesama... &lt;br&gt; =================&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika anda tertarik Segera buka link ini : &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font size=3 color="#FF0000"&gt;&lt;b&gt; &lt;a href="http://www.inspirasio.com/?id=irwanwk" eudora="autourl"&gt; http://www.inspirasio.com/?id=irwanwk&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=3&gt;Okeh frendz, semoga dengan adanya email motivasi ini kita akan tetap bersemangat di dalam menjalani hidup ini&lt;br&gt;&lt;br&gt; salam spirit,&lt;br&gt; Irwan WK&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1637484015114378227?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1637484015114378227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1637484015114378227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1637484015114378227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1637484015114378227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/07/newsletter-motivasi.html' title='NewsLetter Motivasi'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-7617681302518243454</id><published>2009-07-20T21:34:00.001-07:00</published><updated>2009-07-20T21:34:50.630-07:00</updated><title type='text'>"REFLEKSI  HIDUP"</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.&lt;br&gt; * Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga&lt;br&gt; bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.&lt;br&gt; Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.&lt;br&gt; * Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang anak berkata kepada ibunya: &amp;quot;Ibu hari ini sangat cantik.&amp;quot; Ibu menjawab: &amp;quot;Mengapa?&amp;quot; &lt;br&gt; Anak menjawab: &amp;quot;Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.&amp;quot;&lt;br&gt; * Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.&lt;br&gt; Temannya berkata: &amp;quot;Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras,tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.&lt;br&gt; &amp;quot; Petani menjawab: &amp;quot;Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.&amp;quot;&lt;br&gt; * Ternyata membina seorang anak sangat mudah,cukup membiarkan dia rajin bekerja. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:&lt;br&gt; &amp;quot;Jika sebuah bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?&amp;quot;&lt;br&gt; Ada yang menjawab:&lt;br&gt; &amp;quot;Cari mulai dari bagian tengah.&lt;br&gt; &amp;quot;Ada pula yang menjawab: &amp;quot;Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.&lt;br&gt; &amp;quot;Dan ada yang menjawab: &amp;quot;Cari di rumput yang paling tinggi.&amp;quot;&lt;br&gt; Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:&lt;br&gt; &amp;quot;Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.&amp;quot;&lt;br&gt; * Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang,cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: &amp;quot;Tempatmu terlalu berbahaya,tinggallah denganku.&lt;br&gt; &amp;quot;Katak di pinggir jalan menjawab:&amp;quot;Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.&lt;br&gt; &amp;quot;Beberapa hari kemudian katak &amp;quot;sawah&amp;quot; menjenguk katak &amp;quot;pinggir jalan&amp;quot; dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. &lt;br&gt; * Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.&lt;br&gt; Ada yang bertanya: &amp;quot;Mengapa engkau begitu santai?&amp;quot;Dia menjawab&lt;br&gt; sambil tertawa: &amp;quot;Karena barang bawaan saya sedikit.&amp;quot;&lt;br&gt; * Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah atau memiliki secukupnya saja....&lt;br&gt;&lt;br&gt; The First Step is The Hardest Step&lt;br&gt; (dari milis tetangga) &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-7617681302518243454?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/7617681302518243454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=7617681302518243454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7617681302518243454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7617681302518243454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/07/refleksi-hidup.html' title='&quot;REFLEKSI  HIDUP&quot;'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4905025371152844114</id><published>2009-06-15T01:43:00.001-07:00</published><updated>2009-06-15T01:43:06.986-07:00</updated><title type='text'>8 Kado Ter-Indah</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYJm8b-5JI/AAAAAAAABuU/8ODrsKwf_og/s1600-h/giftboxes-786988.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYJm8b-5JI/AAAAAAAABuU/8ODrsKwf_og/s320/giftboxes-786988.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347472172212216978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; KEHADIRAN&lt;br&gt; Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; MENDENGAR&lt;br&gt; Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; DIAM&lt;br&gt; Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya &amp;quot;ruang&amp;quot;. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.&lt;br&gt;&lt;br&gt; KEBEBASAN&lt;br&gt; Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah &amp;quot;Kau bebas berbuat semaumu&amp;quot;.&lt;br&gt; Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; KEINDAHAN&lt;br&gt; Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; TANGGAPAN POSITIF&lt;br&gt; Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif&amp;nbsp; terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita&lt;br&gt; sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)&lt;br&gt; adalah kado indah yang sering terlupakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; KESEDIAAN MENGALAH&lt;br&gt; Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado &amp;quot;kesediaan mengalah&amp;quot;. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; SENYUMAN&lt;br&gt; Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang&lt;br&gt; dikasihi?&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4905025371152844114?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4905025371152844114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4905025371152844114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4905025371152844114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4905025371152844114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/06/8-kado-ter-indah.html' title='8 Kado Ter-Indah'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYJm8b-5JI/AAAAAAAABuU/8ODrsKwf_og/s72-c/giftboxes-786988.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8753686390757354625</id><published>2009-06-15T01:38:00.001-07:00</published><updated>2009-06-15T01:38:26.182-07:00</updated><title type='text'>MENGASAH KAPAK</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYIgp6evII/AAAAAAAABuM/-IBEE6V7umI/s1600-h/Careful%2B%2523%2B1%2Bcompressed-706184.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYIgp6evII/AAAAAAAABuM/-IBEE6V7umI/s320/Careful%2B%2523%2B1%2Bcompressed-706184.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347470964649016450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Disuatu waktu, adalah seorang pemotong kayu yang sangat kuat. Dia melamar sebuah pekerjaan ke seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. &lt;br&gt; Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat bagus. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Karenanya sang pemotong kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin. &lt;br&gt; Sang majikan memberinya sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. &lt;br&gt; Hari pertama sang pemotong kayu berhasil merobohkan 18 batang pohon. &lt;br&gt; Sang majikan sangat terkesan dan berkata, &amp;quot;Selamat, kerjakanlah seperti itu!&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan harinya sang pemotong kayu bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. &lt;br&gt; &amp;quot;Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku&amp;quot;, pikir pemotong kayu itu. &lt;br&gt; Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. &lt;br&gt; &amp;quot;Kapan saat terakhir anda mengasah kapak?&amp;quot; sang majikan bertanya. &lt;br&gt; &amp;quot;Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon.&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Catatan: &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. &amp;quot;Pada istilah sekarang, setiap orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. &lt;br&gt; Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam? &lt;br&gt; Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal2 yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dlsb. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kita semua membutuhkan waktu untuk relaks, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai kedalamnya. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8753686390757354625?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8753686390757354625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8753686390757354625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8753686390757354625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8753686390757354625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/06/mengasah-kapak.html' title='MENGASAH KAPAK'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYIgp6evII/AAAAAAAABuM/-IBEE6V7umI/s72-c/Careful%2B%2523%2B1%2Bcompressed-706184.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5336209822741024986</id><published>2009-06-15T01:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T01:26:11.949-07:00</updated><title type='text'>Jawaban Sederhana Penuh Makna</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYFo_h3q8I/AAAAAAAABuE/b7vUGF-k1rA/s1600-h/pic1-771951.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYFo_h3q8I/AAAAAAAABuE/b7vUGF-k1rA/s320/pic1-771951.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347467809355443138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik  rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau&lt;br&gt; bakso ? &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;&amp;quot;Mauuuuuuuuu. ...&amp;quot;, secara serempak dan kompak anak - anak asuhku&lt;br&gt; menjawab. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ... &lt;br&gt; Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya&lt;br&gt; membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;&amp;quot;Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?&amp;quot; &amp;quot;Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita  cita penyempurnaan iman &amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Maksudnya.. ..?&amp;quot;, saya melanjutkan bertanya. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;&amp;quot;Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; 1.&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=1&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;2.&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=1&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt; &lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;3.&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=1&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus&lt;br&gt; menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : &amp;quot;Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang&lt;br&gt; mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....&amp;quot;. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;Ia menjawab, &amp;quot; Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4 color="#800080"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Definisi &amp;quot;mampu&amp;quot; adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, &amp;quot;mampu&amp;quot;, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita&amp;quot;. &lt;br&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=4&gt;&amp;quot;Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso&amp;quot;.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5336209822741024986?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5336209822741024986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5336209822741024986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5336209822741024986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5336209822741024986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/06/jawaban-sederhana-penuh-makna.html' title='Jawaban Sederhana Penuh Makna'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SjYFo_h3q8I/AAAAAAAABuE/b7vUGF-k1rA/s72-c/pic1-771951.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1718856066887043378</id><published>2009-05-27T18:23:00.001-07:00</published><updated>2009-05-27T18:23:58.740-07:00</updated><title type='text'>Sharing sama Allah yuk</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font size=3&gt;&lt;i&gt;Oleh : syfArt &lt;br&gt; &lt;/i&gt;&amp;nbsp; &lt;br&gt; Ya Allah..&lt;br&gt; Bila hamba bertemu dengan makhluk itu&lt;br&gt; Dan hamba Fall in love padanya..&lt;br&gt; Please, jaga cinta ini agar tetap di jalanMU&lt;br&gt; Hamba g ingin karenanya hamba jadi lupa akan diriMU..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Duhai Rabb yang baik hati..&lt;br&gt; Alangkah besar nikmat yang Engkau beri padaku&lt;br&gt; Terutama nikmat cinta yang tertanam dalam diriku&lt;br&gt; Tapi, aku masih butuh bimbinganMu&lt;br&gt; Buat ngendaliin nikmat "itu"&lt;br&gt; Karena cinta tanpa iman pasti g aman..&lt;br&gt; Jadi, karuniakan pada hatiku&lt;br&gt; Iman yang kuat ya Rabb..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Namun di sisi lain&lt;br&gt; Banyak faktor yang membuat si iman enggan&lt;br&gt; Untuk beranjak naek..&lt;br&gt; Salah satunya sich, yaa, si makhluk laen&lt;br&gt; Yang bertebaran dengan sesuatunya&lt;br&gt; Yang hitam terurai..&lt;br&gt; Yang mungkin belum "diamankan"&lt;br&gt;&lt;br&gt; Oke, hamba tahu kalo itu emang harus di hindari&lt;br&gt; Tapi kan&lt;br&gt; Everywhere n anywhere mereka bersliweran&lt;br&gt; G bisa lepas dari kehidupanku ya Rabb..&lt;br&gt; Serangan mereka tanpa ampun&lt;br&gt; Menghujam keras hidupkan syahwat..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Huffh..kalo dipikir-pikir capek juga sich&lt;br&gt; perhatiin mereka..&lt;br&gt; Tapi kan hamba g ada niat buat merhatiin mereka&lt;br&gt; Kesempatanlah yang menggiring hamba padanya&lt;br&gt; Astaghfirullah hanya padaMU aku berlindung&lt;br&gt; Dari kesesatan yang nyata...&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ketika angin menyapa&lt;br&gt; Mungkin disitu terdapat HidayhMU yang enggan kucari&lt;br&gt; Hanya rasakan kesejukan hembusannya&lt;br&gt; Tanpa sadar akan makna dalam setiap geraknya&lt;br&gt; Embun tlah hilang dalam genggaman daun&lt;br&gt; Awan pun kelam menahan tangis sang hujan&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Lihatlah kalbuku..&lt;br&gt; Dapatkah kau lihat pelangi membelah bumi&lt;br&gt; Yang ada hanyalah hempasan ombak&lt;br&gt; Yang setiap saat menggetarkan karang hati insan..&lt;br&gt; hati yang keras tanpa sentuhan airmata&lt;br&gt;&lt;br&gt; Mungkin semua ini adalah kehendak hamba&lt;br&gt; Seburuk-buruk kehendak yang hamba kerjakan&lt;br&gt; Maka, jadikanlah kehandakMU dan bukan kehendak Hamba&lt;br&gt; Yang menjadi dalam setiap bagian hidup..&lt;br&gt; Sampaikan salamku untuk setiap nafas&lt;br&gt; Yang menjadi Ramat dariMu&lt;br&gt; Thanks atas cinta yang yang terpatri di Hati ini&lt;br&gt; Semoga hamba mampu menyatu bersama alam&lt;br&gt; Mewarnai hidup dengan hijaunya daun&lt;br&gt; Membasahi kalbu dengan tetesan embun&lt;br&gt; Dan menari bersama angin..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hamba yakin kalau Engkau akan segera mengabulkanNya..&lt;br&gt; Tapi entah Engkau mengabulkannya dalam bentuk apa&lt;br&gt; Hamba akan selalu Menerima&lt;br&gt; n mensyukurinya..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Udah dulu ya. Nanti hamba mo ngobrol lagi&lt;br&gt; Masih Banyak permasalahan hamba &lt;br&gt; Yang ingin hamba sharingkan denganMu&lt;br&gt; Karena hanya Engkau yang tak pernah bosan&lt;br&gt; Dengarkan setiap keluh kesah hambamu&lt;br&gt; Yang lemah iniB-)&lt;br&gt;&lt;br&gt; di sadur dari &lt;a href="http://www.dudung.net/" eudora="autourl"&gt; http://www.dudung.net/&lt;br&gt; &lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1718856066887043378?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1718856066887043378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1718856066887043378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1718856066887043378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1718856066887043378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/sharing-sama-allah-yuk.html' title='Sharing sama Allah yuk'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5862114081000480710</id><published>2009-05-26T18:12:00.001-07:00</published><updated>2009-05-26T18:12:18.760-07:00</updated><title type='text'>JANGAN BERSEDIH</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font size=3&gt;Jangan bersedih&lt;br&gt; Karena qadha' telah ditetapkan,&lt;br&gt; Takdir pasti terjadi,&lt;br&gt; Pena-pena telah mengering,&lt;br&gt; Lembaran-lembaran catatan ketentuanpun telah dilipat,&lt;br&gt; Dan semua perkara telah habis ditetapkan.&lt;br&gt; Betapapun, kesedihan Anda tidak akan mengajukan atau mengundurkan kenyataan yang akan terjadi&lt;br&gt; Dan tidak pula akan menambahkan atau menguranginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan bersedih....&lt;br&gt; Sebab kesedihan itu akan mendorong Anda untuk menghentikan putaran roda zaman,&lt;br&gt; Mengikat matahari agar tak terbit,&lt;br&gt; Memutar jarum jam kembali ke masa lalu,&lt;br&gt; Berjalan ke belakang, &lt;br&gt; Dan membawa air sungai kembali ke sumbernya semula.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan bersedih....&lt;br&gt; Sebab rasa sedih itu laksana angin puyuh yang hanya akan mengacaukan arah angin,&lt;br&gt; Membuat air bah dimana-mana,&lt;br&gt; Mengubah cuaca langit,&lt;br&gt; Dan menghancurkan bunga-bunga nan indah di taman.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan bersedih&lt;br&gt; Sebab orang yang bersedih itu ibarat seorang wanita yang mengurai pintalan tenun setelah kuat pintalannya,&lt;br&gt; Ibarat seorang yang meniup wadah yang berlubang,&lt;br&gt; Dan ibarat seseorang yang menulis di atas air dengan tangannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan bersedih...&lt;br&gt; Sebab usia Anda yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan hati Anda.&lt;br&gt; Oleh sebab itu; jangan habiskan usia Anda dalam kesedihan,&lt;br&gt; Jangan boroskan malam-malam Anda dalam kecemasan,&lt;br&gt; Jangan berikan menit-menit Anda untuk kegundahan,&lt;br&gt; Dan jangan berlebihan dalam menyia-nyiakan hidup,&lt;br&gt; Sebab Allah tidak suka terhadap orang-orang yang berlebihan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; (Disadur dari Buku LA TAHZAN Karangan Dr. Sa'id Al-Qorni)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5862114081000480710?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5862114081000480710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5862114081000480710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5862114081000480710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5862114081000480710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/jangan-bersedih.html' title='JANGAN BERSEDIH'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-9038448180973853755</id><published>2009-05-24T18:25:00.001-07:00</published><updated>2009-05-24T18:25:29.776-07:00</updated><title type='text'>ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat&amp;nbsp; pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga&amp;nbsp; almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemudian&amp;nbsp; Rosulullah berkata,&amp;quot;tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?&amp;quot; &lt;br&gt; Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur&amp;nbsp; nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&amp;quot;Apa yang di katakannya?&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&amp;quot;saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah &lt;br&gt; &amp;nbsp;ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena&amp;nbsp; dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran&amp;nbsp; merupakan kalimat yang terpotong-potong.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&amp;quot;Bagaimana bunyinya?&amp;quot; desak&amp;nbsp; Rosulullah.&lt;br&gt; &amp;nbsp;Istri yang setia itu menjawab,&amp;quot;suami saya mengatakan &amp;quot;Andaikata&amp;nbsp; lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya....&amp;quot; hanya&amp;nbsp; itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Apakah&amp;nbsp; perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan&amp;nbsp; yang tidak selesai?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Rosulullah tersenyum.&amp;quot;sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak&amp;nbsp; keliru,&amp;quot;ujarnya.&lt;br&gt; &amp;nbsp;Kisahnya begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum'at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang&amp;nbsp; buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang&amp;nbsp; menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak&amp;nbsp; menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu&amp;nbsp; iapun berkata &amp;quot;andaikan lebih panjang lagi&amp;quot;.Maksudnya, andaikata jalan ke masjid&amp;nbsp; itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Ucapan lainnya ya Rosulullah?&amp;quot;tanya sang istri mulai tertarik.&lt;br&gt; &amp;nbsp;Nabi&amp;nbsp; menjawab,&amp;quot;adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil&amp;nbsp; perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid&amp;nbsp; pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang&amp;nbsp; lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan&amp;nbsp; suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya.&lt;br&gt; Maka ia mencopot&amp;nbsp; mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut.&lt;br&gt; Dan mantelnya yang&amp;nbsp; baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan&amp;nbsp; amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, &amp;quot;Coba andaikan yang&amp;nbsp; masih yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh&amp;nbsp; lebih besar lagi&amp;quot;.Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?&amp;quot; tanya sang&amp;nbsp; istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,&amp;quot;ingatkah kamu pada suatu&amp;nbsp; ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan?&amp;nbsp; Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur&amp;nbsp; tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta&amp;nbsp; makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong,&amp;nbsp; yang sebelah&amp;nbsp; diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak,&amp;nbsp; ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu.&lt;br&gt; Karenanya, ia pun&amp;nbsp; menyesal dan berkata ' kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya&amp;nbsp; kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti&amp;nbsp; ganjaranku akan berlipat ganda. Memang begitulah keadilan Tuhan. Pada&amp;nbsp; hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung,&amp;nbsp; bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian&amp;nbsp; Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita&amp;nbsp; sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Karena itu Allah mengingatkan: &amp;quot;kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu&amp;nbsp; berbuat baik untuk dirimu. Danjika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah&amp;nbsp; berbuat buruk atas dirimu pula.&amp;quot;(surat Al Isra':7)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-9038448180973853755?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/9038448180973853755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=9038448180973853755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9038448180973853755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9038448180973853755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/andaikata-lebih-panjang-lagi.html' title='ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5073766824852478406</id><published>2009-05-21T20:15:00.001-07:00</published><updated>2009-05-21T20:15:27.418-07:00</updated><title type='text'>Tips Menghadapi Depresi</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Dari temenku Ocha, moga2 bermanfaat.. ..&lt;br&gt; thx.&lt;br&gt; Fajar B&lt;br&gt; BioOne&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pernah merasa depresi menghadapi pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Atau, putus asa di tengah deraan masalah yang mengganggu bisnis anda? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sebenarnya, sangatlah mudah untuk menghindari depresi dan lebih menikmati hidup. Langkah pertama dan yang paling penting adalah berada pada saat ini (In The Moment). Mulai fokus pada hal kecil yang biasa anda lakukan dan nikmati prosesnya. Seperti saat anda membuat kopi di pagi hari kemudian NIKMATI saat anda meminum kopi. Cobalah untuk tidak berpikir tentang hal yang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kosongkan pikiran dari segala kekhawatiran. Mungkin hal ini berat dilakukan terutama bila anda mempunyai tanggungan atau keluarga. Tapi ini sangat penting paling tidak untuk sementara, dan yakinlah bahwa 80% dari kekhawatiran tidak akan pernah terjadi, dan masalah apapun PASTI akan ada solusinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lakukan apa yang anda senang lakukan pada masa kecil sebagai refreshing, seperti main bola, naik sepeda, berlarian pada saat hujan, dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lihatlah ke ke langit dan nikmati hari yang cerah ataupun hari hujan. Bagaimanapun juga tiap hari adalah karunia Tuhan yang penuh dengan berkah. Tarik nafas panjang dan biarkan pikiran anda lepas&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada seorangpun didunia ini yang seperti anda. Anda menarik, hebat dan luar biasa dengan cara anda sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan pernah menghukum diri sendiri karena ketidak mampuan orang lain untuk menghargai dan mencintai anda. Katakan pada diri anda sendiri bahwa orang tersebut tidak layak mendapatkan waktu anda dan mulailah kehidupan anda yang baru SEKARANG.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tetap Semangat!!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rosa S Rustam (Ocha) &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5073766824852478406?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5073766824852478406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5073766824852478406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5073766824852478406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5073766824852478406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/tips-menghadapi-depresi.html' title='Tips Menghadapi Depresi'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5507324472022171456</id><published>2009-05-14T20:19:00.001-07:00</published><updated>2009-05-14T20:19:23.391-07:00</updated><title type='text'>GARAM dan TELAGA</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. &lt;br&gt; Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. &lt;br&gt; Langkahnya gontai dan air mukanaya ruwet. &lt;br&gt; Tamu itu emang tampak seperti orang yang tak bahagia.&lt;br&gt; Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. &lt;br&gt; Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. &lt;br&gt; Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya mengambil segelas air. &lt;br&gt; Ditaburkannya garam kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. &lt;br&gt; �Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya�,ujar Pak Tua.&lt;br&gt; �Pahit. Pahit sekali,�jawab sang tamu sambil meludah ke samping.&lt;br&gt; Pak Tua sedikit tersenyum. &lt;br&gt; Lalu ia mengajak tamunya untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.&lt;br&gt; Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang. &lt;br&gt; Pak Tua lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk hingga membuat riak air yang mengusik ketenangan telaga.&lt;br&gt; �Coba ambil air telaga ini dan minumlah!�&lt;br&gt; Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Pak Tua berkata lagi,�Bagaimana rasanya?�&lt;br&gt; �Segar,�sahut tamunya.&lt;br&gt; �Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?� Tanya Pak Tua lagi.&lt;br&gt; �Tidak,�jawab si anak muda.&lt;br&gt; Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. &lt;br&gt; Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, dan bersimpuh di samping telaga.&lt;br&gt; �Anak muda, dengarlah! Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. &lt;br&gt; Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. &lt;br&gt; Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. &lt;br&gt; Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya.&lt;br&gt; Itu semua bergantung pada HATI kita. &lt;br&gt; Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. &lt;br&gt; LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya.&lt;br&gt; LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Pak Tua lalu kembali memberikan nasehat, �Hatimu adalah wadah itu. &lt;br&gt; Perasaanmu adalah tempat itu. &lt;br&gt; Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. &lt;br&gt; Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Keduanya lalu beranjak pulang. &lt;br&gt; Mereka sama-sama belajar hari itu. &lt;br&gt; Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan �segenggam garam�, untuk anak muda yang lain, yang datang padanya dengan membawa keresahan jiwa.&lt;br&gt; (Oleh Pandu Dewanata @ Discussion Board)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5507324472022171456?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5507324472022171456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5507324472022171456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5507324472022171456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5507324472022171456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/garam-dan-telaga.html' title='GARAM dan TELAGA'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4239725009374917621</id><published>2009-05-13T18:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T18:19:16.141-07:00</updated><title type='text'>Kisah sebuah jam........</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Today at 12:23pm&lt;br&gt; Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. &amp;quot;Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?&amp;quot; &amp;quot;Ha?,&amp;quot; kata jam terperanjat, &amp;quot;Mana sanggup saya?&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &amp;quot;Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?&amp;quot; &amp;quot;Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?&amp;quot; jawab jam penuh keraguan.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &amp;quot;Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?&amp;quot; &amp;quot;Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu&amp;quot; tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. &amp;quot;Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?&amp;quot; &amp;quot;Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!&amp;quot; kata jam dengan penuh antusias.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Renungan :&lt;br&gt; Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Itu tergantung bagaimana kita menyiasati pekerjaan dan tugas kita, bila kita bisa bagi2 menjadi fragmen-fragmen yang kecil.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Jangan berkata &amp;quot;tidak&amp;quot; sebelum Anda pernah mencobanya.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Wednesday, February 04, 2009&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4239725009374917621?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4239725009374917621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4239725009374917621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4239725009374917621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4239725009374917621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/kisah-sebuah-jam.html' title='Kisah sebuah jam........'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8762564924039617150</id><published>2009-05-12T20:06:00.001-07:00</published><updated>2009-05-12T20:06:49.776-07:00</updated><title type='text'>ANDA adalah ANDA.....</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Jika ada satu teori yang sangat saya mutlakkan kebenarannya, adalah premis dari Rasulullah SAW, bahwa MUSUH TERBESAR MANUSIA ADALAH DIRINYA SENDRI.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, hanya mengatakan bahwa saya tidak pantas mendapatkan perlakuan yang baik dari kekasih saya.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri yang terus mencari-cari saat, kapan kekasih saya akan menyakiti, lalu ia akan berkata, "Nah! Apa saya bilang."&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang menghujat terus menghujat kegagalan saya mencapai target pekerjaan hari ini.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang berteriak kencang bahwa saya tidak akan pernah menjadi istri yang baik.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang tak berhenti memarahi saya sebab tak juga mencapai ekspektasi profesi yang direncanakan.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang memaki-maki bahwa seumur hidup, saya tidak akan menjadi ibu yang penyayang dan tidak akan ada keluarga yang hangat untuk saya.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang menyatakan bahwa hidup saya akan dihabiskan secara ironis dengan melupakan impian dan secara heroik akan mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang terang-terang meledek bahwa sikap kaku dan dingin saya sifatnya permanen.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang menguak kembali satu persatu alasan mengapa saya pantas dikhianati.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Karena hanya diri saya sendiri, yang bisa mengemukakan dengan begitu seringnya penjelasan-penjelasan logis dan rasional yang akan bulat-bulat saya telan, dan percaya pada semua hal diatas.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Tapi di satu titik ada rasa marah dan muak yang luar biasa terhadap setan di kepala, dan saya sadar semuanya hanya masalah frekuensi.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Penjelasan rasional dan logis tidak selalu tunggal. Di kala ada penjelasan negatif, ada juga penjelasan positif. Mata uang selalu punya dua sisi.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Di kala saya bilang saya tidak akan punya keluarga yang hangat karena saya dibesarkan dalam keluarga yang dingin, sebenarnya saya bisa menjawab, "Setiap orang punya kesempatan untuk merubah hidupnya."&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Di kala saya bilang saya tidak akan menjadi ibu yang baik dan keluarga yang hangat hanya ilusi, sebenarnya saya bisa melawan, "Mengapa tidak bisa? Saya bisa belajar bersikap hangat, belajar memasak, belajar mengurus anak, belajar caranya belanja. Bukankah yang terpenting adalah memandang masa depan dengan solusi, bukannya meratapi masa lalu?"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Dan di kala saya bilang saya tidak pantas mendapat perlakuan sebaik ini dari kekasih saya, sebenarnya saya bisa dengan lantang berkata, "Salah besar. Saya pantas. Karena saya memang berharga."&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Stephen J.Losier, Stephen Covey, Rhonda Byrne, Karim Hajee, Erbe Sentanu dan Rasulullah  yang sudah mendahului mereka semua dalam berteori  berkata benar bahwa karakter adalah masalah habit (kebiasaan). Kebiasaan mengulang pikiran negatif, akan menghasilkan karakter serupa. Sejalan dengan itu, kebiasaan mengulang pikiran positif, akan menghasilkan karakter yang optimis.&lt;br&gt; (Dari sebuah milis)&lt;br&gt; --------------------&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8762564924039617150?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8762564924039617150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8762564924039617150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8762564924039617150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8762564924039617150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/anda-adalah-anda.html' title='ANDA adalah ANDA.....'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1153289408291162716</id><published>2009-05-11T01:39:00.001-07:00</published><updated>2009-05-11T01:39:57.773-07:00</updated><title type='text'>SAHABATKU</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sahabatku terkasih,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ketahuilah bahwa aku sering lebih mempercayai kualitas-kualitas yang ada pada diri mu, daripada engkau sendiri dalam mempercayai yang seharusnya engkau percayai itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mungkin karena aku tidak sepenuhnya hidup dalam hidupmu, aku hanya mencatat yang kau katakan saat engkau melambung ke langit dalam kebanggaan dari rencana-rencanamu, dan tidak turut merasa tak berdaya dalam malam-malam mu yang tanpa tidur – saat engkau menjadi tuan rumah bagi semua keraguan hati mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau dilahirkan dengan semua kemungkinan yang sama untuk menjadi pribadi yang sejahtera, berbahagia, dan cemerlang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau dibesarkan dengan tujuan untuk menjadi lebih kuat sebagai pelaksana dari semua tindakan yang dibutuhkan untuk menjadikan dirimu pribadi yang mandiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau diberikan ketergesaan sebagai nama dari gerakan utama dari hatimu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau dilahirkan di antara banyak orang yang menasehatkan dan meneladankan yang baik, dan yang membuktikan kebaikan dari kebaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Di antara mereka, ada juga yang mencontohkan ketidak-setiaan kepada yang baik, agar engkau melihat ketidak-baikan yang menyiksa, dan agar engkau percaya bahwa tempat mu hanya ada di dalam kebaikan..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Tetapi, sahabat hatiku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Camkanlah ini, bahwa:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Semua kehebatan mu dalam bermimpi, kelengkapan mu dalam berencana, dan kelantangan mu dalam berjanji; tidak lebih kuat daripada kecenderungan mu untuk menunda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ingat-ingatlah lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bukankah telah banyak malam-malam yang bermata lebar terjaga dalam impian-impian sadar mengenai hal-hal besar yang ingin kau capai?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bukankah telah sering engkau berbaring gelisah menanti pagi yang tak kunjung merebak, karena engkau tak sabar untuk segera melakukan yang kau yakini malam itu sebagai jalan keluar dari kesulitan mu dan jalan masuk ke kehidupan impian mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tetapi,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Untuk kemudian kau buktikan bahwa ketergesaan mu untuk bertindak – tertahan oleh perasaan kecil yang merayu, yang berkata dalam hatimu bahwa nanti adalah saat yang tepat untuk melakukannya, dan bahwa sekarang bukanlah waktunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lawan dari ketergesaan untuk berhasil bukanlah kelambanan.&lt;br&gt; Lawan dari ketergesaan untuk berhasil adalah ketergesaan untuk menunda yang memberhasilkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Sahabatku yang hatinya baik,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sadarilah bahwa sebenarnya Tuhan hanya menyertakan kekuatan bersama kelahiran mu. Engkau sama sekali tidak dibekali kelemahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lunak tulang-belulang mu saat kelahiran mu adalah kekuatan yang mengharuskan kehati-hatian pada perilaku orang-tua mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kecil tubuh mu adalah kekuatan yang mengharuskan perlindungan dari orang-orang yang lebih besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lucunya rancangan wajah dan anggota tubuh mu adalah kekuatan yang mewabahkan perasaan gemas untuk menjadikan mu harta keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bisu dan gagu dari lidah mu sebagai bayi adalah kekuatan yang mengharuskan semua yang dewasa untuk berbicara dan bertingkah dengan semua cara yang belum mereka coba – agar engkau mengerti atau setidaknya sedikit tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Sahabat jiwa ku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sebetulnya engkau dilahirkan sangat hebat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan aku tak bisa membayangkan kekuatan yang bisa kau kembangkan, kebesaran yang bisa kau bangun, dan ketinggian yang bisa kau capai – jika engkau betul-betul menyegerakan penggunaan dari semua kekuatan diri mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tetapi apa yang kemudian terjadi pada perhitungan mu, sama sekali sulit aku mengerti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau menggunakan ketidak-sabaran mu, sebagai kekuatan untuk tidak bersabar terhadap yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau menggunakan kekuatan untuk bersabar, sebagai kekuatan untuk pasrah dan menerima yang tidak membesarkan mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk memasukkan mu ke dalam masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan yang lebih sering,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk menyegerakan penundaan dan mendahulukan yang tidak bernilai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Sahabat ku yang sedang dinantikan oleh kehidupan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Janganlah engkau membantah yang ini, bahwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Nilai dari yang kau lakukan, menentukan nilai dari yang kau capai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Maka pertanyaan ku kepada mu, adalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apakah yang sedang kau lakukan itu bernilai?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika tidak, mengapakah engkau masih bertahan dalam melakukannya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apakah yang kau segerakan adalah yang akan menyegerakan kebahagiaan mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika tidak, mengapakah engkau mengeluhkan kelambatan hidup mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apakah yang kau pertahankan saat ini adalah kesejahteraan yang harus kau pelihara?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau tidak sejahtera, mengapakah engkau mempertahankan tempat dan cara-cara yang tidak menyejahterakan mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apakah pendapat yang kau &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242030673_0"&gt;bela&lt;/span&gt; mati-matian itu adalah mesin penghasil kehebatan hidup mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau harus berbicara tinggi untuk menutupi kerendahan kebanggaan mu terhadap dirimu sendiri, mengapakah engkau mempertahankan pendapat yang tidak menghebatkan mu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Sekarang,&lt;br&gt; Janganlah engkau menjauh dari ku.&lt;br&gt; Ke sinilah engkau.&lt;br&gt; Dekat-dekatlah sini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Janganlah kau patuhi kebiasaan mu yang selama ini menjauhkan mu dari nasehat-nasehat baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau merasa gelisah karena mendengar yang baik, engkau harus mengakui bahwa yang tidak baik telah lebih kuat menjadi tuan rumah di hati baik mu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Sahabat ku yang aku kasihi,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ketahuilah bahwa engkau adalah kekasih Tuhan.&lt;br&gt; Tuhan sangat mencintai mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bukankah sebetulnya hati mu mengetahui hal ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tetapi mungkin kesulitan dalam hidup mu telah mendorong mu untuk mempertanyakan kasih sayang Tuhan.&lt;br&gt; Meskipun sebetulnya engkau tahu, bahwa engkau adalah pemeran utama dalam penyulitan hidup mu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Engkau memperhatikan-Nya atau tidak, Beliau tetap memperhatikan mu.&lt;br&gt; Engkau meminta atau tidak, Beliau tetap memberi mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tetapi ini yang harus kau ingat, bahwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau ingin Tuhan melebihkan perhatian-Nya kepada mu, lebihkanlah perhatian mu kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau ingin Tuhan melebihkan pemberian-Nya kepada mu, lebihkanlah alasan bagi kelebihan penerimaan mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika engkau ingin Tuhan melayani mu, layanilah sesama mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br&gt; Engkau yang hatinya baik,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jadikanlah ini pegangan mu,&lt;br&gt; karena sesama adalah semua ciptaan Tuhan, maka:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Melayani sesama adalah satu-satunya cara melayani Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Maka sebelum aku meninggalkan mu untuk menyegerakan semua kecintaan ku,&lt;br&gt; agar engkau menyegerakan kebaikan yang telah merindukan keceriaan mu,&lt;br&gt; ini yang aku pesankan kepada mu untuk kau lakukan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242030673_1"&gt;hari ini&lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk memperbarui perasaan mu dengan kegembiraan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk mentenagai gerakan mu dengan kecepatan yang terukur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk merupawankan wajah mu dengan senyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk memperindah tutur kata mu dengan keramahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk menganggunkan perilaku mu dengan kesantunan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bersegeralah untuk mengutuhkan semua yang kau lakukan dengan doa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lalu,&lt;br&gt; dalam damai hati mu,&lt;br&gt; perhatikan apa yang terjadi ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sesungguhnya yang segera menjadi kualitas hidup mu, adalah yang kau segerakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Maka pertanyaan ku di akhir minggu ini untuk mu, adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Apakah yang kau segerakan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;…….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242030673_2"&gt;Mario Teguh&lt;/span&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;          &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1153289408291162716?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1153289408291162716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1153289408291162716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1153289408291162716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1153289408291162716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/sahabatku.html' title='SAHABATKU'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5247716037865732984</id><published>2009-05-05T01:58:00.001-07:00</published><updated>2009-05-05T01:58:52.590-07:00</updated><title type='text'>Bertengkar Dengan Indah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;berumahtangga, kalau ada seseorang berkata: &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;"Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat-saat tidak&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;bertengkar. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah,&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik, setelah itu...terapkan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;dalam keseharian kita.......setuju???&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;.....Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;akan menjadi teman hidupnya, dan salah satunya bertanya; apakah ia bersedia berbagi masa depan dengannya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Mereka mulai membicarakan: seperti apa suasana rumah tangga kedepan.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1241513874_0 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Salah satu&lt;/SPAN&gt; diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar, maka:&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorang pun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;"STOP" ini giliran&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;saya! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;berkata dalam hati: &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;"kamu makin cantik kalau marah, makin energik...."&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Dan dengan diam itu pun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;kekasih...bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu....."&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olahraga otot&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa-siapa kecuali pada isteri saya :)&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;pokok nya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah :)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa (maksudnya masa lalu kita)&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;masa silam adalah bagian dari sejarah diri nya yang tidak bisa ia ubah. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;terbentang mulai hari ini hingga kedepan. Dalam bertengkarpun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran diantara orang&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;sedemikian mahal dibangunnya.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;yang keras". &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Bila teh yang disajinya tidak manis(saya termasuk penimbun gula),&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;sepedas apapun saya marah,maka itu adalah "harapan ingin disayangi&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah... OK, marahlah tapi&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup diminggu lalu, dan ia pun&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;milik hari ini......&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan pihak lain (QS.53:38-40).&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;kalau ibu saya diajak serta, jangan coba-coba. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun didunia ini&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain kekancah "awal cinta yang panas ini".&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Kata ayah saya:"Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak".&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah-tambah dengan memusuhi&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;mertua!&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;4. Kalau marah jangan di depan anak-anak&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1241513874_1&gt;Anak&lt;/SPAN&gt; kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tuanya&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;bertengkar, bingung harus memihak siapa..&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Membela ayah, bagaimana ibunya.Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar:&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;* Ibu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu?!!!"&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;* Bapak&amp;nbsp; : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;aku harus mencari lebih banyak untuk itu,saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda????!!!!&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;* Anak&amp;nbsp;&amp;nbsp; : "...... Yaaa...ibu saya babu, bapak saya kuda....terus saya ini apa?"&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Kita harus berani berkata: "Hentikan pertengkaran!" ketika anak datang,&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;mendengar kata bahasa hati kita???&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Pada setiap tahiyyat kita berkata:"Assalaa-mu'alaynaa wa&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;'alaa'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;atas hamba-hambamu yg sholeh....&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustaiNya, padahal&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;nyawamu ditanganNya.&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;lho itu janji dengan Ilahi.... &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya... Atau habis isya sebatas....??? &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Nnngg...Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;bertengkar.... :)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 12pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;"proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata ada yang masih&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;setia dengan kita walau telah kita maki-maki.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Courier New'"&gt;Ini saja, semoga bermanfa'at,&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;Salam Spirit,&lt;BR&gt;Irwan (1.5,Bio1)&lt;BR&gt; &lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;          &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5247716037865732984?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5247716037865732984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5247716037865732984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5247716037865732984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5247716037865732984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/bertengkar-dengan-indah.html' title='Bertengkar Dengan Indah'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-7592935963662103003</id><published>2009-05-01T00:29:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T00:29:08.069-07:00</updated><title type='text'>Empat Type Manusia Menghadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cirwan.EXI%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cirwan.EXI%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cirwan.EXI%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setiap manusia mempunyai karakteristik yang berbeda ­ beda. Dan itu juga yang membedakan setiap manusia untuk menghadapi permasalahan dalam hidup. Tipe ­ tipe itu adalah tipe kayu rapuh, lempeng besi, kapas dan bola pingpong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tipe kayu rapuh ini mudah sekali untuk hancur dan patah. Sedikit saja diberi tekanan, manusia tipe ini akan mudah frustasi, kecewa serta akan langsung mundur dengan segala permasalahan yang menghadangnya. Ini terjadi karena orang tipe kayu rapuh tidak terbiasa mengatasi kesulitan. Mereka biasanya berasal dari generasi kepompong yang memberikan kenyamanan dalam kehidupan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tipe selanjutnya adalah lempeng besi. Mereka masih bisa bertahan ketika diberi sedikit tekanan. Dan jika tekanan makin besar dan sering, bisa dipastikan mereka akan patah sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kapas adalah tipe manusia ketiga dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka akan cepat beradaptasi dengan masalah mereka, dan mudah kembali lagi ke posisi semula. Tipe ini lentur dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya, dan ini adalah tipe yang cocok untuk bertahan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tipe terakhir adalah bola pingpong. Ketika menghadapi tekanan masalah, orang dengan tipe ini akan meluncur sangat dalam kebawah, untuk kemudian memantul cukup tinggi demi mencapai hasil yang luar biasa. Ini adalah salah satu tipe yang juga dianjurkan untuk dimiliki dalam hidup jika ingin bertahan di dunia yang keras ini selain kapas. Tipe bola pingpong dan kapas ini mampu bertahan karena mereka bisa membuat masukan untuk diri mereka sendiri dan memaknai masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sehingga ketika mereka menghadapi masalah baru, mereka sudah mempunyai imun sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semua orang bisa memiliki tipe kapas dan bola pingpong, asal mau mengubah pola pikir dan mengambil hikmah dari setiap masalah untuk jadi pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Salam Spirit,&lt;br&gt;Irwan (1.5,Bio1)&lt;br&gt;-----------------&lt;br&gt;Milis       : sman1bks_89@yahoogroups.com&lt;br&gt;&lt;span&gt;Blog        : &lt;a target="_blank" href="http://smansasi89..blogspot.com/"&gt;http://smansasi89.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Call Centre : 0812 1090 0330&lt;br&gt;Rek centre  : BCA, 066 2447 305&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;          &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-7592935963662103003?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/7592935963662103003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=7592935963662103003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7592935963662103003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7592935963662103003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/05/empat-type-manusia-menghadapi-tekanan.html' title='Empat Type Manusia Menghadapi Tekanan Hidup'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8165571830176348190</id><published>2009-04-29T00:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T00:30:12.237-07:00</updated><title type='text'>RAHASIA INCOME 1 MILYAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;oleh : Muhammad Ghozali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;RAHASIA PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;"Pertama. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;" &lt;u&gt;Banyaklah bersedekah&lt;/u&gt;. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"&lt;u&gt;Banyaklah menolong orang&lt;/u&gt;. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Jangan mempermainkan wanita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;KEDAHSYATAN SEDEKAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, 'Ada, yaitu besi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, 'Ada, yaitu api'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, 'Ada, yaitu air'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun menjawab, 'Ada, yaitu angin'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Mahakaya menjawab, 'Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subhanallah....&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8165571830176348190?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8165571830176348190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8165571830176348190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8165571830176348190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8165571830176348190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/04/rahasia-income-1-milyar.html' title='RAHASIA INCOME 1 MILYAR'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-9135109562226931961</id><published>2009-04-14T19:18:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T19:18:31.241-07:00</updated><title type='text'>TDW University - Rencana Menjadi Kaya</title><content type='html'>Seberapa cepatkah anda menjadi kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan&lt;br /&gt;arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai&lt;br /&gt;membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah&lt;br /&gt;mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar&lt;br /&gt;rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana,&lt;br /&gt;mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya.&lt;br /&gt;Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan&lt;br /&gt;untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan&lt;br /&gt;sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja&lt;br /&gt;akan sulit sekali untuk menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut&lt;br /&gt;yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang&lt;br /&gt;akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter,&lt;br /&gt;pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin.&lt;br /&gt;Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki&lt;br /&gt;“Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka&lt;br /&gt;merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan&lt;br /&gt;rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan&lt;br /&gt;rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti&lt;br /&gt;yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan&lt;br /&gt;dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau&lt;br /&gt;berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti&lt;br /&gt;yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan&lt;br /&gt;kita mencapai impian tersebut, Let It Go!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama&lt;br /&gt;atau belajar kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan faktor kali atau leverage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melengkapi rencana Anda menjadi Kaya silahkan download materi tambahan :&lt;br /&gt;eBook 24 Prinsip Miliarder yang mencerahkan oleh Tung Desem Waringin dan tiket&lt;br /&gt;seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,- ,&lt;br /&gt;silahkan klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=14747&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-9135109562226931961?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/9135109562226931961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=9135109562226931961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9135109562226931961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/9135109562226931961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/04/tdw-university-rencana-menjadi-kaya.html' title='TDW University - Rencana Menjadi Kaya'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1463571117850377428</id><published>2009-04-14T19:17:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T19:17:57.061-07:00</updated><title type='text'>TDW University - Mengapa yang kaya Semakin Kaya</title><content type='html'>Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,&lt;br /&gt;dan yang miskin bablas miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya&lt;br /&gt;bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).&lt;br /&gt;Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang&lt;br /&gt;menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang&lt;br /&gt;disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian&lt;br /&gt;sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka&lt;br /&gt;bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,&lt;br /&gt;sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang&lt;br /&gt;menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang&lt;br /&gt;lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,&lt;br /&gt;komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang&lt;br /&gt;lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk&lt;br /&gt;kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,&lt;br /&gt;mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan&lt;br /&gt;seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang miskin bablas miskin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,&lt;br /&gt;beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di&lt;br /&gt;restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang&lt;br /&gt;menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,&lt;br /&gt;Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook&lt;br /&gt;24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-&lt;br /&gt;klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=14747&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1463571117850377428?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1463571117850377428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1463571117850377428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1463571117850377428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1463571117850377428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/04/tdw-university-mengapa-yang-kaya.html' title='TDW University - Mengapa yang kaya Semakin Kaya'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8207225466167138459</id><published>2009-04-14T19:16:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T19:16:53.256-07:00</updated><title type='text'>TDW University - Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya</title><content type='html'>Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup&lt;br /&gt;dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa&lt;br /&gt;rata-rata eksekutif ibukota &amp;amp; Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan&lt;br /&gt;gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka&lt;br /&gt;harus mulai menjual asset atau berhutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang&lt;br /&gt;10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki&lt;br /&gt;uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai&lt;br /&gt;penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki&lt;br /&gt;yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa&lt;br /&gt;besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih&lt;br /&gt;besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang&lt;br /&gt;masuk tanpa harus bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju,&lt;br /&gt;tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson&lt;br /&gt;bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya&lt;br /&gt;1,2 juta USD/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan penting kali ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan&lt;br /&gt;gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive&lt;br /&gt;income lebih besar dari biaya hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan&lt;br /&gt;passive income lebih besar dari biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat passive income:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Royalti dari hak cipta&lt;br /&gt;- Rumah yang disewakan/ dikostkan&lt;br /&gt;- Saham-saham yang menghasilkan deviden&lt;br /&gt;- Reksadana&lt;br /&gt;- Usaha-usaha yang menghasilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.&lt;br /&gt;Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"&lt;br /&gt;senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 Hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-&lt;br /&gt;oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :&lt;br /&gt;http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=14747&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan&lt;br /&gt;passive income lebih besar dari biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat passive income:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Royalti dari hak cipta&lt;br /&gt;- Rumah yang disewakan/ dikostkan&lt;br /&gt;- Saham-saham yang menghasilkan deviden&lt;br /&gt;- Reksadana&lt;br /&gt;- Usaha-usaha yang menghasilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.&lt;br /&gt;Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"&lt;br /&gt;senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :&lt;br /&gt;http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=14747&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8207225466167138459?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8207225466167138459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8207225466167138459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8207225466167138459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8207225466167138459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/04/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan.html' title='TDW University - Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2683879137077735343</id><published>2009-04-02T19:32:00.001-07:00</published><updated>2009-04-02T19:32:27.947-07:00</updated><title type='text'>MENGEJAR KELINCI</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font size=3&gt;Ada sebuah kisah Tiongkok yang saya dengar &lt;br&gt; Seorang murid berkata pada gurunya,&lt;br&gt; "Guru, bila saya belajar tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru yang lain, bukankah ilmu saya akan berlimpah ?"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu berkata,&lt;br&gt; "Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan), tidak akan mendapatkan kelinci!"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Sang murid bingung, dan terpekur;&lt;br&gt; "Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu?".&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya, melanjutkan;&lt;br&gt; "Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai. Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas hidupmu".&lt;br&gt; "Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu, kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?"&lt;br&gt; "Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan, untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu."&lt;br&gt; Sang murid, dengan mimik muka serius, bertanya;&lt;br&gt; "Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan lembut,&lt;br&gt; "Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang."&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; "Lalu, siapakah yang terbaik?"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; "Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut ."&lt;br&gt; "Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya, dari Beliau?"&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Sang guru mengakhiri percakapan dengan sebuah renungan.&lt;br&gt; "Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai "banyak" daripada "dalam. Manakah yang lebih berarti bagi Anda;&lt;br&gt; "banyak bisnis yang membuat kepala pening, atau satu bisnis yang membuat Anda untung besar ?"&lt;br&gt; "banyak proyek yang tidak selesai, atau satu pekerjaan yang mendapatkan pujian?&lt;br&gt; "banyak ilmu yang belum diterapkan, atau satu ilmu yang menghasilkan banyak?"&lt;br&gt; Ah, alangkah sederhananya hidup ini ..&lt;br&gt; Mengapa harus dibuat rumit?&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2683879137077735343?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2683879137077735343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2683879137077735343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2683879137077735343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2683879137077735343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/04/mengejar-kelinci.html' title='MENGEJAR KELINCI'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4532749570434663073</id><published>2009-03-12T23:32:00.001-07:00</published><updated>2009-03-12T23:32:30.282-07:00</updated><title type='text'>Teman adalah hadiah dari Sang Pencipta untuk kita</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya kurang menarik. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang bungkusnya kurang menarik punya wajah biasa saja. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tapi kepribadian adalah sisi yang berbeda dari apa yang terlihat, dua yang berbeda itu bisa saja memiliki kepribadian yang menarik atau kepribadian yang biasa saja, atau enjengkelkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa &amp;quot;lutut&amp;quot; mereka luka atau mereka takut air&amp;quot;, mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan. It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Mereka tidak akan bilang: &amp;quot;Aku tidak bisa menari&amp;quot;&lt;br&gt; Mereka akan bilang: &amp;quot;Menari itu tidak menarik.&amp;quot; &amp;quot;Aku membutuhkan kamu&amp;quot; &amp;quot;Tidak ada yang cocok denganku.&amp;quot; &amp;quot;Aku kesepian&amp;quot; &amp;quot;Teman-temanku sudah lulus semua&amp;quot; &amp;quot;Aku butuh diterima&amp;quot; &amp;quot;Aku ini buruk, siapa yang&lt;br&gt; bakal tahan denganku..&amp;quot; &amp;quot;Aku ingin didengarkan&amp;quot; &amp;quot;Kisah hidupku membosankan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau kurang menarik, entah isinya bagus atau buruk. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Mengapa tertipu oleh kemasan? Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkan-Nya buat kita. Berikanlah makna di dalam kehidupanmu bukan hanya untuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dlm lingkungan kehidupanmu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Berikanlah waktumu dgn rasa kasih! &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa yg tidak lulus ujian. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU BULAN tanyakanlah kepada Ibu yg melahirkan bayi secara premature. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MINGGU tanyalah kepada redaksi dan editor dari majalah mingguan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU JAM tanyakanlah kepada seorang kekasih yg sedang menunggu. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MENIT tanyakanlah kepada orang yg terlambat naik pesawat. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk mengetahui nilainya waktu SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yang barusan saja mengalami musibah karena kelalaian satu detik. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yesterday is history, tomorrow is mistery, today is a gift! That's why it's called the present! &lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Maka janganlah buang waktu yang kau miliki, jangan sia-siakan waktu yg sedemikian berharganya. Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4532749570434663073?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4532749570434663073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4532749570434663073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4532749570434663073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4532749570434663073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/03/teman-adalah-hadiah-dari-sang-pencipta.html' title='Teman adalah hadiah dari Sang Pencipta untuk kita'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8435866157237400530</id><published>2009-03-12T23:28:00.001-07:00</published><updated>2009-03-12T23:28:41.268-07:00</updated><title type='text'>surat dari ALLAH</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan&amp;nbsp; berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun&amp;nbsp; hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur&amp;nbsp; kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ......&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .......&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk .........&lt;br&gt;&lt;br&gt; Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir&amp;nbsp; engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk&amp;nbsp; mendengarkan kabar terbaru.&lt;br&gt;&lt;br&gt; AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk&amp;nbsp; mengucapkan sesuatu kepadaKU.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang&amp;nbsp; sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk&amp;nbsp; berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak&amp;nbsp; menundukkan kepalamu.&amp;nbsp; Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan&amp;nbsp; melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU&amp;nbsp; berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ......&lt;br&gt;&lt;br&gt; Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan&amp;nbsp; berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang&amp;nbsp; kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang&amp;nbsp; harus kau kerjakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,&amp;nbsp; tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg&amp;nbsp; ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat&amp;nbsp; engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi&amp;nbsp; kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau&amp;nbsp; melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa&amp;nbsp; sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu&amp;nbsp; hadir untukmu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&amp;nbsp; AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau&amp;nbsp; syukur dari hatimu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp; AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau&amp;nbsp; akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ..........&amp;nbsp; Magrib ........ Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....&lt;br&gt; tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa,&amp;nbsp; tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ..........&lt;br&gt; Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU ?????&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU&amp;nbsp; relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang&amp;nbsp; KU rahmatkan, teman2 yang perhatian padamu !!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Apakah hal itu tidak membuatmu ingat&amp;nbsp; kepadaKU&amp;nbsp; ............!!!!!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap&amp;nbsp; berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang&amp;nbsp; selalu menyertaimu setiap saat ........&lt;br&gt; &amp;nbsp;Allah SWT ...... &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8435866157237400530?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8435866157237400530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8435866157237400530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8435866157237400530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8435866157237400530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/03/surat-dari-allah.html' title='surat dari ALLAH'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2598740833526038409</id><published>2009-03-05T23:24:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T23:24:26.164-08:00</updated><title type='text'>Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Penulis: M. Fauzil Adzim&lt;br&gt;&lt;br&gt; Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu. lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah," kata Rasulullah Saw. melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik." Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk isti, Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. Indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2598740833526038409?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2598740833526038409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2598740833526038409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2598740833526038409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2598740833526038409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/03/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta.html' title='Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5314676667104782399</id><published>2009-02-11T18:23:00.001-08:00</published><updated>2009-02-11T18:23:23.990-08:00</updated><title type='text'>"Did I marry the right person?"</title><content type='html'>&lt;font face="Comic Sans MS" size=3 color="#0000A1"&gt;Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, &amp;quot;bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?&amp;quot;&lt;br&gt; Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab &amp;quot;Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?&amp;quot;&lt;br&gt; Dengan sangat serius dia balik bertanya &amp;quot;Bagaimana anda tahu?!&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.&amp;quot;&lt;br&gt; Inilah jawabanya!&lt;br&gt; SETIAP ikatan memiliki siklus.&lt;br&gt; Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.&lt;br&gt; Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.&lt;br&gt; Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan &amp;quot;jatuh&amp;quot; cinta!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan &amp;quot;aku mabuk cinta&amp;quot;&lt;br&gt; Bayangkan eksprisi tersebut!&lt;br&gt; Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jatuh cinta itu mudah.&lt;br&gt; Sesuatu yang pasif dan spontan.&lt;br&gt; Tapi?&lt;br&gt; Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..&lt;br&gt; perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan pada situasi inilah pertanyaan &amp;quot;Did I marry the right person?&amp;quot; mulai&lt;br&gt; muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..&lt;br&gt; Nah Lho!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?&lt;br&gt; Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.&lt;br&gt; Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.&lt;br&gt; Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tapi tau ngga?!&lt;br&gt; Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya&lt;br&gt; Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,&lt;br&gt; Anda bisa!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan&lt;br&gt; merasa lebih baik.&lt;br&gt; Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).&lt;br&gt; Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.&lt;br&gt; Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.&lt;br&gt; Itu adalah siklus...&lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)&lt;br&gt; KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan&lt;br&gt; Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!&lt;br&gt; Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya&lt;br&gt; Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Benar juga ungkapan &amp;quot;diperbudak cinta&amp;quot;&lt;br&gt; Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.&lt;br&gt; Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK&lt;br&gt; Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga&lt;br&gt; berjalan dengan baik .&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.&lt;br&gt; Cinta bukanlah MISTERI&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.&lt;br&gt; Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.&lt;br&gt; Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.&lt;br&gt; Ini merupakan reaksi sebab akibat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa &amp;quot;MEMBUAT&amp;quot; cinta bukan &amp;quot;JATUH&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak mendengar...&lt;br&gt; namun senantiasa bergetar....&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak buta..&lt;br&gt; namun senantiasa melihat dan merasa..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak menyiksa..&lt;br&gt; namun senantiasa menguji..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta......&lt;br&gt; ia tidak memaksa..&lt;br&gt; namun senantiasa berusaha..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak cantik..&lt;br&gt; namun senantiasa menarik..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak datang dengan kata-kata..&lt;br&gt; namun senantiasa menghampiri dengan hati..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak terucap dengan kata..&lt;br&gt; namun senantiasa hadir dengan sinar mata..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak hanya berjanji..&lt;br&gt; namun senantiasa mencoba memenangi..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia mungkin tidak suci..&lt;br&gt; namun senantiasa tulus..&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta......&lt;br&gt; ia tidak hadir karena permintaan..&lt;br&gt; namun hadir karena ketentuan... .&lt;br&gt;&lt;br&gt; jika ia sebuah cinta.....&lt;br&gt; ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...&lt;br&gt; namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya&lt;br&gt; Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; dari milis motivasi&lt;/font&gt;&lt;font size=3&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5314676667104782399?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5314676667104782399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5314676667104782399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5314676667104782399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5314676667104782399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/02/did-i-marry-right-person.html' title='&quot;Did I marry the right person?&quot;'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-7955153278396010472</id><published>2009-02-10T17:50:00.001-08:00</published><updated>2009-02-10T17:50:37.274-08:00</updated><title type='text'>Manusia Super di Jembatan Setia Budi</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font face="Times New Roman, Times"&gt;Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini:&lt;br&gt;&lt;br&gt; Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super.&lt;br&gt; Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira&lt;br&gt; delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.&lt;br&gt; Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan &amp;quot;Terima kasih Oom !&amp;quot;. Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil&lt;br&gt; mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan&lt;br&gt; lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka&lt;br&gt; terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .&lt;br&gt; &amp;quot; Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!&amp;quot; tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah&lt;br&gt; sepuluh ribu rupiah.&lt;br&gt; &amp;quot; Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? &amp;quot; mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan&lt;br&gt; sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?&amp;quot; suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit&lt;br&gt; terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Nggak punya , tukas saya !&amp;quot; lalu tak lama siwanita berkata &amp;quot; ambil saja kembaliannya , dik !&amp;quot; sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya&lt;br&gt; kearah ujung sebelah timur.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia&lt;br&gt; bilang &amp;quot; sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !&amp;quot;, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. &amp;quot; maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !&amp;quot; Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar&lt;br&gt; &amp;quot; Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !&amp;quot; saya kasih uang itukesikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga&lt;br&gt; yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,&lt;br&gt; &amp;quot;&lt;br&gt; Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar &amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Nggak apa apa , itu buat kalian &amp;quot; Lanjut saya&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga &amp;quot; anak itu bersikeras&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung&lt;br&gt; jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Ini deh om , kalau kelamaan , maaf ..&amp;quot; ia memberi saya delapan pack tissue&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Buat apa ?&amp;quot; saya terbengong&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot; Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu &amp;quot; walau dikembalikan ia tetap menolak .&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya .&lt;br&gt; Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan&lt;br&gt; saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Terima kasih Om , !&amp;quot;..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan &amp;quot; Duit mbak tadi gimana ..? &amp;quot; suara kecil yang lain&lt;br&gt; menyahut &amp;quot; lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin&lt;br&gt; &amp;quot; percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue&lt;br&gt; .&lt;br&gt; Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO&lt;br&gt;&lt;br&gt; Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain .&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-7955153278396010472?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/7955153278396010472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=7955153278396010472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7955153278396010472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7955153278396010472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/02/manusia-super-di-jembatan-setia-budi.html' title='Manusia Super di Jembatan Setia Budi'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1609650697396695430</id><published>2009-02-06T01:51:00.001-08:00</published><updated>2009-02-06T01:51:57.147-08:00</updated><title type='text'>Berapa lama Kita dikubur?</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &amp;amp; kemud ian duduk Di atas seonggok nisan &amp;quot;Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 &amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu&amp;quot; Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia&amp;nbsp; mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya... &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.&amp;quot; Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah....&amp;quot; Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. &amp;quot;Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... &amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana .. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut &amp;quot;Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah&amp;quot;, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. &amp;quot;Memangnya kenapa ndhuk ?&amp;quot; kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. &amp;quot;Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka&amp;quot; kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. &amp;quot;Iya kan yah?&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ayahnya tersenyum, &amp;quot;Lalu?&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Iya ... Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?&amp;quot; mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... &amp;quot;Iya nak, kamu pintar,&amp;quot; kata ayahnya pendek. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata... &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa&amp;nbsp; ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ya Allah.... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya&amp;nbsp; naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya &lt;br&gt;&lt;br&gt; Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya... &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku...&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1609650697396695430?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1609650697396695430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1609650697396695430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1609650697396695430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1609650697396695430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/02/berapa-lama-kita-dikubur.html' title='Berapa lama Kita dikubur?'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-457913530329053946</id><published>2009-02-04T18:33:00.001-08:00</published><updated>2009-02-04T18:33:50.208-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Supaya Kita Ceria Lagi</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Lagi gak enak hati, hubungan sedang ada masalah, gak punya uang, kesehatan menurun, atau lagi bete? Cobalah beberapa strategi di bawah ini untuk meniup bersih semua awan gelap itu dan agar matahari kembali bersinar di kehidupan anda lagi. &lt;ol&gt; &lt;li&gt;&lt;b&gt;Menarilah!&lt;/b&gt; Mainkan musik favorit anda, nyalakan keras-keras dan menarilah! Dijamin akan membuat anda merasa enakan. Bila anda tidak bisa menari, jangan biarkan hal itu menghentikan anda untuk bersenang-senang - bernyanyilah keras-keras.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Tersenyumlah!&lt;/b&gt; Paksakan diri anda untuk tersenyum walaupun di saat anda sedang tidak ingin tersenyum, sehingga otak anda akan mengira anda memang sedang berbahagia. Anda pasti ingin bahagia, kan? Okay? - pasang senyum lebar anda, saya hitung dari tiga.., dua.., satu... senyum :O).  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Luangkan waktu dengan anak-anak.&lt;/b&gt; Semangat mereka terhadap kehidupan ternyata menular lho. Rasakan senangnya merasakan kehangatan pelukan atau tangan-tangan kecil mereka yang lucu. Cobalah bersenang-senang dengan mereka melalui hal-hal kecil; memakan es krim, main-main di air, berlarian di tumpukan daun-daun yang gugur, atau mengejar kupu-kupu.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Persembahkan hadiah buat diri anda.&lt;/b&gt; Bila ada pekerjaan yang anda tidak sukai, apakah itu membuat laporan, pekerjaan rumah tangga, memperbaiki rumah, etc., jangan ditunda-tunda lagi karena hanya akan menghantui anda. Cepat selesaikan, lalu beri imbalan buat diri anda dengan apa saja yang anda suka, seperti majalah baru, seikat bunga, berendam lama-lama di air aromterapi yang hangat, makan coklat, pergi ke bioskop, atau hanya duduk-duduk di depan TV dengan santai. Apabila pekerjaan tersebut telah kita selesaikan, maka pikiran kita menjadi tenang dan itu adalah bentuk imbalan yang sangat besar.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Singkirkan barang-barang anda yang berserakan.&lt;/b&gt; Ilmu Feng Shui kuno percaya bahwa dengan menyingkirkan barang-barang berserakan yang tidak perlu berarti membersihkan rumah atau tempat kerja anda dari energi negatif dan memungkinkan energi positif untuk memasuki seluruh aspek kehidupan anda. Betul atau tidaknya, memang merupakan fakta yang tak bisa dibantah lagi bahwa dengan membersihkan apa yang anda tidak butuhkan atau inginkan lagi membuat hidup menjadi lebih mudah. Rumah anda akan menjadi lebih rapih, lebih lega, dan lebih mudah untuk dibersihkan. Juga dapat muncul perasaan bebas seperti telah melepaskan semua masa lalu dan fokus pada masa depan untuk meraih apa yang anda impikan. Emosi yang tidak perlu malah dapat lebih berbahaya. Kita mungkin telah mengatakan atau melakukan sesuatu yang kita sesali, maka cara menyelesaikannya adalah dengan melakukan apa yang anda bisa lakukan untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, dan bila tidak mungkin untuk melakukan itu, maafkan diri anda dan lepaskan emosi tersebut dari kehidupan anda.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Ambil tindakan.&lt;/b&gt; Bila ada hal yang membuat anda khawatir, apakah itu masalah kesehatan, hutang, atau perceraian, maka pergilah ke dokter, temui penasihat keuangan, atau pastikan hak-hak perceraian anda dipenuhi. Kenyataan yang terjadi seringkali lebih sederhana daripada hanya duduk diam dan meratapinya saja. Bicarakanlah permasalahan anda dengan seorang sahabat, support group, dll.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Pikiran-pikiran positif.&lt;/b&gt; Disaat anda keluar rumah tiap pagi, katakan dengan sungguh-sungguh, "saya akan menjalani hari yang luar biasa, dan akan menemuni banyak hal menyenangkan", daripada berpikir, "Oh, sehari lagi mengalami hari yang menakutkan di kantor." Sikap kita akan menarik vibrasi dan orang-orang yang positif dan menyenangkan ke diri anda.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Tertawalah lebih banyak.&lt;/b&gt; Anak-anak tertawa kira-kira 400 kali per hari dan orang dewasa tertawa 20 kali tiap harinya. Kapan kita telah kehilangan selera humor kita? Dapatkanlah kembali. Buat permainan, lihat pertunjukan lawak, bacalah cerita humor, dll.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Lakukanlah hal kreatif.&lt;/b&gt; Menjadi kreatif akan membuat anda terhindar dari bersedih hati sepanjang hari. Rubahlah tampilan atau penataan ruangan anda, buat kue, berkebun, menggambar, atau melukis, dll.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Buatlah daftar ucapan syukur.&lt;/b&gt; Tulislah selusin hal-hal yang anda syukuri tiap harinya, mulai dari bangun tidur dan melihat wajah anak-anak anda yang manis dan lucu, hingga ke aroma bunga di halaman rumah atau taman. Hal ini akan membuat anda tetap ceria bila dilakukan dengan teratur karena akan memberikan anda suatu pengalaman baru di kehidupan anda.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Temui teman-teman lama anda.&lt;/b&gt; Anda akan merasa muda kembali, menjadi lebih positif dan lebih bersemangat, karena dengan bertemu teman-teman lama yang mengetahui anda waktu muda akan membangkitkan semangat muda anda lagi.  &lt;li&gt;&lt;b&gt;Ambil pilihan untuk bergembira.&lt;/b&gt; Anda punya pilihan untuk menjalani hari ini, yang tidak mungkin anda akan alami lagi, dengan kondisi gembira atau tidak gembira. Pilihlah untuk menjalaninya dengan perasaan segembira mungkin.&amp;nbsp;  &lt;/ol&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-457913530329053946?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/457913530329053946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=457913530329053946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/457913530329053946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/457913530329053946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/02/bagaimana-supaya-kita-ceria-lagi.html' title='Bagaimana Supaya Kita Ceria Lagi'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-7224416074607456528</id><published>2009-01-22T17:39:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T18:24:51.800-08:00</updated><title type='text'>HUJAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqbTUVREI/AAAAAAAAAn4/zXt1xwAqXuc/s1600-h/hujan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqbTUVREI/AAAAAAAAAn4/zXt1xwAqXuc/s200/hujan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294309485481116738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor&lt;br /&gt;anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu,&lt;br /&gt;apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba&lt;br /&gt;gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat&lt;br /&gt;lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.&lt;p&gt;"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan&lt;br /&gt;pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda&lt;br /&gt;baik." jelas induk katak sambil terus membelai.&lt;br /&gt;Dan anak katak itu pun mulai tenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.&lt;br /&gt;Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai&lt;br /&gt;kering yang berserakan mulai berterbangan.&lt;br /&gt;Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin.&lt;br /&gt;Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si&lt;br /&gt;katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang&lt;br /&gt;kita tunggu-tunggu? " tanya si anak katak sambil&lt;br /&gt;bersembunyi di balik tubuh induknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak&lt;br /&gt;terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau&lt;br /&gt;yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu&lt;br /&gt;menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang.&lt;br /&gt;Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar.&lt;br /&gt;Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana&lt;br /&gt;begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak&lt;br /&gt;lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul&lt;br /&gt;dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga&lt;br /&gt;gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!"&lt;br /&gt;ucapnya sambil terus memejamkan mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai.&lt;br /&gt;"Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita&lt;br /&gt;tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi&lt;br /&gt;tanda-tanda yang tampak menakutkan itu.&lt;br /&gt;Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,"&lt;br /&gt;ungkap sang induk katak begitu tenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh&lt;br /&gt;induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit&lt;br /&gt;yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan&lt;br /&gt;sambaran petir yang begitu menyilaukan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"&lt;br /&gt;**&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang&lt;br /&gt;tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan&lt;br /&gt;tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh&lt;br /&gt;dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persis seperti anak katak yang takut cuma karena&lt;br /&gt;langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan&lt;br /&gt;kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan&lt;br /&gt;takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan,&lt;br /&gt;sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;( Tafakur – Eramuslim )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-7224416074607456528?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/7224416074607456528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=7224416074607456528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7224416074607456528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/7224416074607456528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/hujan.html' title='HUJAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqbTUVREI/AAAAAAAAAn4/zXt1xwAqXuc/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5531229111551489362</id><published>2009-01-22T17:37:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T18:24:23.212-08:00</updated><title type='text'>SONG FOR GAZA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqSnVVfwI/AAAAAAAAAnw/sSh3JZZIkF0/s1600-h/gaza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqSnVVfwI/AAAAAAAAAnw/sSh3JZZIkF0/s200/gaza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294309336235212546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum tahu terjemahan lagu  dari Michael Heart :)&lt;br /&gt;sangat menyentuh... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa juga dilihat di youtube :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=dlfhoU66s4Y"&gt;http://www.youtube. com/watch? v=dlfhoU66s4Y&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WE WILL NOT GO DOWN ( SONG FOR GAZA )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky&lt;br /&gt;over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they're&lt;br /&gt;dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With&lt;br /&gt;ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the&lt;br /&gt;smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a&lt;br /&gt;fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our&lt;br /&gt;spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred&lt;br /&gt;night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on&lt;br /&gt;who's wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the&lt;br /&gt;bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the&lt;br /&gt;pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a&lt;br /&gt;fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our&lt;br /&gt;spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza&lt;br /&gt;tonight&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;KAMI TIDAK AKAN MENYERAH !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya&lt;br /&gt;putih yang membutakan mata&lt;br /&gt;Menyala terang di langit Gaza malam&lt;br /&gt;ini&lt;br /&gt;Orang-orang berlarian untuk berlindung&lt;br /&gt;Tanpa tahu apakah mereka masih&lt;br /&gt;hidup atau sudah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang dengan tank dan pesawat&lt;br /&gt;Dengan&lt;br /&gt;berkobaran api yang merusak&lt;br /&gt;Dan tak ada yang tersisa&lt;br /&gt;Hanya suara yang&lt;br /&gt;terdengar di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa&lt;br /&gt;perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah&lt;br /&gt;kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan&lt;br /&gt;menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dan anak-anak&lt;br /&gt;Dibunuh dan dibantai tiap&lt;br /&gt;malam&lt;br /&gt;Sementara para pemimpin nun jauh di sana&lt;br /&gt;Berdebat tentang siapa yg&lt;br /&gt;salah &amp;amp; benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam&lt;br /&gt;Tapi melalui tetes air mata dan&lt;br /&gt;darah serta rasa sakit&lt;br /&gt;Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap&lt;br /&gt;tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa&lt;br /&gt;perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah&lt;br /&gt;kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan&lt;br /&gt;menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5531229111551489362?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5531229111551489362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5531229111551489362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5531229111551489362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5531229111551489362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/song-for-gaza.html' title='SONG FOR GAZA'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/SXkqSnVVfwI/AAAAAAAAAnw/sSh3JZZIkF0/s72-c/gaza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4200786252431153716</id><published>2009-01-20T17:35:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T17:35:38.439-08:00</updated><title type='text'>10 Nasehat Agar Tidak Terjerumus</title><content type='html'>&lt;html&gt; &lt;body&gt; &lt;font face="Verdana" size=2 color="#382E1F"&gt;&lt;b&gt;Alih Bahasa: Abu Muslih Ari Wahyudi&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=1 color="#382E1F"&gt;Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi dan Rasul paling mulia. &lt;i&gt;Amma ba'du.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=2 color="#382E1F"&gt;&lt;b&gt;Berikut ini sepuluh nasihat Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat:&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size=1 color="#382E1F"&gt;Pertama&lt;/b&gt;, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; merasa malu kepada Allah Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;i&gt;Apabila engkau berlimpah nikmat&lt;br&gt; maka jagalah, karena maksiat&lt;br&gt; akan membuat nikmat hilang dan lenyap&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/i&gt;Barang siapa yang tidak mau bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dengan nikmat itu sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya&lt;br&gt; &lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; mencintai Allah karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Keenam,&lt;/b&gt; menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Ketujuh,&lt;/b&gt; memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkannya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati dan gundah gulana yang menyelimuti diri karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Kedelapan,&lt;/b&gt; memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Kesembilan,&lt;/b&gt; hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah waktu senggang dan lapang yang dia miliki karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan sehingga apabila dia tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Kesepuluh,&lt;/b&gt; sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebab-sebab di atas yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Diterjemahkan dari artikel berjudul 'Asyru Nashaa'ih libnil Qayyim li shabri 'anil ma'shiyah, www.ar.islamhouse.com)&lt;/i&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt;Sumber : &lt;a href="http://muslimah.or.id/"&gt;http://muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/body&gt; &lt;/html&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4200786252431153716?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4200786252431153716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4200786252431153716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4200786252431153716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4200786252431153716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/10-nasehat-agar-tidak-terjerumus.html' title='10 Nasehat Agar Tidak Terjerumus'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5336509158008725099</id><published>2009-01-20T17:32:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T17:33:25.776-08:00</updated><title type='text'>10 KESALAHPAHAMAN TENTANG SUKSES</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesalahpahaman 1*&lt;br /&gt;Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan&lt;br /&gt;lain-lain.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.&lt;br /&gt;Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk&lt;br /&gt;mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 2*&lt;br /&gt;Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita&lt;br /&gt;semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua&lt;br /&gt;kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 3*&lt;br /&gt;Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi&lt;br /&gt;bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 4*&lt;br /&gt;Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara&lt;br /&gt;yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di&lt;br /&gt;saat lain andalah yang membuat aturan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 5*&lt;br /&gt;Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan&lt;br /&gt;mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda.&lt;br /&gt;Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 6*&lt;br /&gt;Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak&lt;br /&gt;kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 7&lt;br /&gt;Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan&lt;br /&gt;oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 8*&lt;br /&gt;Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari&lt;br /&gt;orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri&lt;br /&gt;yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 9*&lt;br /&gt;Sukses adalah tujuan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.&lt;br /&gt;Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas&lt;br /&gt;hal apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman 10*&lt;br /&gt;Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus&lt;br /&gt;melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu.&lt;br /&gt;Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana&lt;br /&gt;adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.**&lt;br /&gt;CoachJim.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5336509158008725099?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5336509158008725099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5336509158008725099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5336509158008725099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5336509158008725099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/10-kesalahpahaman-tentang-sukses.html' title='10 KESALAHPAHAMAN TENTANG SUKSES'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2687791887196481774</id><published>2009-01-20T17:20:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T17:20:33.039-08:00</updated><title type='text'>Menghalalkan perzinaan lewat bahasa</title><content type='html'>&lt;blockquote type=cite class=cite cite=""&gt;&lt;font size=3&gt;Untuk menghalalkan pelacuran, dimunculkan pula istilah pekerja seks. Seakan&lt;br&gt; perbuatan yang melawan hukum Allah itu menjadi salah satu jenis pekerjaan yang&lt;br&gt; perlu disahkan. Na'udzubillaahi min dzaalik.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah&amp;nbsp; perzinaan merajalela, wanita-wanita karier banyak yang dikhabarkan&lt;br&gt; menyeleweng, maka dimunculkan pula istilah yang seolah-olah bukan larangan&lt;br&gt; agama. Pasangan zina laki-laki cukup disebut PIL (Pria Idaman Lain), sedang&lt;br&gt; pasangan zina perempuan disebut WIL (Wanita Idaman Lain).&lt;br&gt;&lt;br&gt; Artinya, para pezina itu sudah punya isteri atau suami namun kemudian berzina.&lt;br&gt; Mereka itu seharusnya dirajam, yakni dihukum mati oleh pengadilan, caranya&lt;br&gt; ditanam setengah badan di depan umum (misalnya di depan masjid), lalu&lt;br&gt; dilempari batu kecil-kecil sampai mati. Namun yang dimunculkan dalam istilah&lt;br&gt; yang merusak Islam itu justru istilah menggiurkan yaitu pria idaman, dan&lt;br&gt; wanita idaman. Sehingga pasangan zina justru disebut idaman. Na'udzubillahi&lt;br&gt; min dzaalik.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Para pengomando seks bebas entah itu berkedok sebagai dokter ahli seks ataupun&lt;br&gt; lainnya mempromosikan istilah itu secara gencar sebagai penyambung lidah&lt;br&gt; aspirasi syetan yang merusak Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Belum lagi iklan kondom yang digencarkan dengan suara mendayu-dayu yang&lt;br&gt; intinya menghalalkan zina asal pakai kondom. Suatu penentangan agama yang&lt;br&gt; terang-terangan, namun tidak diambil tindakan oleh pemerintah. Padahal,&lt;br&gt; diturunkannya ayat yang artinya &amp;quot;Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang&lt;br&gt; Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir&amp;quot;, itu adalah berkaitan&lt;br&gt; dengan enggannya kaum Yahudi menerapkan hukum rajam atas pezina yang telah&lt;br&gt; diwahyukan Allah SWT dalam Taurat. Malahan kini ada gejala yang lebih bandel&lt;br&gt; lagi ketimbang Yahudi itu. Kini bukan hanya tidak mau melaksanakan hukum&lt;br&gt; rajam, namun bahkan menghalalkan perzinaan dengan aneka bahasa dan dalih.&lt;br&gt; Astaghfirullaahal 'Adhiem. Kadang penghalalnya itu perempuan lagi, dengan&lt;br&gt; membela-bela diteruskannya lokalisasi pelacuran, dan mereka tak rela akan&lt;br&gt; dibubarkannya, dengan aneka dalih.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wanita-wanita murahan yang kerjaannya suka dipotret telanjang pun berani&lt;br&gt; berkilah-kilah dengan bahasa, katanya ketelanjangannya itu hanya trik kamera.&lt;br&gt; Lalu pihak-pihak yang mendukung sarana perzinaan dengan menyebarkan&lt;br&gt; gambar-gambar porno pun tak mau kalah, mereka menyebut yang porno itu dengan&lt;br&gt; istilah keren, estetika alias seni keindahan. Syetan telah mengomandoi mereka,&lt;br&gt; maka menganggap baik kejorokan yang mereka lakukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Golongan ahli rancu terjerumus&lt;br&gt;&lt;br&gt; Satu partai yang didirikan oleh organisasi berlabel Ulama pun konon&lt;br&gt; berkampanye di daerah pelacuran, dan para pelacur merengek agar tidak&lt;br&gt; dibubarkan sarang pelacurannya. Bisa diucapi, memang babi atau tikus got&lt;br&gt; (pecren,Jw) itu lebih suka hidup di comberan. Apakah ini sudah salah kedaden&lt;br&gt; (salah pola dasarnya)? Wallahu a'lam. Yang jelas, trend sikap suatu&lt;br&gt; gerombolan, geng, atau bahkan golongan tertentu, sering berkait berkelindan&lt;br&gt; dengan lakon para penggedenya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ada orang terkemuka dari golongan itu yang dikenal dengan sebutan Gus Anu. Dia&lt;br&gt; ini hafal Al-Quran dan sering mengadakan sima'an Al-Quran, pembacaan Al-Quran&lt;br&gt; secara hafalan, dan didengarkan banyak orang di suatu majlis. Gus Anu itu&lt;br&gt; konon suka datang ke daerah remang-remang, hingga wanita-wanita pelacur yang&lt;br&gt; disebut penghibur (ini istilah yang mengelabui pula) banyak yang kenal.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Diberitakan, si hafal Quran itu minum minuman bir hitam segala. Lalu sampai&lt;br&gt; pada usianya pun meninggallah ia. Lakon seperti itu kemudian dipuji-puji pula&lt;br&gt; oleh seseorang --yang terkemuka dan pernah saya tulis buku khusus tentang&lt;br&gt; bahaya pemikirannya-- untuk mengenang kematiannya di koran Katolik tempat&lt;br&gt; menggedekan si pemikir bahaya itu. Lha kalau lakon seperti itu saja dipuji,&lt;br&gt; maka lakon berkampanye di tempat pelacuran oleh partainya itu ya dianggap&lt;br&gt; lumrah (biasa, wajar).&lt;br&gt;&lt;br&gt; Padahal, kalau orang yang sedang kampanye di tempat pelacuran itu tiba-tiba&lt;br&gt; mati di sana, dan atau ada adzab jatuh di sana, maka suu-ul khotimah (buruk&lt;br&gt; akhir hayatnya) lah mereka. Kenapa? Karena, pada hakekatnya sama dengan sudah&lt;br&gt; rela terhadap keberadaan tempat maksiat itu sendiri. Namun berhubung cara&lt;br&gt; berfikir mereka sudah rancu dan sering menolak nasihat kebenaran alias&lt;br&gt; sombong, maka begitulah adanya. Terjadilah apa yang terjadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Itu di antaranya gara-gara pengelabuan istilah berupa apa yang mereka sebut&lt;br&gt; &amp;quot;wali&amp;quot;. Istilah &amp;quot;wali&amp;quot;, bagi mereka bisa kalis (terkena tapi tak berbekas)&lt;br&gt; dari kesalahan, hatta kesalahan yang jelas-jelas amat sangat mencolok secara&lt;br&gt; syar'i. Imbasnya, muballigh kondang Zaenuddin MZ pun pernah terpeleset pula,&lt;br&gt; ia berpidato dengan bangga bahwa dirinya berceramah di tempat pelacuran.&lt;br&gt; Keterpelesetan semacam itu mudah-mudahan tak terulang, dan hendaknya beliau&lt;br&gt; tidak mengulangi ketidak cermatannya dalam memahami Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang bekas bajingan seperti Anton Medan pun mendirikan lembaga yang di&lt;br&gt; antara programnya mengkhususkan penerjunan para da'inya untuk berda'wah ke&lt;br&gt; tempat pelacuran. Giliran tempat mesum itu diliburkan oleh Gubernur DKI&lt;br&gt; Jakarta Surjadi Sudirja untuk pertama kalinya pada Ramadhan 1417H, maka&lt;br&gt; program yang sudah dirancang rapi oleh Anton dan anak buahnya itu gagallah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Boleh diperkirakan, justru mereka &amp;quot;menyesal&amp;quot; dengan diliburkannya tempat&lt;br&gt; pelacuran itu. (Lihat buku &amp;quot;Di Bawah Bayang-bayang Soekarno Soeharto, Tragedi&lt;br&gt; Politik Islam.....&amp;quot;, Darul Falah Jakarta, 1420H).&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kenapa Anton berprogram seperti itu? Wallahu a'lam. Tetapi gurunya, kita kenal&lt;br&gt; adalah seorang terkemuka dari golongan seperti tersebut di atas, tidak lain&lt;br&gt; adalah Kiai Haji Noer Muhammad Iskandar SQ tokoh PKB (Partai Kebangkitan&lt;br&gt; Bangsa) pembela utama Gus Dur, yang telah punya pemahaman rancu mengenai&lt;br&gt; pernikahan, dipraktekkan pula hingga pernah heboh dan memalukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jadi istilah &amp;quot;wali&amp;quot; yang disalah artikan seperti tersebut di atas, ternyata&lt;br&gt; rangkaiannya sangat jauh, dan pengaruhnya amat jauh dari ajaran Islam, secara&lt;br&gt; melembaga di suatu organisasi dan kalangan pesantren yang mengaku Ahlus Sunnah&lt;br&gt; namun seringkali belepotan dengan bid'ah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dari Buku &amp;quot;Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan&amp;quot;&lt;br&gt; Penulis: H. Hartono Ahmad Jaiz&lt;br&gt; Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta&lt;/font&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2687791887196481774?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2687791887196481774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2687791887196481774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2687791887196481774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2687791887196481774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/menghalalkan-perzinaan-lewat-bahasa.html' title='Menghalalkan perzinaan lewat bahasa'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3468035893399993125</id><published>2009-01-07T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T22:32:01.833-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Dibuat Susah?</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh : Farabi Al Mishri&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;Pernah ada bawahan yang merasa gamang dengan rencana kebijakan manajemen perusahaannya. Betapa tidak, atasannya yang beberapa waktu lalu pernah mengikuti kursus pengelolaan risiko di luar negeri, begitu getol untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya di perusahaan tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembiayaan konsumen, selama ini memang telah memiliki hutang dalam valuta asing (&lt;i&gt;off-shore loan&lt;/i&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;), namun jumlahnya tidak lebih dari 5% dari total hutangnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Si bos memaparkan oleh-olehnya dari LN pada presentasinya dengan sangat antusias, hingga ketika masuk pada sesi risiko pasar ia pun semakin bersemangat. Menurutnya untuk memagari risiko akibat pergerakan nilai tukar (kurs), perusahaan perlu melakukan simulasi atas kemungkinan naik-turunnya nilai tukar terkait dengan hutangnya dalam mata uang asing (valas), agar terhindar dari dampak negatif atas pergerakan kurs tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Berbagai teori pun dipaparkan, mulai dari pendekatan historis, dinamis, maupun simulasi dengan model-model yang rumit. Bawahan tadi hanya manggut-manggut, entah mengerti atau tidak. Mbatinnya, untuk apa repot-repot dengan menggunakan teori-teori yang katanya maju (&lt;i&gt;advanced&lt;/i&gt;), padahal jika hutang valas yang jumlahnya tidak mencapai 5% dilunasi, masalah selesai. Apalagi portfolio pinjaman yang diberikan dalam mata uang Rupiah, dan diganti dengan sumber dana hutang dalam Rupiah. Untuk apa mempersulit diri hanya untuk menyelesaikan masalah simpel, ujarnya dalam hati.&amp;nbsp; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Manusia memang seringkali bersikap berlebihan (&lt;i&gt;overdosis&lt;/i&gt;) saat menghadapi suatu urusan, walaupun suatu masalah terpecahkan, akan tetapi pemecahannya terkadang bukanlah suatu solusi yang efisien, bahkan memperumit masalah. Seperti contoh di atas, jika perusahaan tidak meminjam dalam mata uang asing, tentu tidak ada lagi risiko pergerakan kurs, apalagi jumlah hutang valasnya relatif kecil. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Salah satu contoh kasus lain adalah kasus kotak sabun kosong. Hal ini terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggannya bahwa mereka kerap membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong, karena sabun yang dibeli tidak ada isinya hanya sebuah kotak. Keluhan pelanggan lalu diteruskan oleh manajemen perusahaan kepada bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena suatu alasan, beberapa kotak sabun ternyata memang luput dan mencapai ke bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit alias mahal. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Namun, tidak demikian dengan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kecil, ketika perusahaan itu dihadapkan pada masalah yang sama, seorang karyawannya tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kasus serupa pun terjadi di NASA. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen para astronot tidak bisa berfungsi pada tingkat gravitasi nol, karena&amp;nbsp; tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dengan biaya USD 12 juta. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Tetapi Rusia malah menyederhanakannya, mereka hanya menggunakan pensil!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Contoh lain adalah seperti kasus yang terjadi di sebuah apartemen. Suatu hari, manajemen gedung itu menerima keluhan dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Pemilik bangunan itu mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah. Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tetapi, seorang pakar yang sederhana justru menyarankan satu hal yang berbeda dengan pakar lainnya, &amp;quot;Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu&amp;quot;. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan &amp;quot;menunggu&amp;quot; menjadi merasa &amp;quot;tidak menunggu&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Contoh-contoh di atas mengingatkan penulis tentang keluhan seorang rekan yang akan memulai belajar memahami Al Qur'an. Ia tidak bisa membaca huruf hijaiyah (Arab), membaca Al Qur'an dengan tulisan tersebut baginya begitu sulit, apalagi jika harus belajar Tajwid terlebih dahulu, dan harus mengerti artinya. Lalu sahabatnya menyarankan, kenapa dibuat sulit untuk belajar memaknai isi Al Qur'an. Baca saja terjemahannya dahulu, begitu saja koq repot, ujarnya menirukan gaya bicara Gus Dur.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sahabat tersebut sangat mengimani firman-Nya yang berbunyi, &amp;quot;&lt;i&gt;Kami tidak menurunkan Al Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah&lt;/i&gt;;&amp;quot; (QS. Thaahaa, 20:2). Benar, Allah SWT menurunkan Al Qur'an melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW tidak dimaksudkan untuk membuat makhluk-Nya susah. Namun ia sebagai peringatan bagi orang-orang yang mau mengimaninya, jikapun ditemukan ayat-ayat yang sulit dipahami, abaikan dan carilah yang mudah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sebagaimana ayat-Nya yang berbunyi, &amp;quot;&lt;i&gt;bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an&lt;/i&gt;. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka &lt;i&gt;bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an&lt;/i&gt;&amp;quot; (QS. Al Muzzammil, 73:20).&amp;nbsp; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika dalam Al Qur'an, Allah SWT telah perintahkan manusia untuk memperlajari yang mudah, apalagi ilmu dunia, tentu tiada yang sulit.&amp;nbsp; Karena semuanya pasti ada solusinya tanpa harus mempersulit masalah. Hanya saja kebanyakan manusia ingin mengambil kesempatan dari suatu kesulitan yang timbul, bahkan mendapatkan keuntungan daripadanya. Jika yang terjadi demikian, maka masalah mudahpun akan menjadi sulit karena memang dipersulit. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Demikian halnya dalam beragama, manusia lebih senang mencari perbedaan, berbantah-bantahan daripada menjalankan sesuatu yang dimudahkan sebagaimana firman-Nya. Sebuah kalimat sederhana (filosofi) yang disebut KISS (&lt;i&gt;Keep It Simple Stupid&lt;/i&gt;), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga orang yang bodoh sekalipun dapat melakukannya, bisa dijadikan rujukan. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka daripada itu, kita perlu belajar untuk fokus pada solusi daripada mencari-cari masalah.&amp;nbsp; Semoga kita bisa. Amin. (fam)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3468035893399993125?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3468035893399993125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3468035893399993125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3468035893399993125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3468035893399993125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/kenapa-dibuat-susah.html' title='Kenapa Dibuat Susah?'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8945567465470023590</id><published>2009-01-05T18:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T18:07:05.108-08:00</updated><title type='text'>SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-K IT A YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI  TUA PULA .... ) </title><content type='html'>&lt;dl&gt; &lt;dd&gt;Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya dan si opa menceritakan kisah hidupnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau &lt;br&gt;  &lt;dd&gt;plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka? &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. &lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? &lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;When was the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU! &lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;dd&gt;Love your parents in anyway they are&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;/dl&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8945567465470023590?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8945567465470023590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8945567465470023590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8945567465470023590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8945567465470023590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2009/01/sedikit-renungan-buat-kita-k-it-yang.html' title='SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-K IT A YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI  TUA PULA .... ) '/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6058375751258376965</id><published>2008-12-22T18:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-22T18:54:42.675-08:00</updated><title type='text'>Allah Maha Pengasih</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Sepasang suami istri yang sudah menikah selama 7 tahun dan memiliki 3 orang anak, terlibat dalam sebuah pertengkaran hebat. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Begitu hebatnya pertengkaran mereka, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai, mengakhiri kehidupan rumah tangga mereka secepat mungkin. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Mereka menemui seorang pengacara kawakan, untuk melangsungkan perundingan pembagian harta diantara mereka, perundingan berlangsung alot, namun akhirnya sebagian besar masalah terselesaikan, baik tanah, rumah, deposito, dan semua aset harta mereka dapat dibagi dan mencapai kepuasan kedua belah pihak. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Hanya satu hal tidak ditemukan jalan keluarnya, yaitu mengenai pembagian anak (jangan lupa anak mereka tiga orang), baik si suami maupun si istri sama sama ingin mengasuh 2 anak, tidak ada yang mau mengalah, dan anak&lt;br&gt; tidak mungkin dibelah dua seperti pada jaman Sulaiman tempo dulu. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Akhirnya mereka menemui seorang pemuka agama, meminta nasehat bagaimana jalan keluar yang harus ditempuh. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang Imam akhirnya memberika jalan keluar yang bijak, yaitu mereka diminta menunda perceraiannya selama satu tahun, mereka harus menambah satu orang anak selama satu tahun, bila Tuhan mengijinkan perceraian mereka, Tuhan akan memberikan tambahan satu anak, total menjadi 4 anak, sehingga mudah untuk dibagi diantara mereka berdua. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena si suami dan si istri sangat serius untuk bercerai, mereka berusaha keras untuk menambah anak, dan akhirnya mereka berhasil. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Setahun kemudian, ketika Sang Imam berjalan jalan, beliau bertemu dengan pasangan suami istri ini, sedang bergandengan tangan dengan mesra, sehingga Sang Imam bertanya, : Apakah Kalian tidak berhasil menambah anak sehingga kalian batal bercerai?. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang Suami lalu menjawab : Tuhan maha pengasih, Dia memberikan kami tambahan anak, tapi sekaligus juga memberikan isyarat agar kami saling memaafkan dan saling mengasihi, kami memutuskan untuk tidak bercerai. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bagaimana Tuhan memberikan isyaratNya?, tanya Sang Imam. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tuhan memberikan kami tambahan anak, bukan satu anak, tapi dua anak, anak kembar !!. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Beberapa hikmah:&lt;br&gt;&lt;br&gt; 1. Menunda tindakan negatif sering bermanfaat, apalagi ketika seseorang sedang dikuasai emosi. Ada baiknya jika kita sedang marah kita menunda sesuatu yang ingin kita lakukan. Betapa banyak penghuni penjara yang menyesal: mengapa ketika marah memukuli istri/anak/dsb.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 2. Bisa mengendalikan marah (emosi) adalah kunci kebaikan, sehingga nabi saw menekankan laa taghdhab (jangan marah) kepada sahabatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 3. Kisah diatas menunjukkan kasih sayang Allah, tetapi ada yang lebih baik daripada kisah diatas yaitu pasangan suami isteri yang selalu berhasil meredam pertengkaran mereka. Mungkin keluar rumah meninggalkan isteri/suami yang marah untuk sebentar kemudian kembali membawa penganan/peralatan baru kesukaannya akan membuatnya tersenyum, meminta maaf dan berfikir betapa baiknya suaminya/isterinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 4. Pertengkaran itu bumbu rumah tangga. Dengan pertengkaranlah keharmonisan semakin terasa nikmat. Orang bijaksana akan menikmati pertengkaran dan masa-masa setelahnya dengan tetap mengendalikan suasana agar tidak sampai keluar dari sunnah Nabi saw. Karena pertengkaran itu seperti api: sedikitnya bermanfaat tetapi besar dan luasnya membinasakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; 5. Taushiyah ini kayaknya hanya bisa dinikmati oleh yang sudah menikah. So? Bagi yang bujang segeralah melaksanakan sunnah Nabi.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6058375751258376965?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6058375751258376965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6058375751258376965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6058375751258376965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6058375751258376965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/allah-maha-pengasih.html' title='Allah Maha Pengasih'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-8898948528613789645</id><published>2008-12-22T18:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T18:34:00.281-08:00</updated><title type='text'>CERITA SUKSES ????, KELINCI SAKTI</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Se-ekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai,&lt;br&gt; Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, &lt;br&gt; Lalu kelinci itu berkata: &amp;quot;Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang Rubah jantan merasa tertantang,&amp;quot;dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?&amp;quot; Merekapun&lt;br&gt; masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha&lt;br&gt; rubah dan melahapnya dengan nikmat. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang Kelinci kembali bersantai,Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :&amp;quot; Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.&amp;quot;Sang serigala merasa tertantang, &amp;quot; dimanapun&lt;br&gt; jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?&amp;quot;&lt;br&gt; Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam&lt;br&gt; Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :&amp;quot; Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.&amp;quot;Sang Beruang merasa tertantang, &amp;quot; dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?&amp;quot;&lt;br&gt; Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam&lt;br&gt; Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci&lt;br&gt; melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai &amp;quot;Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!&amp;quot;&lt;br&gt; Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata &amp;quot;&lt;br&gt; Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.&amp;quot;&lt;br&gt; Nb.&lt;br&gt; Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara &lt;br&gt; Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.&lt;br&gt; Untuk membentuk ikatan ukhuwah harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama: &lt;br&gt; (MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA&lt;br&gt;&lt;br&gt; salam,&lt;br&gt; Irwan (1.5, Bio1)&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-8898948528613789645?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/8898948528613789645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=8898948528613789645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8898948528613789645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/8898948528613789645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/cerita-sukses-kelinci-sakti.html' title='CERITA SUKSES ????, KELINCI SAKTI'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6481008226070922763</id><published>2008-12-22T18:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T18:24:55.811-08:00</updated><title type='text'>Ilustrasi agar kita tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu.</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Dikisahkan ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka&amp;nbsp; setan pun sambil tersenyum&amp;nbsp; bergumam, &amp;quot;Orang ini memang pantas menjadi sahabatku..!&amp;quot; Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin,&amp;nbsp; &amp;quot; Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......&amp;nbsp; Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata&amp;nbsp; tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang&amp;nbsp; manusia itu sambil berkata dengan penuh&amp;nbsp; ketakutan,&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Wahai&amp;nbsp;&amp;nbsp; sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita&amp;nbsp; !&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dengan keheranan manusia ini bertanya, &amp;quot;Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan&amp;nbsp; menjadi sahabat ?&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Aku takut !&amp;quot;, jawab setan dengan suara gemetar. &amp;quot; Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali&amp;nbsp; membangkang pada&amp;nbsp; perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada Adam, telah&amp;nbsp; dilaknat-Nya, apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang perintah-Nya. Tidak&amp;nbsp; terbayangkan olehku&amp;nbsp; bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !&amp;quot;, kata setan sambil ngeloyor pergi. * ( Kisah diatas diambil dari buku &amp;quot;Tutur bersayap)&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6481008226070922763?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6481008226070922763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6481008226070922763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6481008226070922763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6481008226070922763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/ilustrasi-agar-kita-tidak-pernah.html' title='Ilustrasi agar kita tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu.'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4644181114951175453</id><published>2008-12-22T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T18:20:16.260-08:00</updated><title type='text'>Wanita Solehah</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Penulis: Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Hikam:&lt;br&gt; Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Rosulullah saw bersabda: &amp;quot;Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah.&amp;quot; (HR. Muslim)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pada prinsipnya wanita solehah adalah wanita yang taat pada Allah, taat pada Rasul. Kecantikannya tidak menjadikan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari awal menjaga dirinya, selain dirinya akan terjaga, juga kehormatan dan kemuliaan akan terjaga pula, dan dirinya akan lebih dicintai Allah karena orang yang muda yang taat lebih dicintai Allah daripada orang tua yang taat. Dan, Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yang baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Agar wanita solehah selalu konsisten yaitu dengan istiqomah menimba ilmu dari alam dan lingkungan di sekitarnya dan mengamalkan ilmu yang ada. Wanita yang solehah juga dapat berbakti terhadap suami dan bangsanya dan wanita yang solehah selalu belajar.&lt;br&gt; Tiada hari tanpa belajar&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4644181114951175453?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4644181114951175453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4644181114951175453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4644181114951175453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4644181114951175453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/wanita-solehah.html' title='Wanita Solehah'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3267627511791530025</id><published>2008-12-22T18:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T18:18:08.853-08:00</updated><title type='text'>Mengendalikan Amarah</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Penulis: Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hikam:&lt;br&gt; Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang,&lt;br&gt; Allah menunjuki orang-orang yang suka berbuat kebajikan. Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak&amp;nbsp; manisnya madu. Tidaklah dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan hawa nafsunya ketika dia marah. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Dari Abu Hurairah, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: &amp;quot;Berilah nasehat kepadaku, Rasulullah bersabda janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya janganlah kamu marah.&amp;quot; &lt;br&gt; Amarah tidak mutlak seratus persen terlarang karena amarah itu bagian dari karunia Allah swt. Yang harus kita ketahui amarah bagaimana yang bisa membawa barokah dan amarah bagaimana yang bisa mendatangkan musibah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Menurut Rasulullah marah itu seperti jadam yang merusak manisnya madu. Sekuat apapun keimanan seseorang kalau dia pemarah bisa rusak keimannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ada orang yang lambat marahnya, lambat redanya dan lama bermusuhannya ini termasuk marah yang jelek. Ada juga orang yang cepat marah cepat juga redanya, ini termasuk marah yang kurang bagus. Ada juga orang yang cepat marah dan lambat redanya ini termasuk marah yang paling jelek. Dan yang paling bagus adalah lambat marahnya cepat redanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Berbahagialah bagi orang yang punya kesadaran untuk menahan amarahnya, bukan tidak boleh marah tapi tahan sekuat-kuatnya. Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat ramah, sopan kepada kita, makin banyak harapan kita kepada orang makin berpeluang kita sakit hati, jadi kita tidak bisa memaksa orang lain bersikap seperti yang kita inginkan. Yang harus kita usahakan, kita harus bisa menyikapi orang lain dengan sikap terbaik, apapun yang mereka lakukan. Jadi kalau ada orang yang marah jangan ditentang tapi diterima, bukannya membenarkan kemarahan tapi memahaminya untuk damai. Dengan adanya amarah kita bela keluarga kita, dengan adanya amarah kita bela agama dan dengan adanya amarah kita bela orang lemah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rasulullah marah pada saat yang tepat dengan alasan yang tepat hasilnya manfaat. Seperti pada saat pembagian harta setelah perang Hunaim berakhir. Kaum anshor menyebut Rasul tidak adil. Rasul marah dan berkata: &amp;quot;Jika Allah dan rasulnya tidak adil maka siapa lagi yang adil. Marahnya Rasul singkat, punya makna, mendalam dan tidak meyakiti siapapun tapi&lt;br&gt; membangkitkan kesadaran. Yang paling penting kalau kita marah orang bisa berubah menjadi lebih baik, tanpa terluka dan tanpa kita berperilaku dzalim. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Menahan amarah adalah dengan cara, banyak istigfar banyak membaca taudz, berwudhu atau pindah dari tempat tersebut. Jangan biarkan kita berada di tempat yang memancing kemarahan dan jika kita sudah marah sebaiknya kita bertaubat kepada Allah swt.&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3267627511791530025?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3267627511791530025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3267627511791530025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3267627511791530025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3267627511791530025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/mengendalikan-amarah.html' title='Mengendalikan Amarah'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6133227575786366980</id><published>2008-12-22T17:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T17:55:35.209-08:00</updated><title type='text'>Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.&lt;br&gt; Sumber: Majalah Percikan Iman, Edisi 4 Tahun II&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.&amp;quot; (Q.S Al Furqan:53)&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi &amp;quot;Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan...&amp;quot; artinya &amp;quot;Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.&amp;quot; Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi &amp;quot;Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan&amp;quot; artinya &amp;quot;Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.&amp;quot; Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup&amp;nbsp; di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.&lt;br&gt; Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rasulullah s.a.w. bersabda: &amp;quot;Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.&amp;quot; Bila seorang bertanya, &amp;quot;Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?&amp;quot; &lt;br&gt; Rasulullah s.a.w. bersabda, &amp;quot;Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6133227575786366980?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6133227575786366980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6133227575786366980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6133227575786366980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6133227575786366980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/air-tawar-segar-di-kedalaman-samudera.html' title='Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6095472578538927976</id><published>2008-12-17T00:52:00.001-08:00</published><updated>2008-12-17T00:52:27.340-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Teriak???</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, &amp;quot;Mengapa ketika&lt;br&gt; seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara&lt;br&gt; kuat atau berteriak?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat&amp;nbsp; tangan dan&lt;br&gt; menjawab,&amp;nbsp; &amp;quot;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan&amp;nbsp; kesabaran,&lt;br&gt; karena itu ia lalu&amp;nbsp; berteriak.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Tapi...&amp;quot; sang guru balik bertanya, &amp;quot;Lawan bicaranya&amp;nbsp; justru berada&lt;br&gt; disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara&lt;br&gt; secara halus?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut&lt;br&gt; pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang guru lalu berkata, &amp;quot;Ketika dua orang sedang berada dalam situasi&lt;br&gt; kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau&lt;br&gt; secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang&lt;br&gt; demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka&lt;br&gt; berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak&lt;br&gt; hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu&lt;br&gt; mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang guru masih melanjutkan, &amp;quot;Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua&lt;br&gt; orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika&lt;br&gt; mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan&lt;br&gt; kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu&lt;br&gt; jelas. Mengapa demikian?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak&lt;br&gt; berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada&lt;br&gt; akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja&lt;br&gt; amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang guru masih melanjutkan, &amp;quot;Ketika anda sedang dilanda kemarahan,&lt;br&gt; janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak&lt;br&gt; mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat&lt;br&gt; seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang&lt;br&gt; bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; ------------&lt;br&gt; (yTH.HS)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6095472578538927976?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6095472578538927976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6095472578538927976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6095472578538927976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6095472578538927976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/mengapa-harus-teriak.html' title='Mengapa Harus Teriak???'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1935275945224259163</id><published>2008-12-17T00:31:00.001-08:00</published><updated>2008-12-17T00:31:40.253-08:00</updated><title type='text'>KISAH SEBUAH POHON APEL</title><content type='html'>&lt;font face="Times New Roman, Times" size=3&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang&lt;br&gt; senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.&lt;br&gt; Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,&lt;br&gt; tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.&lt;br&gt; Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon&lt;br&gt; apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Waktu terus berlalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main&lt;br&gt; dengan pohon apel itu setiap harinya.&lt;br&gt; Suatu hari ia mendatangi pohon apel.&lt;br&gt; Wajahnya tampak sedih. &amp;quot;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,&amp;quot; pinta&lt;br&gt; pohon apel itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,&amp;quot; jawab anak&lt;br&gt; lelaki itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk&lt;br&gt; membelinya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pohon apel itu menyahut, &amp;quot;Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau&lt;br&gt; boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya.&lt;br&gt; Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.&amp;quot;&lt;br&gt; Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada&lt;br&gt; di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.&lt;br&gt; Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu&lt;br&gt; kembali sedih.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br&gt; &amp;quot;Ayo bermain-main denganku lagi,&amp;quot; kata pohon apel.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Aku tak punya waktu,&amp;quot; jawab anak lelaki itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat&lt;br&gt; tinggal. Maukah kau menolongku?&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Duh, maaf aku pu n tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua&lt;br&gt; dahan rantingku untuk membangun rumahmu,&amp;quot; kata pohon apel.&lt;br&gt; Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu&lt;br&gt; dan pergi dengan gembira.&lt;br&gt; Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi&lt;br&gt; anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.&lt;br&gt; Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br&gt; &amp;quot;Ayo bermain-main lagi deganku,&amp;quot; kata pohon apel.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku sedih,&amp;quot; kata anak lelaki itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan&lt;br&gt; berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku&lt;br&gt; dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.&lt;br&gt; Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.&amp;quot;&lt;br&gt; Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat&lt;br&gt; kapal yang diidamkannya.&lt;br&gt; Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Maaf anakku,&amp;quot; kata pohon apel itu. &amp;quot;Aku sudah tak memiliki buah apel&lt;br&gt; lagi untukmu.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,&amp;quot;&lt;br&gt; jawab anak lelaki itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,&amp;quot; kata&lt;br&gt; pohon apel.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,&amp;quot; jawab anak lelaki itu.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.&lt;br&gt; Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,&amp;quot; kata&lt;br&gt; pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,&amp;quot; kata anak lelaki.&lt;br&gt; &amp;quot;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah&lt;br&gt; setelah sekian lama meninggalkanmu.&amp;quot;&lt;br&gt; &amp;quot;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat&lt;br&gt; terbaik untuk berbaring dan beristirahat.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Mari, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan&lt;br&gt; tenang.&amp;quot;&lt;br&gt; Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.&lt;br&gt; Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ini adalah cerita tentang kita semua.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang&lt;br&gt; bermain-main dengan ayah dan ibu kita.&lt;br&gt; Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang&lt;br&gt; ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br&gt; Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk&lt;br&gt; memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.&lt;br&gt; Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar&lt;br&gt; pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br&gt; Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.Dan, yang&lt;br&gt; terpenting: cintailah orang tua kita.&lt;br&gt; Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan&lt;br&gt; berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada&lt;br&gt; kita.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1935275945224259163?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1935275945224259163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1935275945224259163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1935275945224259163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1935275945224259163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/kisah-sebuah-pohon-apel.html' title='KISAH SEBUAH POHON APEL'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3475908776771991759</id><published>2008-12-16T23:05:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T23:05:14.514-08:00</updated><title type='text'>KEBAHAGIAAN</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya.&lt;br&gt; Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, &amp;quot;Ini namanya Kebahagiaan.&lt;br&gt; Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia.&lt;br&gt; Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya.&lt;br&gt; Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih&amp;quot;.&lt;br&gt; Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Malaikat pertama mengusulkan, &amp;quot;Letakan dipuncak gunung yang tinggi&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lalu malaikat kedua berkata, &amp;quot;Latakkan di dasar samudera&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Usul itupun kurang disepakati.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalu aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dimanakah tempatnya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Begitu juga hidup ini.Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita. Sering kali kita berkata, ach... gue mah belum jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, TMI dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita. Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika menurut buku ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Yang penting disini adalah hikmat. Barangsiapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Oh ya..., dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu?&lt;br&gt;&lt;br&gt; *_DI HATI YANG BERSIH_*&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3475908776771991759?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3475908776771991759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3475908776771991759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3475908776771991759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3475908776771991759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/kebahagiaan.html' title='KEBAHAGIAAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-5302347590341496358</id><published>2008-12-16T21:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T21:30:56.659-08:00</updated><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;blockquote type=cite class=cite cite=""&gt;&lt;font size=3&gt;Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan&lt;br&gt; belanja, cucian, makan, kebersihan &amp;amp; kerapihan rumah dapat ditanganinya&lt;br&gt; dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih &amp;amp; teratur dan suami serta&lt;br&gt; anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau&lt;br&gt; karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya&lt;br&gt; gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak&lt;br&gt; akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah,&lt;br&gt; hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama&lt;br&gt; Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita&lt;br&gt; sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp;amp; berkata&lt;br&gt; kepada sang ibu :&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan&amp;quot; Ibu&lt;br&gt; itu kemudian menutup matanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang,&lt;br&gt; tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?&amp;quot;&lt;br&gt; Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung&lt;br&gt; berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Virginia Satir melanjutkan; &amp;quot;Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah&lt;br&gt; ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan&lt;br&gt; tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu&lt;br&gt; kasihi&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang,&lt;br&gt; napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung&lt;br&gt; cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu &amp;amp; kotoran&lt;br&gt; disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang&lt;br&gt; ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Sekarang bukalah mata ibu&amp;quot; Ibu itu membuka matanya &amp;quot;Bagaimana, apakah&lt;br&gt; karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. &amp;quot;Aku tahu maksud anda&amp;quot;&lt;br&gt; ujar sang ibu, &amp;quot;Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang&lt;br&gt; tampak negatif dapat dilihat secara positif&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang&lt;br&gt; kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg&lt;br&gt; dikasihinya ada di rumah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog&lt;br&gt; terkenal yang mengilhami Richard Binder &amp;amp; John Adler untuk menciptakan&lt;br&gt; NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas&lt;br&gt; disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang&lt;br&gt; kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah&lt;br&gt; satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Berikut ini beberapa contoh pengubahan sudut pandang :&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya BERSYUKUR;&lt;br&gt;&lt;br&gt; 1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan,&lt;br&gt; karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain&lt;br&gt; 2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu&lt;br&gt; artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.&lt;br&gt; 3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu&lt;br&gt; artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan&lt;br&gt; 4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja&lt;br&gt; dan digaji tinggi&lt;br&gt; 5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan,&lt;br&gt; karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman&lt;br&gt; 6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan&lt;br&gt; 7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu&lt;br&gt; artinya saya masih mampu bekerja keras&lt;br&gt; 8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu&lt;br&gt; artinya masih ada kebebasan berpendapat&lt;br&gt; 9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu&lt;br&gt; artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup&lt;br&gt; 10. Untuk semua masalah dan penderitaan hidup yang saya alami, karena&lt;br&gt; itu artinya saya memiliki pengharapan hidup kekal yang penuh sukacita di&lt;br&gt; surga.&lt;br&gt;&lt;br&gt; * * * *&lt;br&gt; (Yth.HS)&lt;/font&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-5302347590341496358?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/5302347590341496358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=5302347590341496358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5302347590341496358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/5302347590341496358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/berpikir-positif.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3852201353848514505</id><published>2008-12-16T20:44:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T20:44:49.930-08:00</updated><title type='text'>Rasa Hormatku Semakin Dalam</title><content type='html'>&lt;font face="Times New Roman, Times" size=3&gt;&lt;i&gt;Publikasi : 13-09-2005&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Times New Roman, Times" size=3 color="#505050"&gt;&lt;b&gt; KotaSantri.com :&lt;/b&gt; Kubuka mukena yang setia bersamaku sepanjang malam ini. Kulipat tiga memanjang, lalu kulilitkan ke leher. Dengan begini aku berharap dapat melindungi kuduk dari hembusan angin malam. Angin yang menerobos masuk lewat jendela kamar yang sengaja kubiarkan terbuka. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Udara yang lembab dan menggerahkan telah muncul sejak awal Agustus ini, pertanda dimulainya musim panas di negeri sakura. Sebentar lagi tentu aku tak akan tenang di dalam rumahku sendiri tanpa kipas angin. Tak akan ada AC di apartemenku yang sederhana dan bergaya tradisional ini. Tapi aku amat menyukai &amp;quot;rumahku&amp;quot;, terutama karena lokasinya yang tepat di bawah sebuah bukit kecil. Lalu dari jendela manapun aku menatap keluar, mataku akan bertumbukan dengan pepohonan dan herba. Kehijauan, pemandangan yang selalu membuatku tenang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kulirik hamparan &amp;quot;futon&amp;quot; (kasur tradisonal Jepang). Dua belahan jiwaku tengah terlelap diatasnya, bergaya bebas. Gadis kecilku telah merubah posisi tidurnya menjadi horizontal, kakinya melipat di pingir dipan yang membatasi. Ah, ia telah tumbuh semakin tinggi. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bagian tengah yang seharusnya menjadi wilayah tidurku kosong. Sang papa, suamiku, tidur secara vertikal di bagian yang lain menghadap ke arah ruang keluarga, dimana aku tengah berada. Terdengar dengkuran halus dari bibirnya, pertanda kelelahan kata orang tua. Memang, setelah selesai bekerja kemaren sore seperti biasa ia langsung menjemput putri kami di hoikuen (sekolah setingkat taman-kanak-kanak), lalu menyuapinya makan dengan &amp;quot;nato&amp;quot; (sejenis makanan khas di Jepang, terbuat dari kedelai) kegemaran anakku. &amp;quot;Hanya setengah porsi,&amp;quot; katanya padaku kemudian, ketika kami harus makan di luar malam itu. Merayakan kelulusanku setelah melewati final defense, presentasi akhir mempertahankan penelitianku untuk mendapatkan gelar doktor. Setelah semua persiapan yang amat melelahkan bagiku, profesorku dan juga suamiku.&lt;br&gt;&lt;br&gt; ***&lt;br&gt;&lt;br&gt; Suamiku adalah orang pertama yang ingin kukabari akan berita kelulusanku. Kuingat sore itu, ketika baru saja aku akan menulis e-mail ke telepon genggamnya, suamiku sudah terlebih dahulu menghubungiku lewat telepon seorang teman. Mengucapkan selamat. Hatiku bergetar ketika suaranya terdengar bahagia, lega. Perjuangan kami kini telah membuahkan salah satu hasilnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ya, ini adalah perjuangan kami. Karena aku tak akan bisa menjalani semua ini tanpa dukungan, pengertian dan dorongannya. Padahal rasanya baru kemaren suara-suara itu terdengar olehku.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Hen, kamu harus hati-hati. Kamu kan mau S3, jangan nikah dulu deh! Gimana kalau suamimu nanti langsung pengen punya anak, sementara kamu harus pergi keluar negeri sendiri?&amp;quot; kata seorang seniorku, ketika aku menjalani pendidikan S2 di Bandung dan tengah kebingungan dengan pilihan melanjutkan studi saja dulu, atau menikah sesuai permintaan ibuku sambil tetap melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ibu sempat berdiskusi dengan teman-teman tentang rencanamu untuk menikah sebelum berangkat ke Jepang. Kamu kan masih muda, cantik dan pintar, nggak usah khawatirlah soal jodoh. Sekolah saja dulu, dan pria-pria akan berlomba ingin menyuntingmu&amp;amp;,&amp;quot; Ibu Tjadra, salah seorang dosen di laboratoriumku memberikan saran ketika kuminta pendapatnya. Dosenku yang satu ini amat lembut dan baik hati, jadi aku pun merasa dekat seperti berteman saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Nggak usah nikah dulu atuh Hen, calonmu dari IKIP? Belum mau melanjutkan lagi? Lihat deh nanti kalau kamu sudah doctor, beda gerak. Pasti deh kamu pengen sama yang doktor juga!&amp;quot; Ibu Ria, dosen biostatistikku yang campuran sunda-batak itu ikut pula menyumbangkan pendapat. Lengkap dengan gaya khasnya berbicara ketika kami berjalan bersama di koridor kampus pada suatu siang. Aku tersenyum melihat gaya beliau tapi belum yakin untuk setuju dengan pendapat seperti itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Belum lagi &amp;quot;serangan&amp;quot; keluarga suamiku bagi dirinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Benar nih, mau menikah dengannya? Kamu nggak takut kalau pendidikannya di atasmu? Bagaimana kalau nanti dia ngelunjak dan jadi berkuasa? Apa enak jadi suami dikomandoi istri?&amp;quot; Dan berbagai kecurigaan lainnya terhadap rencananya untuk menikahiku. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untunglah aku tidak terpengaruh dengan berbagai pendapat yang muncul, karena telah kupasrahkan pada-Nya segala. Berdo'a agar diberikan jalan terbaik jika memang ialah jodohku. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tuhan mendengar do'aku dan membuatku dengan lapang dada menerima ketika ia mengurus semua keperluan untuk pernikahan bersama keluargaku di Padang. Sementara itu aku hanya menerima konfirmasi lewat telepon dan bisa terus mengurus persiapan wisuda dan dokumentasi untuk berangkat ke luar negeri. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kini, ketika aku berhasil juga menyelesaikan studiku, perjalanan rumah tangga kami telah mencapai umur 7 tahun. Dengan menjaga prinsip saling terbuka, saling percaya, saling menghormati dan berpedoman pada tuntunan pernikahan dalam Islam, aku selalu berusaha memposisikan diri sebagai istri yang patuh pada suami dan sebagai ibu yang baik bagi anak kami semata wayang. Berkat pengorbanannya dan tolerasi suamiku atas berbagai keterbatasan yang kumiliki, Alhamdulillaah tidak ada kendala berarti dalam hubungan kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt; ***&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hari beranjak subuh. Kupuaskan diri menatap suamiku yang sekarang masih tertidur pulas, tapi dengkurannya sudah tak ada lagi. Wajah yang kukasihi, kuhormati dan yang selalu mengasihi keluarganya dengan tulus. Yang beberapa hari terakhir ini merelakanku untuk tak memasakkan makanan kesukaannya. Atau tak protes kalau kumasakkan sekaligus lebih banyak, lalu tinggal dipanaskan untuk beberapa kali makan. Selebihnya aku telah membeli makanan instan atau mengajaknya makan di kantin kampusku. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Terkadang ia malah sengaja menyuruhku ke kampus secepatnya, karena tahu profesorku sedang menunggu. Bahkan dua hari terakhir ini, saatku bangun di pagi hari, suamiku telah menyediakan satu set makanan instan, bekal ke kampus untukku. Rupanya setelah selesai bekerja pagi itu, ia sempat pula membereskan hal-hal kecil lainnya di dapur. Padahal setelah itu ia harus berjuang sendiri mempersiapkan anak kami yang masih balita untuk pergi sekolahnya. Aku sendiri sudah harus di kampus sejak sangat pagi belakangan ini, untuk menemui profesorku yang datang lebih pagi lagi, khusus untuk persiapan ujian akhirku. Suamiku juga ikut-ikutan tegang sepertiku ketika jadwal ujian tinggal hitungan jam. Dan saat mengetahui kelulusanku, ialah yang paling senang dan bahagia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk semua ketulusan ini, apakah aku sebagai istri akan bersikap lancang padanya? Apakah lantas aku akan menganggapnya rendah karena tak ikut melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi akan tetapi memilih bekerja untuk menafkahi keluarga? Aku tak melihat adanya hubungan antara gelar yang akan kusandang dengan posisinya sebagai pemimpin keluarga. Apakah aku akan besar kepala atau merasa lebih tahu dan hebat? Jawabnya hanya TIDAK. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Untuk segala pengertiannya akan kuberikan seluruh pengertianku. Untuk semua kesabarannya akan kulatih terus sabarku. Untuk segala cintanya akan kuberikan seluruh cintaku. Ini sudah menjadi tekadku sejak dahulu, saat memutuskan bersedia menjadi pendamping hidupnya. Nyatanya, semakin hari semakin bertambah kekagumanku padanya. Semakin tinggi rasa hormatku baginya. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ya Robbi, terima kasihku selalu atas segala anugerah-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku wanita yang sabar, shalehah dan berbakti pada suamiku, mencapai ridha-Mu&amp;amp;,&amp;quot; do'aku selalu, teringat akan sabda Rasul yang pernah kubaca : Dari Ummu Salamah, &amp;quot;Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, Barang siapa di antara perempuan yang mati dan ketika itu suaminya suka (rela) kepadanya, maka perempuan itu akan masuk syurga.&amp;quot; (Riwayat Ibnu Majah dan Tirmizii).&lt;br&gt;&lt;br&gt; ***&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Uda&amp;amp;, banguun&amp;amp;,&amp;quot; Bisikku pelan, enggan membangunkannya karena ia tampak amat nyenyak tertidur. Namun perlahan lelaki pujaan itu bangun dari istirahatnya dan segera ke kamar mandi untuk berwudhu. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah shalat subuh berjamaah, kucium tangannya, saling bermaafan. Ia mencium keningku. Saat-saat indah yang selalu kutunggu setiap hari, karena kesibukanku biasanya membuat kami hanya bisa berjamaah disaat subuh dan isya saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Hari masih gelap, tapi suamiku telah siap untuk berangkat bekerja setelah meminum kopi susu buatanku. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Assalamu'alaikum&amp;amp;,&amp;quot; Ucapnya saat membuka pintu dan melangkah keluar.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Setelah menjawab salamnya, aku masih mematung di depan pintu. Merenungi kepergian belahan hati untuk mengadu nasib bagi keluarga, seperti yang selama ini dengan tulus ia lakoni. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Ya Allah&amp;amp; lindungilah suamiku, dan semoga setiap helaan nafas kasihnya pada keluarga akan selalu menjadi ladang ibadah pula baginya disisi-Mu. Amin&amp;amp;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dari Abu Hurairah. Ia berkata, Rasulullah SAW telah memberi pelajaran. Sabda beliau, &amp;quot;Mukmin yang sempurna imannya ialah yang paling baik pribadinya, dan sebaik-baiknya pribadi ialah orang yang paling baik terhadap istrinya.&amp;quot; (Riwayat Ahmad dan Tarmizi).&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;i&gt;Kanazawa, Agustus 2005&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(HennyHerwinaHanif)&lt;/i&gt; &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3852201353848514505?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3852201353848514505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3852201353848514505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3852201353848514505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3852201353848514505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/rasa-hormatku-semakin-dalam.html' title='Rasa Hormatku Semakin Dalam'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2467794903353560012</id><published>2008-12-16T19:57:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T19:57:13.310-08:00</updated><title type='text'>Karena Kau Cintaku</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;i&gt;Publikasi : 06-09-2005&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=3 color="#505050"&gt;&lt;b&gt;KotaSantri.com :&lt;/b&gt; Meniti hari meniti waktu / Membelah langit belah samudra &lt;br&gt; Ikhlaslah sayang kukirim kembang / Tunggu aku... tunggu aku... &lt;br&gt;&lt;br&gt; Tak ingin segera melepaskan pelukan. Erat, dan semakin kuat merengkuh. Lalu dielusnya dengan lembut wajah teduh yang dihiasi jilbab berwarna pudar itu. Kedua pasang mata saling menatap mesra, penuh selaksa cinta. Tangan pun perlahan takzim diciumnya, berharap kelak merengkuh surga. Kemudian kaki tegap melangkah dengan iringan senyum serta do'a adinda. Sosok tubuh itu tampak semakin menjauh, namun hati akan selalu menautkan bulir-bulir rindu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Lelaki biasa itu sesungguhnya sosok yang begitu sederhana. Dirinya hadir untuk mengisi rongga jiwa yang dahaga setelah tiba pertemuan yang ditentukan Sang Pemilik Cinta. Kala itu, memang tak ada mahar intan permata atau janji sebuah istana nan megah. Ikatan suci pun hanya diikrarkan dalam bingkai kesederhanaan di mata manusia. Penuh harapan, menyulam pinta keridho'an Sang Pencipta. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Sosok tegar itu memang tak pernah ragu mencari rezeki walau hanya sekedar sesuap nasi. Hatinya teguh, bahkan ketika semburat merah belum sempurna karena sang surya masih meringkuk di peraduan. Demi keluarga, jiwa serta raga rela digadang dengan kerasnya kehidupan. Meniti hari dan waktu, dibelahnya langit serta samudra. Berharap kelak dapat mengirim kembang untuk yang disayang. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Masya Allah... &lt;br&gt; Sungguh teramat indah kehidupan dua anak manusia yang saling mencinta. Dan bukankah dengan cinta itu telah menjadikan sepasang manusia rela bersatu? &lt;br&gt;&lt;br&gt; Rinduku dalam semakin dalam / Perjalanan pasti kan sampai &lt;br&gt; Penantianmu semangat hidupku / Kau cintaku kau intanku &lt;br&gt; Do'akanlah sayang / Harapkanlah manis &lt;br&gt; Suamimu segera kembali / Suamimu, suami yang baik &lt;br&gt;&lt;br&gt; Selalu... &lt;br&gt; Penantian yang tercinta di rumah akan membangkitkan jutaan harapan. Sehingga, lahirlah dua hati yang saling merindukan. Karenanya pula semangat semakin meluap dan sekujur tubuh terasa lebih bergelora. Impian pun menyelimuti jiwa hingga menggerakkan raga untuk menjadikannya sebuah kenyataan. Kerinduan memang senantiasa melahirkan kebahagiaan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kembali dipatrinya di lubuk hati, lelaki perkasa adalah seseorang yang mendapatkan sedikit harta dengan cucuran keringat sendiri. Kemudian dengan itu diberikannya makanan dan pakaian untuk dirinya serta orang-orang terkasih. Wanita yang senantiasa menunggu kepulangannya di rumah juga tak pernah meminta lebih. Menerima apa saja yang diterima, apatah lagi itu semua adalah tanda cinta sang belahan jiwa. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Kesungguhannya mencari nafkah sungguh menyemburatkan bangga. Keikhlasan membanting tulang demi keluarga, bahkan walau dengan bergenang air mata darah menunjukkan jati dirinya sebagai qawwam. Tak heran, bau keringatnya setelah seharian mencari nafkah selalu menebarkan aroma kerinduan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Duhai Pemilik Cinta... &lt;br&gt; Betapa sebenarnya sujud panjang dan tetesan air mata kesyukuran seakan tak ada arti dengan apa yang telah Engkau berikan selama ini. Lelaki itu juga sesungguhnya bukanlah Nabiullah Daud yang senantiasa mencari makan dari hasil usahanya sendiri. Namun, semoga jerih payahnya menuai pahala tiada jeda dan henti. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan, ketika bola mata sang istri menyorotkan tanya di saat sosok itu pulang di malam yang larut. Bahkan rasa capainya belum lagi enggan hilang, sang suami pun menjawab dengan lembut, &amp;quot;Karena kau cintaku...&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;br&gt; Selalu, dan senantiasa hanya karena itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Wallahu a'lamu bish-shawaab. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;i&gt;MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA* &lt;br&gt; Al-Hubb FiLlah wa LiLlah, &lt;br&gt;&lt;br&gt; Abu Aufa (&lt;a href="http://www.abuaufa.net/" eudora="autourl"&gt;www.abuaufa.net&lt;/a&gt;) &lt;br&gt;&lt;br&gt; Catatan :&lt;br&gt; Lirik di atas dikutip sebagian dari lagu Ikrar, Iwan Fals.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2467794903353560012?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2467794903353560012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2467794903353560012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2467794903353560012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2467794903353560012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/karena-kau-cintaku.html' title='Karena Kau Cintaku'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3888436040177446812</id><published>2008-12-09T22:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T22:42:09.552-08:00</updated><title type='text'>Garam, Gelas dan Telaga</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.&lt;br&gt; Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, &amp;quot;ujar Pak tua itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Asin. Asin sekali, &amp;quot;jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak&amp;nbsp; sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.&amp;quot; Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, &amp;quot;Bagaimana rasanya?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Segar,&amp;quot; sahut sang pemuda.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?&amp;quot; tanya Beliau lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Tidak,&amp;quot; jawab si anak muda.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. &amp;quot;Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Beliau melanjutkan nasehatnya. &amp;quot;Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3888436040177446812?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3888436040177446812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3888436040177446812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3888436040177446812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3888436040177446812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/garam-gelas-dan-telaga.html' title='Garam, Gelas dan Telaga'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-4113249583965919717</id><published>2008-12-09T22:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T22:37:20.491-08:00</updated><title type='text'>Pahami Papa? Pahami Mama?</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Oleh: &lt;b&gt;Hingdranata Nikolay&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt;Orang tua setengah mati bergulat dengan anaknya yang menurut mereka harus memahami mereka.&amp;nbsp; Orang tua frustrasi berpikir kenapa anak mereka tidak kunjung bisa mengerti mereka.&amp;nbsp; Beberapa orang tua malah menganggap anak mereka sebagai anak yang tidak berguna, nakal, tidak pengertian, dan lain-lain, karena berkali-kali diminta untuk memahami orang tua, anak mereka dianggap tidak kunjung melakukannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sebenarnya apa yang terjadi?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ini sebuah pesan singkat hari ini: ANAK-ANAK TIDAK PERNAH MENJADI ORANG TUA!&amp;nbsp; Karena mereka tidak pernah menjadi orang tua, PETA REALITA dan MODEL DUNIA mereka tidak pernah me-register memory atau pengetahuan bagaimana menjadi orang tua.&amp;nbsp; Silly untuk berpikir bahwa mereka seharusnya sudah punya gambaran ini di PETA mereka, karena itu mereka wajib memahami orang tua.&amp;nbsp; Kalau tidak ada di PETA REALITA mereka, bagaimana mereka menemukannya di PETA tersebut saat orang tua memarahi mereka karena mereka dianggap tidak memahami?&amp;nbsp; Mereka malah heran dan bertanya-tanya apa salah mereka.&amp;nbsp; Saya tidak menemukan kota Jakarta di PETA Sumatera, dan saya dimarahi karena tidak bisa menemukannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Bedanya, orang tua pernah menjadi anak-anak.&amp;nbsp; Orang tua sudah punya PETA REALITA dan MODEL DUNIA anak-anak, walau tentu di setiap jaman ada penambahan dan modifikasi berdasarkan PILIHAN yang tersedia di jaman tersebut.&amp;nbsp; Jadi advantage seharusnya ada di tangan orang tua.&amp;nbsp; Orang tualah yang harus memahami bagaimana anak-anak ini bersikap dan apa isi PETA REALITA mereka!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Orang tua dan para sahabat I2, anak-anak menyayangi kita.&amp;nbsp; Mereka menyayangi dari sisi anak-anak.&amp;nbsp; Mereka tidak memandang kita dari sisi pandang orang tua.&amp;nbsp; Mereka mendengarkan kita, melihat kita, merasakan apapun, dari PETA REALITA dan MODEL DUNIA anak-anak.&amp;nbsp; Keletihan kerja tidak ada di PETA mereka.&amp;nbsp; Stress menghadapi kegagalan di pekerjaan tidak ada di PETA mereka.&amp;nbsp; Dimarahi bos tidak ada di PETA mereka.&amp;nbsp; Frustrasi menghadapi rumitnya pekerjaan tidak ada di PETA mereka.&amp;nbsp; Mereka hanya datang dengan PETA bersih: saya ingin papa lihat coretan saya. Saya ingin mama lihat saya bermain dengan senyum.&amp;nbsp; Saya ingin papa main bersama saya.&amp;nbsp; Saya ingin mama membacakan saya cerita ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Karena ada orang tua, saat anaknya mengajak bermain, yang didengar dalam pikiran orang tua setelah sang anak mengajak bermain adalah sang anak berkata, &amp;quot;Saya tidak peduli papa sedang capek dan stress bekerja, pokoknya papa harus main bersama saya!&amp;quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Padahal sang anak hanya 'mengajak bermain'!&amp;nbsp; Mereka tidak memahami kita saat sedang capek dan butuh waktu untuk tidak diganggu?&amp;nbsp; Betul sekali.&amp;nbsp; Mereka tidak paham.&amp;nbsp; Mereka tidak pernah merasa capek setelah bekerja.&amp;nbsp; Mereka belum pernah harus berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan rumit.&amp;nbsp; Mereka belum tahu bagaimana rasanya menghadapi situasi tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mereka tidak paham.&lt;br&gt;&lt;br&gt; So, saat Anda mau berucap: &amp;quot;Pahamai Papa!&amp;quot; atau &amp;quot;Pahami Mama!&amp;quot;, pertimbangkanlah bahwa mereka tidak paham.&amp;nbsp; Karena itu tidak perlu marah saat mereka tetap maksa.&amp;nbsp; Kita boleh menegur dan menjelaskan isi PETA kita dengan berbagai analogi yang sesuai PETA mereka, mengenai apa itu keletihan kerja.&amp;nbsp; Kita boleh saja bertanya apakah setelah seharian bermain dan saat mereka ingin istirahat dan kita mengajak mereka bermain, apakah kita mengganggu mereka atau tidak, mereka kesal atau tidak.&amp;nbsp; Dan sejenisnya.&amp;nbsp; Isi PETA mereka dengan berbagai analogi yang melengkapi dan memperkaya PETA mereka.&amp;nbsp; Bukan memarahi mereka karena isi PETA mereka tidak sesuai dengan PETA orang tua!&amp;nbsp; Mereka hanyalah anak-anak dengan PETA mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt; HAPPY PARENTING!&lt;br&gt;&lt;br&gt; Have a positive day!&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Fajar B (1.7, Bio1)&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-4113249583965919717?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/4113249583965919717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=4113249583965919717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4113249583965919717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/4113249583965919717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/pahami-papa-pahami-mama.html' title='Pahami Papa? Pahami Mama?'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3949370226241468021</id><published>2008-12-09T18:53:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T18:53:53.511-08:00</updated><title type='text'>PASIR DAN PAHATAN BATU</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Suatu ketika, ada sepasang pengembara yang sedang melakukan perjalanan. Mereka, kini tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang, hanya ada horison pasir yang terbentang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tapak-tapak kaki yang ada di belakang mereka, membentuk jejak-jejak yang takputus. Susunannya meliuk-liuk, tampak seperti kurva garis, yang berujung di setiap langkah yang mereka lalui. Sesekali debu-debu pasir menerpa tubuh, dan membuat mereka berjalan merunduk, agar terhindar dari badai kecil itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tiba-tiba, ada sebuah badai besar yang datang. Hembusannya sangat kuat, membuat tubuh mereka bergoyang, dan limbung. Terpaan yang begitu kuat segera membuat ujung-ujung pakaian mereka berkibar-kibar, mengelepak, dan&lt;br&gt; mendorong tubuh mereka ke arah belakang. Untunglah, mereka saling berpegangan, dan dapat bertahan dari badai itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Namun, ada musibah lain yang menimpa mereka. Bekal minum mereka terbuka, dan terbawa angin yang kuat tadi. &amp;quot;Ah... kita akan mati kehausan disini, &amp;quot;ujar seorang pengembara. Lelah bertahan seusai badai, keduanya duduk tercenung, menyesalkan hilangnya bekal minum mereka. Seseorang dari mereka, tampak menulis sesuatu di atas pasir dengan ujung jarinya. &amp;quot;Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini.&amp;quot; Pengembara yang lain tampak bingung, namun tetap membereskan perlengkapannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Badai sudah benar-benar usai, dan keduanya pun melanjutkan perjalanan. Setelah lama menyusuri padang, mereka melihat sebuah oasis di kejauhan. &amp;quot;Kita selamat, seru seorang pengembara, &amp;quot;lihat, ada air disana.&amp;quot; Mereka setengah berlari ke arah air itu. Untunglah, itu bukan fatamorgana.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tampaklah sebuah kolam kecil dengan air yang cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya, dan mengambil sisanya untuk bekal perjalanan.&lt;br&gt; Sambil beristirahat, pengembara yang sama mulai menulis sesuatu. Pisau yang digenggamnya digunakan untuk memahat di atas sebuah batu. &amp;quot;Kami bahagia. Kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Merasa bingung dengan tingkah sahabatnya, pengembara yang lain mulai bertanya. &amp;quot;Mengapa kini engkau menulis di atas batu, sementara tadi engkau menulis di atas pasir saat kita kehilangan bekal minum?&amp;quot; Tersenyum mendengar pertanyaan itu, sang sahabat mulai menjawab. &amp;quot;Saat kita mendapat kesusahan, tulislah semua itu dalam pasir. Biarkan angin keikhlasan akan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu akan hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan pupus.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Namun, ingatlah, saat kita mendapat kebahagiaan, pahatlah kemuliaan itu dalam batu, agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangan kesenangan itu dalam kerasnya batu, agar tak ada sesuatu yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Keduanya kembali tersenyum. Bekal minuman telah cukup, dan mereka pun kembali meneruskan perjalanan mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * * * * *&lt;br&gt; Teman, ada kalanya memang, kita menemui kesedihan dan kebahagiaan. Ada kalanya, keduanya hadir berselang-seling, saling berganti mewarnai panjangnya jalan hidup ini. Keduanya memberikan memori yang kerap membuat kita terkenang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Namun, adakah kita mau bersikap seperti pengembara tadi? Maukah kita menjadi seorang yang pemaaf, yang mampu untuk menuliskan setiap kesedihan dalam pasir, agar angin keikhlasan mampu membawanya pergi? Maukah kita menjadi seorang yang tegar, yang mampu melepaskan setiap kesusahan bersama terbangnya angin ketulusan?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dan teman, cobalah pula untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu dalam kekokohan hati kita, agar tak ada apapun yang mampu menghapusnya. Torehlah semua kenangan kebahagiaan itu, agar tidak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Saya yakin, angin kebahagiaan dan keikhlasan, akan mampu menggantikan tulisan kesedihan kita di atas pasir kesusahan. Sementara, pahatan kebahagiaan kita, akan selalu terkenang dan membuat kita optimis dalammenjalani panjangnya hidup ini.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3949370226241468021?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3949370226241468021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3949370226241468021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3949370226241468021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3949370226241468021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/pasir-dan-pahatan-batu.html' title='PASIR DAN PAHATAN BATU'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3906892681576606276</id><published>2008-12-09T18:48:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T18:48:20.055-08:00</updated><title type='text'>EMAS DAN PERMATA</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya,&amp;nbsp; &amp;quot;Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti anda mesti berpakaian&amp;nbsp; apa adanya, amat sangat&amp;nbsp; sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan lain.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sang sufi hanya tersenyum; ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, &amp;quot;Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, &amp;quot;Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, &amp;quot;Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, &amp;quot;Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. engarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, &amp;quot;Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di&lt;br&gt; pasar.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, &amp;quot;Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya &amp;quot;para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar&amp;quot; yang menilai demikian.&lt;br&gt; Namun tidak bagi &amp;quot;pedagang emas&amp;quot;. Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3906892681576606276?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3906892681576606276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3906892681576606276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3906892681576606276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3906892681576606276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/emas-dan-permata.html' title='EMAS DAN PERMATA'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-1239597697884163455</id><published>2008-12-09T18:45:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T18:45:57.276-08:00</updated><title type='text'>Secarik Motivasi:KERJAKAN PEKERJAAN RUMAH ANDA SETIAP MALAM</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Anda mungkin bisa menuntaskan apa yang semestinya anda kerjakan setiap hari dengan berkerja keras di akhir pekan. Namun, bukan itu makna tujuh hari dalam seminggu. Agar seseorang sembuh dari penyakitnya, ia harus minum obat setiap hari; bukan meminum seluruh dosis di akhir pekan. Agar seorang siswa meraih kenaikan kelas, ia harus mengerjakan pelajarannya setiap malam bukan membaca bertumpuk buku sehari menjelang ujian. Ini adalah prinsip sederhana produktivitas.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Produktivitas bukan sekedar menghasilkan apa yang bisa kita hasilkan sekarang atau esok. Namun, menjaga agar manfaat dari hasil itu bisa diperoleh sebaik-baiknya hingga di masa-masa mendatang. Mungkin anda bisa menghafal semua pelajaran anda dalam waktu semalam, namun jangan menyesal jika itu hanya bertahan semalam pula. Karena itu, produktivitas selalu berkenaan dengan waktu. Sedangkan waktu adalah ketekunan, kesabaran, dan ketahanan diri.&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-1239597697884163455?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/1239597697884163455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=1239597697884163455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1239597697884163455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/1239597697884163455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/secarik-motivasikerjakan-pekerjaan.html' title='Secarik Motivasi:KERJAKAN PEKERJAAN RUMAH ANDA SETIAP MALAM'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3864868641852228098</id><published>2008-12-03T18:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T18:52:28.926-08:00</updated><title type='text'>INSTAL KASIH SAYANG</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pelanggan (P) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall KASIH-SAYANG. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Langkah pertama adalah membuka HATI anda.Tahukan anda di mana HATI anda?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Program apa saja yang sedang aktif?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKIT-HATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Tidak apa-apa. KASIH-SAYANG akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. KASIH-SAYANG akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. &lt;br&gt; Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan KASIH-SAYANG tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : OK, sudah. KASIH-SAYANG mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Ya, anda akan menerima pesan bahwa KASIH-SAYANG akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Ya. Apakah sudah selesai terinstal?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya,&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Apa pesannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : &amp;quot;ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&amp;quot;. apa artinya?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program KASIH-SAYANG diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-&amp;quot;KASIH-SAYANG&amp;quot;-i mesin anda sendiri sebelum men-&amp;quot;KASIH-SAYANG&amp;quot;-i orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Lalu apa yang harus saya lakukan?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &amp;quot;IKHLAS&amp;quot;?&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Ya, sudah&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &amp;quot;MYHEART&amp;quot;&lt;br&gt; MEMAAFKAN.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa SABAR.EXE dan UKHUWAH.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Ya! dan kadang orang lain mungkin perlu waktu lebih lama untuk mendownloadnya. Jadi KASIH-SAYANG telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : Ada satu lagi hal yang penting!&lt;br&gt;&lt;br&gt; P : Apa?&lt;br&gt;&lt;br&gt; CS : KASIH-SAYANG adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Treat other people the way you want to be treated.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Wassalam&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3864868641852228098?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3864868641852228098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3864868641852228098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3864868641852228098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3864868641852228098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/instal-kasih-sayang.html' title='INSTAL KASIH SAYANG'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-2454580392403329515</id><published>2008-12-03T18:26:00.001-08:00</published><updated>2008-12-03T18:26:58.129-08:00</updated><title type='text'>MENEROBOS LAMPU MERAH</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,&amp;quot; pikirnya sambil terus melaju.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Hai, Jack.&amp;quot; Tanpa senyum.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Oh ya?&amp;quot; Tampaknya Bob agak ragu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Nah, bagus kalau begitu. &amp;quot;Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.&lt;br&gt; &amp;quot;Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.&lt;br&gt; Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.&amp;quot; Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela.&lt;br&gt; Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. &lt;br&gt; Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.&lt;br&gt; Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.&lt;br&gt; Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. &lt;br&gt; Berhati-hatilah.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;quot;-Bob-&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-2454580392403329515?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/2454580392403329515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=2454580392403329515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2454580392403329515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/2454580392403329515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/menerobos-lampu-merah.html' title='MENEROBOS LAMPU MERAH'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-3052130408613872516</id><published>2008-12-03T18:14:00.001-08:00</published><updated>2008-12-03T18:14:30.186-08:00</updated><title type='text'>ATAP KU</title><content type='html'>&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; Manado, awal tahun ...&lt;br&gt;&lt;br&gt; &amp;nbsp;Kemarin, saat aku duduk di teras rumahku memandangi hujan, tak terasa air hujan menetes di wajahku. Oh, atap rumahku bocor, pikirku.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ini bukan pertama kali aku menduga bahwa atap rumahku bocor. Bulan lalu pun, saat aku melihat anak2 tetangga bermain layangan dan tersangkut di atap rumahku, dan mereka berebutan mengambilnya, aku sudah menduga bahwa atap rumahku akan bocor. Dan minggu lalu, saat aku dengan posisi yang sama duduk di teras rumahku, air hujanpun menetes tepat di wajahku.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Rumahku terbilang bagus di pemukimanku. Ada beberapa rumah lagi yang juga bagus seperti rumahku. Dan aku bangga karena saat ini aku sudah mampu hidup sendiri di rumah sendiri. Tapi aku malu kalau sampai ada orang lain yang tahu bahwa rumahku yang bagus dan selalu kubanggakan punya kekurangan atau kerusakan, seperti sekarang ini atapnya bocor---, meskipun pada teman akrabku. Aku juga punya tetangga yang sudah punya rumah sendiri dan terbilang cukup bagus. Namanya Sony . Dan aku ingin membuatnya iri pada rumahku yang bagus.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Aku teringat tiga minggu yang lalu, saat aku mampir ke rumah Sony, aku melihat Mas Adi, tukang kayu di kampung, sedang memperbaiki atap rumahnya yang juga bocor. Satu kemenangan buatku bisikku dala hati. Aku menikmatinya, sambil diam-diam mempelajari caranya memperbaiki. Kulihat disampingnya ada tambalan karet berwarna hitam bertuliskan coro . Ada juga paku-paku payung kecil, atap bekas, dan beberapa lembar tambalan alumunium. Semuanya dalam kotak hitam bertuliskan namanya ADI . Mungkin di dalamnya ada palu, pencabut paku, tang, dan alat Bantu lainnya. Sambil aku berbincang-bincang dengan Sony, mas Adi terus bekerja. Tanpa sengaja akupun bercerita tentang atap rumahku yang bocor karena anak-anak yang mengejar layangan.&amp;nbsp; Dalam hati aku berkata, ah, setelah ini aku akan segera pulang dan membeli tambalan, paku, palu, dan semua yang aku butuhkan untuk memperbaiki atap rumahku .&lt;br&gt;&lt;br&gt; Sepulang dari rumah Sony, aku bergegas ke toko bahan bangunan. Membeli apa yang aku perlukan. Dan segera mencoba mempraktikkan apa yang aku lihat tadi sewaktu mas Adi memperbaiki atap rumah Sony. Ku coba menambal bocornya, memaku tambalannya dan mengganti yang rusak. Dengan susah payah kulakukan itu semua, tangan ku teriris tambalan alumunium, dua irisan kecil yang sangat perih jika terkena air.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Besoknya ku undang Sony untuk minum teh di teras rumahku. Sambil kubilang bahwa ucapanku tentang atap rumahku yang bocor hanyalah gurauan. Apa yang kulakukan untuk menambal atapku ternyata berhasil, dan aku tidak akan malu lagi tentang atapku yang bocor bisikku dalam hati. Sore itu hujan turun dengan derasnya, dan air pun mulai menetes di terasku. Dengan malu-malu aku bilang ah, hujan sialan, membuat atap rumahku yang indah ini bocor, dan lihatlah &amp;amp;. Oohh&amp;amp;. Terasku jadi basah &amp;amp;.. baru kali ini hujan merusakkan atapku . Dan setelah kami berbincang-bincang agak lama, Sony pun pamit pulang.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Besoknya, Sony datang ke rumahku dengan membawa kotak yang kelihatan berat. Dia minta izin untuk membantuku memperbaiki atap rumahku yang bocor. Aku tidak bisa mengelak lagi. Dia tetanggaku, dan dia sudah tahu bahwa atap rumahku memang bocor. Dan saat itu, aku malu sekali.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ku bawa dia menaiki tangga sampai ke atap. Kulihat dia mengerjakannya dengan sangat lincah. Enteng sekali. Kuambilkan palu dari dalam kotak jika dia minta, paku payung kecil, dan tambalan karet bertuliskan Coro . Kotak itu cukup bagus pikirku. Dan Sony memang punya keahlian. Kotaknya terukir cantik dengan tulisan ADI . &amp;amp; ADI ???? .. . Bukankah itu kotak mas Adi ?.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Aku akan membantumu lagi jika lain kali atapmu bocor lagi . Katanya setelah selesai. Aku merasa saat itu dia ingin pamer keahlian dengan barang pinjaman. Oh, bagus lah Son &amp;amp;. Tapi &amp;amp; rasanya aku bisa minta tolong mas Adi. Lagian &amp;amp;. Kotak itu milik mas Adi kan ?. kataku. Sudahlah Son, kau jangan repot-repot. Kalau memang kau tidak punya peralatan, kau tidak perlu memperbaiki atapku. Dan aku rasa &amp;amp;.. kau cukup kerepotan juga tadi. Iya kan ?. Dan menurutku, kemampuanmu biasa-biasa saja Kulihat mukanya sedikit memerah. Mungkin marah, atau malu atau perasaan lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Itu kejadian tiga minggu yang lalu. Dan sekarang, Sony pindah rumah. Entah karena dia sudah bosan dengan rumah mewahnya yang lama, atau sudah mutasi kerja dari kantornya. Hujan pun mulai reda. Tetes-tetes air mulai berkurang. Bocor di atapku bertambah lagi. Mungkin karena tidak bisa menahan air dari bocor sebelumnya. Atap yang diperbaiki Sony masih bagus. Bocor yang ini adalah bocor yang kubuat sendiri untuk kuperbaiki sendiri dan kutunjukkan pada Sony. Aku kecewa karena Sony sudah tidak di sini.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kemarin sore aku bertemu dengan mas Adi, kutanya tentang Sony dan pekerjaannya di atap rumahku tiga minggu yang lalu. Mas Adi pun cerita bahwa Sony membayarnya untuk sekedar meminjam peralatannya, bukan untuk memakai tenaganya. Katanya dia ingin membantu sahabatnya supaya sahabatnya tidak perlu membayar tukang lagi untuk memperbaiki atapnya. Dan semalaman dia mencoba belajar mamperbaiki atap bocor bersama-sama dengan mas Adi. Dan Sonypun membayarnya untuk pelajaran itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Oh, pikirku. Terlalu kejam aku ini pada orang yang telah menganggap aku sahabatnya. Dia ingin memperbaiki atap rumahku dengan cara apapun. Meskipun itu dengan meminjam peralatan mas Adi. Aku justru menganggap Sony ingin menjatuhkanku dengan menyaksikan atapku yang bocor, dan&amp;nbsp; mencoba memamerkan kemampuannya dihadapanku dengan peralatan pinjamannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Teman, sering kita mengalami kejadian ini dalam hidup. Terkadang orang coba memperbaiki diri kita dengan sedikit sindiran-sindiran halus. Bahkan terkadang dengan mencoba meniru teori orang lain. Tujuannya untuk memperbaiki diri kita, dan kebaikan kita. Tapi kita justru mencemooh nya . Dan tanpa sadar kita telah menyakiti hatinya. Mungkin teman kita ingin melihat kita bahagia meskipun dia harus memakai topeng nya. Tapi kita terkadang kita tak mau menerimanya. Dan dengan paksa merenggut topeng itu darinya &lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-3052130408613872516?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/3052130408613872516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=3052130408613872516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3052130408613872516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/3052130408613872516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/atap-ku.html' title='ATAP KU'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6956902164129527558</id><published>2008-12-03T18:07:00.001-08:00</published><updated>2008-12-03T18:07:50.048-08:00</updated><title type='text'>PERMENNYA LUPA diMAKAN</title><content type='html'>&lt;blockquote type=cite class=cite cite=""&gt;&lt;font size=3&gt;&lt;br&gt; &lt;img src="http://andriewongso.com/http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_229d7.JPG" alt="[]"&gt; &amp;nbsp; Kamis, 10-Januari-2008; 11:16:16 WIB&lt;br&gt; &lt;b&gt;Permennya Lupa Dimakan&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt;Oleh : nathalia sunaidi&lt;br&gt;&lt;br&gt; Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan &amp;quot;Selamat Jalan&amp;quot;. Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, &amp;quot;Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.&amp;quot; Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, &amp;quot;Permennya saya lupa makan!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. &amp;quot;Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.&amp;quot; &amp;quot;Kenapa kamu memanggil saya?&amp;quot; tanya Bob. &amp;quot;Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!&amp;quot; Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. &amp;quot;Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama.&amp;quot; Bib menambahkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, &amp;quot;Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.&amp;quot; Ia pun berkata dalam hati, &amp;quot;Waktu tidak bisa diputar kembali.&amp;quot; Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, &amp;quot;Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... &amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Pemikiran �nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat �sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa �nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa �nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa �nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah. &lt;br&gt;&lt;br&gt; Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.&lt;/font&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6956902164129527558?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6956902164129527558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6956902164129527558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6956902164129527558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6956902164129527558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/12/permennya-lupa-dimakan.html' title='PERMENNYA LUPA diMAKAN'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6077219809918260990</id><published>2008-11-19T17:47:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T17:49:54.690-08:00</updated><title type='text'>Bila Al-Qur'an Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;div style="FONT-SIZE: 12pt; COLOR: #000000; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:130%;color:#006699;"&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawansejatiku.&lt;br /&gt;Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung&lt;br /&gt;dan kau pelajari Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari.&lt;br /&gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah dewasa...Nampaknya kau sudah tak berminat lagi&lt;br /&gt;padaku... Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...? Menurutmu barangkali&lt;br /&gt;aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk&lt;br /&gt;anak kecil yang belajar mengaji saja?&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa  dimana&lt;br /&gt;menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.&lt;br /&gt;Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.  Atau aku&lt;br /&gt;kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan&lt;br /&gt;syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam&lt;br /&gt;kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;br /&gt;Dulu....pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.&lt;br /&gt;Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di&lt;br /&gt;surau..... Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca&lt;br /&gt;Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang..engkau sempatkan membaca&lt;br /&gt;buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari&lt;br /&gt;Allah Yang Maha &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1227145599_0" style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Perkasa&lt;/span&gt;.  Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau&lt;br /&gt;lupakan... Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca&lt;br /&gt;pembuka surah2ku (Basmalah). Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik&lt;br /&gt;duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat&lt;br /&gt;padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke&lt;br /&gt;stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang&lt;br /&gt;senantiasa melantunkan ayatku. Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca&lt;br /&gt;sebelum kau mulai kerja. Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu. Jarang&lt;br /&gt;sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail&lt;br /&gt;temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk&lt;br /&gt;dengan urusan duniamu. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar&lt;br /&gt;melupakanku. Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.&lt;br /&gt;Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga. Di&lt;br /&gt;depan komputer berjam-jam engkau betah duduk.&lt;br /&gt;Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah. Waktupun cepat&lt;br /&gt;berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu dilapisi&lt;br /&gt;abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku&lt;br /&gt;kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang&lt;br /&gt;tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi&lt;br /&gt;setiap membacaku.Apakah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1227145599_1"&gt;Koran&lt;/span&gt;, TV, radio ,komputer, dapat memberimu&lt;br /&gt;pertolongan ? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.&lt;br /&gt;Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.Hanya dengan ayat-ayat&lt;br /&gt;Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau&lt;br /&gt;begitu enteng membuang waktumu...&lt;br /&gt;Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur sentiasa&lt;br /&gt;menunggu kedatanganmu… Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;br /&gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu. Bila aku engkau baca selalu dan&lt;br /&gt;engkau hayati... Di kuburmu nanti....Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan&lt;br /&gt;tampan.Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca&lt;br /&gt;yang akan membantumu.&lt;br /&gt;Dari perjalanan di alam akhirat.Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu.&lt;br /&gt;Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu. Peganglah aku lagi . ..&lt;br /&gt;bacalah kembali aku setiap hari. Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah&lt;br /&gt;ayat suci.Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Yang disampaikan oleh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1227145599_2"&gt;Jibril&lt;/span&gt; kepada Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...Jangan lupa bawa kaset&lt;br /&gt;yang ada ayatku dalam laci mobilmu. Letakkan aku selalu di depan meja&lt;br /&gt;kerjamu. Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu. Sentuhilah aku kembali...&lt;br /&gt;Baca dan pelajari lagi aku...., setiap datangnya pagi dan sore hari. Seperti&lt;br /&gt;dulu....dulu sekali... Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos... Di surau&lt;br /&gt;kecil kampungmu yang damai Jangan aku engkau biarkan sendiri.... Dalam bisu&lt;br /&gt;dan sepi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013642799290329654-6077219809918260990?l=irwanwk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanwk.blogspot.com/feeds/6077219809918260990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4013642799290329654&amp;postID=6077219809918260990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6077219809918260990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013642799290329654/posts/default/6077219809918260990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanwk.blogspot.com/2008/11/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al-Qur&apos;an Bisa Bicara'/><author><name>irwanwk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06507602544982064937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QM_30mxvjgo/TCw2KIcNW_I/AAAAAAAAB0I/s-_neN6xLwc/S220/iwk+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013642799290329654.post-6748047710418435945</id><published>2008-11-19T17:46:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T17:46:11.486-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Membaca Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV id=ygrp-mlmsg&gt; &lt;DIV id=ygrp-msg&gt; &lt;DIV id=ygrp-text&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P class=MsoNormal style="TEXT-ALIGN: center" align=center&gt;&lt;FONT face="Comic Sans MS" color=#3333ff size=4&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 13.5pt; COLOR: rgb(51,51,255); FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'"&gt;Why do we re
